Waspadai The Silent Killer Sirosis Hati

Sirosis HatiSirosis hati seringkali tidak disadari hingga gejala-gejala makin kelihatan.

Sayangnya, ketika gejala sirosis muncul di permukaan, kebanyakan sudah terlambat untuk diobati.

Itulah kenapa penyakit ini disebut sebagai salah satu The Silent Killer.

Loading...

Hati (liver) adalah organ terberat di dalam tubuh yang memiliki banyak fungsi penting, di antaranya menyimpan cadangan glikogen, membantu pencernaan lemak dan protein, membuat protein untuk pembekuan darah, membuang racun dari dalam tubuh, dan mengolah obat-obatan.

Pekerjaan hati sangat berat. Jika Anda yang sering mengonsumsi makanan asin atau obat-obatan, maka hati bekerja lebih berat untuk mengolah sodium/natrium dan bahan kimia tersebut.

Apa itu Sirosis Hati

Sirosis hati merupakan tahap akhir dari proses pengkerutan (fibrosis) hati di mana terbentuk jaringan parut yang menggantikan sel-sel hati yang normal. Sel-sel hati rusak dan mati secara bertahap hingga akhirnya berhenti berfungsi. Bayangkan saja bagaimana kondisi tubuh jika hati berhenti berfungsi.

Perut mengalami Ascites, yakni pembengkakan karena tertahannya air dan garam di rongga perut. Pembengkakan ini terjadi karena hati tidak mampu lagi bekerja menetralisir sodium di dalam tubuh.

READ:  Apel, Buah Kaya Serat dengan Segudang Manfaat

Tubuh menjadi sangat kurus, kaki pembengkak, pelupa dan tidak bisa bangun dari tempat tidur. Seringkali, bakteri berkembang biak pada cairan di perut yang mengakibatkan sirosis semakin parah. Oleh karena itu, kenalilah penyakit ini sejak dini termasuk penyebabnya.

Penyebab Sirosis Hati

Pada umumnya, penyakit ini disebabkan oleh minuman keras, hepatitis B dan C. Jadi, sirosis adalah puncak dari akumulasi kerusakan hati yang sulit disembuhkan, kecuali dengan transplantasi hati.

Tapi, sulit sekali mendapatkan hati baru karena tidak bisa didonorkan kecuali oleh orang yang sudah meninggal. Apalagi, biayanya sangat mahal, hingga ratusan juta. Salah satu tokoh politik Indonesia yang berjuang melawan penyakit sirosis adalah Dahlan Iskan melalui transplantasi hati.

Pada penderita hepatitis, kuman hepatitis merusak hati sedemikian rupa sehingga berkembang menjadi sirosis. Hepatitis yang diobati dengan baik berpotensi berkembang menjadi sirosis hati.

Hepatitis menjadi gejala awal yang memperingatkan penderita untuk berhati-hati. Bagi para pecandu alkohol, terutama jenis alkohol kadar tinggi, seringkali tak ada gejala siginifikan pada awalnya. Perkembangan penyakit ini berlangsung sangat cepat dan sulit diobati.

READ:  4 Aturan Mengemil untuk Anak Anda

Penyebab lain adalah penyumbatan saluran empedu, kondisi lemak menumpuk di hati (obesitas), reaksi alergi terhadap obat tertentu, racun, polusi, infekasi parasit, gagal jantung dan sebagainya. Kerusakan hati dapat menjadi komplikasi dari penyakit tertentu, misalnya penyakit jantung.

Gejala Sirosis Hati

Sirosis bukan tak memiliki gejala sama sekali, namun gejalanya terkesan umum, seperti kelelahan, merasa lemah, hilang nafsu makan, mual ingin muntah, mudah berdarah dan memar, penyakit kuning, gatal-gatal dan gangguan mental. Pembengkakan pada perut adalah puncak dari kerusakan hati yang parah.

Jika Anda mengalami sejumlah gejala sirosis, maka harus ada pemeriksaan darah ke dokter atau rumah sakit. Terutama jika memiliki riwayat hepatitis dan peminum alkohol berat. Pemeriksaan detail dilakukan dengan biopsi, yakni pengambilan sampel kecil dari hati untuk dilihat di bawah mikroskop.

Pengobatan Sirosis Hati

Sirosis tidak bisa diobati, yang paling bisa dilakukan adalah mencegah kerusakan hati lebih lanjut.

Dilakukan dengan cara mengobati hepatitis untuk mengendalikan virusnya, berhenti minum alkohol, diet rendah natrium, mengurangi cairan yang menumpuk di perut dan meminum anti biotik untuk mengendalikan bakteri yang berkembang di bakteri perut.

READ:  7 Cara Cerdas Cegah Dampak Buruk Sinar UV

Oleh sebab itu, jagalah hati Anda dengan gaya hidup sehat dan seimbang.

Foto: http://img.lensaindonesia.com/uploads/1/2012/03/Sirosis-Hati-oke.jpg