7 Minuman Beralkohol Penyebab Kegemukan

minuman penyebab obesitasAlkohol bukanlah minuman yang baik bagi kesehatan, apalagi jika dikonsumsi secara berlebihan. Minum alkohol akan memperberat kerja hati, dan jika minuman ini dikonsumsi dalam jangka panjang, maka dapat menyebabkan kerusakan hati, seperti sirosis.

Barangkali ada orang yang berpikir, asalkan tidak mengonsumsi alkohol dalam jangka panjang, maka penyakit hati bisa dihindari. Hal ini tentu tidak benar, karena alkohol memiliki sejumlah dampak buruk dalam jangka pendek.

Dalam kasus yang spesifik, alkohol memiliki jumlah kalori yang berkontribusi meningkatkan berat badan. Padahal, banyak orang yang memiliki masalah dengan berat badan dan ingin tubuh kurus. Sebagian lagi, tentu saja berusaha mempertahankan berat badan ideal.

Loading...

Semua kerja keras itu bisa sia-sia jika terlalu banyak minum alkohol. Mungkin saja, minuman beralkohol dipilih untuk membuat pikiran dan badan lebih santai di akhir pekan yang semakin seru, jika bersama rekan-rekan kerja.

Sadarilah jenis-jenis minuman beralkohol yang dapat mengakibatkan berat badan naik berikut ini, versi Fitnea.com:

1. Bir

Jika Anda memperhatikan informasi kandungan bir pada kemasan, maka Anda bisa menemukan  bir mengandung 150 – 250 kalori dan sekitar 7 gram karbohidrat per kaleng bir.

READ:  5 Tips Maksimalkan Manfaat Olahraga

Nampaknya memang hanya sedikit, tapi minum beberapa kaleng bir membuat Anda mengosumsi banyak kalori hanya dalam waktu beberapa jam. Jangan tertipu dengan bir ringan bisa berbeda dengan bir biasa, karena bir ringan (zero) masih mengandung sekitar 100 kalori.

2. Anggur

Ada kebiasaan minum anggur sambil menyantap makanan. Kebanyakan orang berpikir kebiasaan ini tidak akan mengakibatkan kegemukan. Padahal anggur mengandung 80 kalori per gelas.

Memang, satu gelas anggur tidak akan menyebabkan banyak masalah pada berat badan. Tapi, jika Anda minum anggur secara teratur, maka hal ini dengan cepat dapat menambah berat badan. Atau membuat Anda sulit mempertahankan berat badan ideal.

3. Vodka

Setiap kali seseorang menikmati satu sloki vodka, maka ia sama dengan menyantap sekitar 60 kalori. Biasanya vodka diminum dengan cepat dalam hitungan detik dan tidak hanya satu gelas. Jumlah kalori bertambah jika vodka dicampurkan dengan jenis minuman lain, misalnya kokas.

4. Wiski

Wiski memiliki jumlah kalori yang sama dengan vodka. Masalahnya orang lebih sering menikmati wiski ketimbang vodka. Masalah kalori ini bakal semakin meningkat jika dicampurkan dengan minuman lain. Jumlah kalori jelas meningkat, yang tentu saja akan berimbas pada kenaikan berat badan.

READ:  Obesitas Pada Anak dan Komplikasinya

5. Liqueur

Minuman ini mengandung jumlah kalori yang tinggi, di mana 25 ml mengandung sekitar 70-90 kalori. Pencampuran dengan bahan minuman lain dapat meningkatkan jumlah kalorinya.

6. Cider

Cider dibuat dari apel yang difermentasi sehingga jelas saja mengandung karbohidrat dan kalori. Satu botol cider yang biasanya 500 ml mengandung 180-230 kalori. Jumlah ini jelas akan meningkat tajam jika diminum bersama makanan lain, misalnya biskuit.

7. Gin dan tonik

Ini adalah salah satu minuman yang paling klasik. Jika kita meminum 35ml gin, maka hal ini masih dapat ditoleransi. Jumlah kalorinya hanya sekitar 120 kalori. Tapi kalori ini akan sangat berpengaruh bagi mereka yang gemuk dan ingin menurunkan berat badannya.

(foto: stellametsovas.com)