Makan Cokelat Turunkan Risiko Stroke pada Pria

manfaat cokelat bagi priaStroke merupakan suatu penyakit yang sering dijumpai di masyarakat modern sekarang ini.

Bukan hanya penderitanya yang dihadapkan pada suatu keadaan yang sangat menyiksa, tetapi juga keluarga maupun orang terdekat.

Beban yang ditimbulkan dari penderita stroke mencakup beberapa hal, mulai dari segi fisik, emosi maupun keuangan.

Loading...

Dengan semua beban yang dipikul seorang penderita stroke, sebagai keluarga, bagaimana cara kita menghadapinya? Apakah kita harus malu atau mungkin malah depresi menghadapinya? Tentu jawabannya tidak.

Penderita pasca – stroke justru memerlukan perhatian lebih dari orang – orang yang sama dan tidak ada satu pun reaksi yang sama diantara dua orang yang terkena stroke. Oleh karena itu, perawatan/rehabilitasi penderita pasca stroke haruslah per individu dan tidak bisa disamakan antara satu penderita dengan yang lainnya.

Ketika berbicara tentang stroke, pria umumnya dianggap lebih rentan dibandingkan wanita. Asumsi ini cukup masuk akal, karena pada usia tertentu, pria memiliki lebih banyak faktor risiko untuk masalah stroke, baik dari gaya hidup (life style) maupun faktor hormonal.

Salah satu faktor yang menyebabkan pria lebih rentan terhadap serangan stroke karena konsumsi garam yang berlebihan sehingga memicu tekanan darah tinggi (hipertensi) yang menjadi pencetus utama stroke.

READ:  Tetap Seksi di Usia 50 Tahun!

Umumnya, pria mengkonsumsi garam lebih dari wanita, dan natrium dalam garam dapat meningkatkan tekanan darah serta risiko serangan jantung dan stroke.

Selama ini diketahui jika para wanita lebih suka makan cokelat dibanding pria. Padahal, cokelat juga punya nutrisi tinggi yang baik buat kesehatan pria. Sebuah penelitian mengungkapkan, nutrisi dalam cokelat bisa menurunkan resiko penyakit stroke pada pria.

Manfaat kesehatan yang dapat diberikan cokelat adalah sebagai berikut :

1) Menurunkan tekanan darah dan kolesterol

Cokelat merupakan zat yang mengandung senyawa yang berfungsi untuk menenangkan syaraf – syaraf yang tegang. Dengan memakan coklat maka perasaan seseorang akan menjadi lebih rileks, oleh sebab itu dengan memakan coklat bisa menurunkan tekanan darah.

Terutama Dark Chocolate telah ditunjukkan dalam studi untuk menurunkan tekanan darah pada orang dengan tekanan darah tinggi. Dan makan coklat hitam secara teratur telah terbukti menurunkan kolesterol LDL sebanyak 10 persen sehingga dapat mencegah seorang pria terserang stroke.

2) Mengandung antioksidan yang tinggi

Berdasarkan hasil penelitian ternyata coklat mengandung flavanol, sejenis flavanoid yang ditemukan pada coklat. Flavanoid adalah senyawa yang terbentuk secara alamiah dalam makanan nabati dan bertindak sebagai antioksidan dan membantu menangkal radikal bebas dalam tubuh.

READ:  Pengobatan Pada Anak Penderita Retinoblastoma

3) Mengandung Anti – Depresi

Hasil penelitian juga membuktikan bahwa cokelat mengandung serotonin, anti – depresan yang alami. Dengan memakan cokelat juga bisa merangsang tubuh untuk memproduksi enzim endorfin, yang berperan menciptakan perasaan senang dan bahagia.

Sebuah studi menemukan bahwa pencairan cokelat di mulut menghasilkan perasaan senang lebih lama. Jadi ketika Anda merasa dalam keadaan stress atau tertekan sempatkan waktu untuk menikmati cokelat.

4) Mengurangi risiko stroke

Berdasarkan penelitian di Skotlandia baru – baru ini, memastikan sebatang cokelat dapat memberikan efek langsung ke otak untuk mengurangi risiko stroke.

5) Memperlancar aliran darah

Cokelat dapat memiliki efek kepada kadar karbondioksida di dalam pembuluh darah sehingga dapat meningkatkan aliran darah dan pada akhirnya berdampak terhadap sel – sel otak.

“Konsumsi cokelat batangan dalam jumlah normal dikaitkan dengan perubahan kekakuan pada pembuluh darah. Data studi tim universitas Glasgow pun konsisten dengan adanya efek langsung cokelat terhadap pembuluh darah di otak,” tandas ketua tim peneliti Profesor Matthew Walters seperti dilansir dari Daily Mail, Selasa (26/3/2013).

READ:  Manfaat Kesehatan dari Minyak Oregano

“Kondisi ini meningkatkan kemungkinan adanya efek langsung dari beberapa komponen dari cokelat terhadap pembuluh darah. Hal ini masuk akal karena cokelat mengandung molekul – molekul flavonoid yang manfaatnya luar biasa,” tambah ketua tim peneliti Profesor Matthew Walters.

Profesor Matthew Walters dan tim menduga penurunan risiko stroke pada seseorang bisa jadi disebabkan oleh bagaimana cokelat mengubah perilaku pembuluh darah di dalam otak.

Kendati begitu, setiap orang yang mengkonsumsi cokelat diminta tetap mewaspadai terhadap tingginya kandungan gula dan lemak di dalam cokelat. Ada baiknya kalau makanan ini dipakai sebagai cemilan saja atau hidangan penutup di acara makan malam bersama keluarga tercinta.

(foto: zelenaplus.com)