Bigorexia, Ketika Pria Terobsesi Membangun Otot

bigorexiaBigorexia

Apa Itu Bigorexia

Orang yang mengkonsumsi gagasan bahwa mereka tidak cukup berotot memiliki gangguan yang disebut dismorfia otot, dikenal sebagai “bigorexia.”

Telah dipercaya bahwa seksualitas merupakan salah satu faktor utama di balik dismorfia otot pada pria, tapi studi menunjukkan bagaimana pria melihat diri mereka sendiri lebih penting, menurut para peneliti Australia, hasil studi yang diterbitkan dalam edisi 27 Maret dalam Journal of Eating Disorders.

Loading...

Pria dengan keinginan yang kuat untuk berotot memiliki preferensi yang lebih besar pada maskulinitas tradisional, sementara mereka dengan keinginan tinggi untuk langsing (seperti dalam anorexia nervosa) lebih bersandar pada peran feminin, menurut temuan studi.

Gejala Bigorexia

Berikut adalah tanda-tanda dan gejala dari bigorexia:

– Menghabiskan waktu berlebihan di gym, angkat beban dan latihan
– Menolak untuk keluar bersama keluarga dan teman-teman untuk latihan
– Sangat cemas jika tidak bisa meluangkan waktu untuk pergi ke gym untuk latihan
– Menu makan terutama protein
– Makan karbohidrat sangat sedikit
– Meningkatkan asupan makanan
– Terus-menerus mematut diri di depan cermin
– Membandingkan dirinya dengan orang lain, terutama jika berbicara tentang otot
– Menghindari refleksi dirinya karena merasa menyedihkan
– Tidak seperti kebanyakan orang yang membangun otot, dia akan menutupi tubuhnya sehingga tidak ada yang bisa melihatnya
– Berkomentar bahwa tubuhnya tidak cukup berotot (meskipun ia menghabiskan banyak waktu untuk membangun otot)
– Merasa kurus atau kecil meskipun ia sangat berotot
– Terus-menerus khawatir terhadap jumlah lemak dalam tubuhnya
– Bisa sangat moody (mungkin akibat penggunaan steroid)
– Menggunakan steroid
– Kepercayaan diri yang rendah

READ:  Tips Memilih Minyak Zaitun yang Tepat

(photo: sellyourstoryuk.com)