Gejala, Penyebab dan Penanganan Plasenta Previa

placenta previaSebagai seorang calon ibu yang sedang menunggu kelahiran si buah hati, terkadang memang merasakan kecemasan dan ketakutan akan beberapa hal yang mungkin akan mengganggu dan menghalangi proses kelahiran anak nantinya.

Apalagi jika terjadi sesuatu hal di luar kemampuan kita yang sangat mempengaruhi proses kelahiran.

Salah satunya adalah Plasenta Previa, sebuah kasus dalam kehamilan di mana plasenta atau biasa dikenal dengan ari-ari berada di tempat yang menghalangi jalan lahir janin.

Apa itu Plasenta Previa

Plasenta Previa yaitu sebuah jaringan yang terbentuk di rahim saat kehamilan dan fungsinya untuk membawa makanan dan oksigen dari ibu ke janin, dan ini sangat dibutuhkan si janin melalui tali pusar.

Semua yang tidak baik akan dibuang plasenta seperti limbah dan CO2 namun oksigen dan sumber makanan akan terus diasup plasenta ke janin melalu tali pusar.

Biasa akan berbentuk memanjang di bagian atas rahim, namun pada kasus Plasenta Previa, plasentanya terletak mendekat bahkan menutupi mulut rahim atau serviks, sehingga menghalangi jalan lahir janin.

Jenis Plasenta Previa

Kasus plasenta previa ini ada 3 jenis, tergantung perletakannya :

  1. Plasenta Previa Total atau lengkap, yaitu pembukaan mulut rahim untuk jalan lahir benar-benar tertutup oleh plasenta
  2. Plasenta Previa Parsial atau sebagian, dimana hanya bagian serviks dalam saja yang tertutup plasenta (internal serviks saja)
  3. Plasenta Previa Marginal, berada pada tepi bukaan serviks, atau biasa disebut letak rendah, namun tidak menutupi serviks.

Perbandingan kejadian kasus plasenta previa ini cukup banyak. Dari 200 kelahiran hidup akan ada satu kasus dengan Plasenta Previa.

Gejala Plasenta Previa

Untuk itu perlu dipahami gejala dari plasenta previa ini. Gejala yang paling umum timbul adalah perdarahan pada vagina di trimester akhir kehamilan.

Walaupun sedikit tetapi biasanya disertai rasa sakit dan kram. Hal ini diakibatkan plasenta lepas dari dinding rahim kemudian meregang.

Biasanya persalinan dengan operasi adalah pilihan paling aman dilakukan mengingat jika perdarahan banyak dan jika usia janin sudah cukup waktu.

Penyebab Plasenta Previa

Penyebab timbulnya kasus plasenta previa ini sebenarnya tidak banyak diketahui namun biasanya terjadi pada para wanita yang:

  1. Sel telurnya melekat sangat rendah di rahim
  2. Lapisan rahim atau endometrium bermasalah
  3. Parut di dinding uterus, biasanya pada kehamilan sebelumnya ada kasus plasenta previa atau bedah cesar
  4. Hamil lebih dari satu kali
  5. Perokok dan pengguna obat-obat terlarang
  6. Hamil di usia di atas 30 tahun

Namun kondisi plasenta previa baru bisa dipastikan jika sudah memasuki usia kandungan 20 minggu karena terkadang plasenta memang berpindah-pindah tempat dan ini sangat wajar terjadi.

Penanganan Plasenta Previa

Penanganan pada kehamilan dengan plasenta previa adalah menghindari terjadinya resiko perdarahan. Apalagi pada plasenta previa total yang akan sangat besar resiko perdarahannya sehingga bisa mengancma nyawa si ibu.

Selain itu perlu dipertimbangkan kelahiran prematur, kelahiran cacat, anemia pada janin, sehingga jalan satu-satunya bagi plasenta previa total adalah menjalani operasi cesar.

Plasenta previa total tidak bisa diperbaiki, hanya bisa dihindari resikonya. Karena jika dipaksakan melahirkan normal maka resiko perdarahan hebat dan kelahiran janin prematur sangat mungkin terjadi.

(foto: healthwise incorporated)

Topik Terkait: , , , ,
3 comments
sunan mutaqin
sunan mutaqin

Subhanalloh mungkin ini cobaan buat keluarga kecil kami, dengan kasus yang sama plasentanya posisi dibawah, yang akan kami tanyakan apakah plasenta tersebut akan bergeser kenmbali apa tidak? sekarang istriku dah beranjak masuk bulan ke 8 jazakumulloh atas masukannya

nur chamimah
nur chamimah

kelahiran anaku yang ke-3 mengalami plasenta previa,sudah saatnya lahir tapi blm ada tanda2,hingga mlm itu tiba2 banyak pendarahan,akhirnya keputusan cepat aku harus disesar, takut tapi Alhamdulillah bisa terlewati...Amiin.

eva
eva

Setahun yg lalu aku mengalami hal seperti ini, menjelang kelahiran pendarahan hebat bidan pun sudah mengambil keputusan agar aku disesar namun aku ttp optimis untuk bisa melahirkan normal dan alhamdulillah aku dan anakku sehat,,,