Begini Cara Jitu Membangun Personal Branding

personal brandingMungkin Anda belum tahu apa itu Personal Branding? Atau Anda menganggap Personal Branding itu tidak penting? Terus, apa sih Personal Branding itu?

Secara singkat, Personal Brand itu adalah reputasi seseorang.

Di era informasi saat ini, reputasi itu sangat penting dalam menentukan kesuksesan seseorang. Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara orang lain melihat Anda.

Loading...

Apakah Anda seorang yang jenius? Seorang ahli? Apakah Anda orang yang dapat dipercaya? Seberapa mengesankankah Anda? Apa yang Anda wakili? Anda berdiri dimana? Kesan dan keahlian apa yang akan muncul di benak orang begitu nama Anda disebut?

Mungkin saat ini Anda telah melakukan Personal Banding dalam batas tertentu. Orang lain mengetahui nama Anda, pekerjaan Anda, apa yang Anda tawarkan, dan apa yang Anda sukai. Jika hanya sebatas itu, maka bisa dikatakan bahwa Personal Brand Anda masih lemah.

Jika ingin membuat Personal Brand Anda lebih kuat, artikel ini mudah-mudahan bisa membantu.

1. Anggap Sebagai Investasi

Jika bisnis atau pekerjaan Anda berada di bidang bisnis online, training, sales dan yang semisalnya, maka Personal Brand adalah suatu keharusan bagi Anda. Anda harus meluangkan waktu, pikiran, tenaga, bahkan dana untuk membangun Personal Brand. Anggaplah hal itu sebagai investasi.

READ:  Tips Sukses Membuka Usaha Toko Kado

Karena Personal Brand memiliki potensi “hidup” lebih lama dibandingkan dengan usia Anda. Ketika suatu pekerjaan atau proyek yang Anda kerjakan selesai atau terjual, maka Personal Brand Anda akan terus ada dan memberi nilai tambah (added value) pada proyek Anda selanjutnya.

Maka, Personal Brand menjadi investasi tak ternilai. Orang akan mengikuti Anda dari satu proyek ke proyek yang lainnya jika mereka merasa bahwa mereka terhubung dengan brand yang Anda bangun. Ketika meluncurkan proyek baru, maka Personal Brand Anda memberi jaminan bahwa segala sesuatunya tidak harus dimulai dari nol lagi.

2. Tentukan Tujuan (Goals) Citra Diri Anda

Karena Personal Brand Anda dibangun dari pikiran, perkataan dan reaksi dari orang lain, maka ia terbentuk oleh bagaimana cara Anda merepresentasikan diri Anda di hadapan publik. Ini adalah hal yang dapat Anda kendalikan sepenuhnya. Anda dapat menentukan bagaimana orang akan melihat Anda dan kemudian Anda lakukan cara mempublikasikannya.

Tentukan tujuan Personal Brand Anda. Sebagai contoh, jika Anda menjual kursus Bahasa Inggris dengan iuran yang mahal, maka Anda harus terlihat ahli dalam bidang pengajaran Bahasa Inggris. Untuk memudahkan Anda mengidentifikasi nya, coba jawab 2 pertanyaan berikut ini:

  • Apa yang ingin dipikirkan oleh calon klien/pelanggan potensial tentang diri Anda?
  • Bagaimana cara Anda mengeksekusi jawaban dari pertanyaan (a) di atas?
READ:  5 Tips Bertahan Setelah Kehilangan Pekerjaan

Pertanyaan ini menyangkut bagaimana tindakan Anda. Personal Brand Anda disusun oleh tindakan publik Anda dan output dari 3 area berikut ini:

Tentang “Apa” diri Anda:
Pikirkan tentang ide kunci apa yang Anda ingin agar orang mengaitkannya dengan Anda.

Sebagai contoh, Seth Godin adalah tentang pencerita, menjadi luar biasa. Leo Babauta tentang kesederhanaan dan pembentukan kebiasaan. Jonathan Fields adalah tentang membangun karier dari hal-hal yang Anda cintai.

Keahlian (Expertise):
Setiap brand yang baik pasti melibatkan gagasan tentang keahlian yang dimilikinya. Nike mencap dirinya sebagai ahli dalam menciptakan alat-alat olahraga yang berkualitas dan fashionable. Coca Cola mencap dirinya sebagai pelepas dahaga yang berada dimanapun di seluruh dunia.

Begitupun dengan individu yang populer, selalu gagasan tentang keahlian yang dimilikinya. Jamil Azzaini mencap dirinya sebagai ahli dalam bidang pengembangan diri. Ippho Santosa mencap dirinya sebagai pakar otak kanan.

Jika Anda tidak ingin memasarkan diri Anda, setidaknya ciptakanlah persepsi bahwa Anda sangat bagus dalam bidang pekerjaan Anda.

READ:  Tips Sukses Budidaya Jamur Tiram

Gaya Anda:
Ini tidak melulu tentang bagaimana Anda mengkomunikasikan tentang diri Anda, tapi lebih kepada bagaimana Anda melakukannya. Apakah Anda humoris dan punya personal touch seperti Jamil Azzaini? Apakah Anda punya intonasi bicara yang bagus seperti Jeremy Teti? Apakah Anda analis olahraga yang jago seperti Bung Kusnaeni? Apakah Anda tipe pengusaha yang ahli seperti Sandiaga Uno?

Kami harap Anda tidak mirip dengan siapapun. Karena Anda adalah Anda. Anda harus punya ciri khas. Bagaimana caranya memiliki ciri khas? Anda tidak perlu bersusah payah mencari ciri khas Anda. Cukup berhenti meniru orang lain, maka ciri khas Anda akan muncul secara alami.

**

Demikianlah cara jitu membangun Personal Branding. Semoga bermanfaat. Nantikan seri keduanya ya 🙂

(foto: personalbrandingblog.com)