Manfaat Popcorn Sebagai Camilan Sehat

manfaat popcornBagaimana biasanya Anda mengonsumsi jagung? Apakah dengan cara direbus? Dibakar? Atau dibuat sayuran?

Jika semuanya itu terlalu ‘berat’ dan Anda sedang menginginkan camilan mengapa tidak mencoba popcorn atau juga dikenal dengan nama jagung berondong.

Cara pembuatannya pun mudah, Anda tinggal mengumpulkan sejumlah biji jagung, lalu menggorengnya dengan sedikit minyak atau meletakkannya ke dalam panci tertutup.

Loading...

Setelah semua biji jagung tersebut meletup dengan sempurna, ia siap disajikan. Masih ragu untuk mengonsumsinya sebagai camilan? Jangan khawatir, asalkan Anda memasak dan membumbuinya dengan benar, Anda bisa mendapatkan manfaat popcorn sebagai camilan sehat.

Berikut ini ulasan yang dilansir oleh Livestrong.com mengenai hal tersebut.

Syarat popcorn yang sehat

Ada lima jenis jagung tetapi hanya satu yang dapat meletup. Popcorn, jika dibuat dengan tekanan udara atau digoreng dengan sedikit minyak dan dimakan tanpa bumbu, ataupun diberi bumbu rendah kalori, yakni bumbu rendah sodium, maka ia bisa menjadi camilan sehat.

Popcorn adalah biji jagung utuh, yang dipanaskan sampai meletup atau meletus.

READ:  Manfaat Tersembuyi dari si Kuning Popcorn

Sebagai gandum utuh, popcorn yang kaya akan karbohidrat, serat makanan, dan mengandung sejumlah protein. Menambahkan popcorn untuk diet Anda dapat mengurangi resiko terkena penyakit kardiovaskular dan membantu manajemen berat badan.

Manfaat gandum utuh

Berdasarkan USDA Dietary Guidelines for Americans,  setengah dari biji-bijian yang Anda konsumsi sehari-hari, atau setidaknya 3 oz, harus dalam bentuk gandum utuh untuk kesehatan yang optimal. Seluruh biji-bijian kaya akan karbohidrat, popcorn menyediakan 6 gram per cangkirnya.

Karbohidrat menyediakan tubuh dengan energi. Bahkan, sistem saraf hanya dapat menggunakan glukosa, yang dipecah dari karbohidrat, sebagai bahan bakar.

Beberapa manfaat menyertakan biji-bijian dalam pola makan adalah mereka meningkatkan kualitas diet secara keseluruhan dan kaya akan banyak nutrisi. Gandum utuh lebih sedikit diproses daripada biji-bijian olahan.

Seluruh biji jagung meliputi endosperm, bagian lembaga, dan perikarp, atau sekam, versus biji gandum, yang berisi endosperm, bagian lembaga dan bagian kulit.

Manajemen berat badan

Popcorn menyediakan banyak volume untuk mengisi perut Anda, namun rendah kalori. Ia merupakan kudapan yang memuaskan dan dapat menunda lapar. Baik popcorn kukus maupun goreng sama-sama rendah kalori.

READ:  Buah Pare si Pahit yang Kaya Manfaat

Menurut USDA Nutritive Value of Foods, 1 cangkir popcorn kukus menyediakan 31 kalori dan 1 cangkir popcorn goreng menyediakan 55 kalori. Masing-masing menawarkan 1 gram protein per cangkir.

Popcorn bersifat kenyal dan membutuhkan waktu lebih lama untuk dimakan. Dengan demikian, Anda dapat mengudap beberapa cangkir tanpa mengambil jumlah kalori yang signifikan.

Tiga cangkir popcorn menyediakan sekitar 4 gram serat makanan. Mengonsumsi makanan kaya serat membuat Anda merasa kenyang untuk jangka waktu yang lama. Bonus tambahannya adalah popcorn polos itu bebas gula.

Kesehatan pencernaan

Popcorn adalah makanan kaya serat. Dua jenis serat makanan, penting untuk kesehatan manusia, yang ditemukan dalam makanan nabati: larut dan tak larut. Setiap jenis serat menawarkan manfaat kesehatan yang sedikit berbeda.

Rata-rata, laki-laki membutuhkan 38 gram sehari dan perempuan memerlukan 25 gram sehari, idealnya 2/3 darinya harus dalam bentuk serat tak larut, demikian menurut MayoClinic.com.

Sebagian besar serat makanan dalam popcorn dalam bentuk serat tak larut, atau “kasar.” Serat makanan, khususnya serat tak larut, meningkatkan sistem pencernaan yang sehat dengan meningkatkan ukuran dan berat feses, dan melunakkannya, yang memudahkan atau mencegah sembelit.

READ:  Cemilan Sehat Pilihan untuk Anak

Diet kaya serat juga dapat menurunkan resiko terkena wasir dan diverticulosis, yang ditandai dengan terbentuknya kantong kecil di usus Anda. Kantong ini bisa meradang dan bengkak, menyebabkan kondisi yang menyakitkan dan mungkin berbahaya yang dikenal sebagai diverticulitis.

(foto: NASA)