Netralisir Keasaman Darah dengan Jus Sayur

manfaat jus sayurSudah banyak orang yang menyadari betapa pentingnya buah dan sayuran dalam menu makanan mereka.

Namun, tidak semua orang benar-benar bisa makan dengan menu seimbang.

Sebagian besar orang menempatkan buah dan sayur sebagai makanan pelengkap.

Loading...

Hal itu terlihat dalam komposisi menu makanan yang lebih banyak mengandung nasi dan protein ketimbang buah dan sayur.

Apalagi, buah-buahan cenderung dimakan sebagai makanan penutup yang justru merusak makanan yang telah kita makan. Gula buah dan asam lambung mengemulsi karbohidrat (nasi) hingga membuat makanan menjadi asam.

Padahal buah dan sayur sangat dibutuhkan oleh tubuh kita karena kaya mineral dan merupakan makanan bersifat basa (alkali).

Makanan Asam dan Makanan Basa

Makanan asam dan basa tidak ditentukan dari rasa makanan tersebut. Beberapa buah sitrus yang rasanya agak masam justru bersifat basa. Keasaman makanan ditentukan oleh pH makanan.

Jika pH kurang dari 7, berarti makanan tersebut bersifat asam. Jika Ph lebih dari 7 berarti makanan tersebut bersifat basa (alkali). Idealnya darah di dalam tubuh harus ber-pH 7,35-7,45, menurut Dr. Zainab Sayed kepada Times of India yang dikutip oleh Detik Health. Artinya, darah harus mengandung sedikit alkali.

READ:  6 Tanda Ada yang Salah pada Jantung Anda

Masalahnya, komposisi makanan yang kita makan menempatkan makanan asam jauh lebih banyak daripada makanan basa. Makanan asam ini meningkatkan produksi limbah asam di dalam darah karena kaya akan sulfur, fosfor dan choline.

Protein bersifat asam karena terurai menjadi asam amino yang memproduksi asam sulfur, sementara gandum, nasi dan sereal juga merupakan makanan bersifat asam karena phytates pada gandung mengikat fosfor.

Kita makan nasi, daging, ikan, tempe, tahu, susu dan sebagainya. Belum lagi jika kita mengosumsi makanan yang sudah teroksidasi oleh udara sehingga menjadi asam. Sebaiknya, makanan harus langsung dimakan setelah dimasak agar tidak teroksidasi, namun bagaimana jika kita makan di warung?

Kita dijejali berbagai makanan asam setiap hari. Akibatnya penyakit degeneratif seperti kanker, diabetes, darah tinggi dan jatung koroner mudah menyerang tubuh manusia.

Kini penyakit degeneratif tersebut bisa semakin cepat menyerang manusia, yang bahkan masih berusia 20-30 tahun. Selain penyakit degeneratif, darah yang telalu asam juga menyebabkan gangguan klinis sehari-hari seperti sakit kepala, lemas, maag dan bau badan.

Kita tahu harus banyak makan sayuran, namun kita tidak bisa melakukannya dengan mudah. Ada berbagai alasan mengapa kita tidak atau hanya sedikit makan sayuran.

READ:  Waspadai dan Kenali Produk Rumah Tangga yang Bisa Menyebabkan Kanker

Ada yang merasa karena sayuran tidak enak, makan sayur membuat waktu makan terlalu lama dan sebagainya. Namun, bagaimanapun juga, suka atau tidak suka, kita harus makan buah dan sayuran untuk menetralisir keasaman darah.

Jus Sayur Sebagai Solusi

Jus sayuran mungkin  rasanya tidak terlalu enak, agak langu. Namun, dua gelas jus sayur sehari dapat mencukupi asupan makanan basa untuk tubuh kita, bahkan bisa mengobati berbagai macam penyakit. Penderita kanker dianjurkan untuk meminum jus sayuran tiap 2 jam sekali selama bangun, terutama jus bit.

Bagi mereka yang menderita kolesterol tinggi dapat meminum segelas besar jus alpukat tanpa gula dan susu. Alpukat masuk ke dalam kategori sayuran, bukan buah-buahan. Jus ini akan menurunkan kadar kolesterol degan cepat.

Setidaknya ada dua kelebihan jika sayuran diminum sebagai jus.

Pertama, praktis, bikin dan minum dalam 5 menit. Anda tidak perlu khawatir jika tidak mampu makan sayuran yang terlalu banyak pada jam makan siang atau makan malam. Anda bisa melengkapi makanan Anda dengan segelas jus labu siam dan bayam.

Kedua, kadar mineral dan gizi lainnya sangat tinggi karena sayuran tersebut tidak dimasak.

READ:  Tips dan Cara Memilih Obat Pereda Nyeri

Cucilah sayuran dengan bersih dan gunakan air minum pada bilasan terakhir. Siapkan dua jenis sayuran dengan komposisi 1:1 untuk satu gelas jus.

Anda bisa mengombinasikan tomat dan wortel, bayam dan labu siam, bit dan tering, dan sebagainya. Gunakan juicer untuk membuat jus sayuran karena juicer lebih cepat menghancurkan sayuran ketimbang jika menggunakan blender.

Minumlah sari sayuran tersebut. Lakukan sebanyak dua kali sehari. Anda bisa meminumnya satu jam setelah makan siang dan satu jam sebelum tidur pada malam hari. Jika Anda rutin melakukannya, dalam tiga hari saja Anda bisa merasakan manfaatnya. Gangguan-gangguan kesehatan ringan akan hilang dengan sendirinya.

Untuk penyembuhan penyakit degeneratif seperti kanker dan diabetes stadium lanjut, Anda perlu meningkatkan dosis jus sayuran 5-7 gelas sehari disertai dengan pola makan food combining.

(foto: juiceladycherie.com)