Manfaat Jahe Berpotensi Mencegah Kanker Usus

manfaat sehat jaheKita sudah sering menggunakan jahe sebagai bahan minuman dan makanan karena dikenal bermanfaat memberi rasa enak pada makanan dan berfungsi sebagai obat tradisional.

Ada satu lagi manfaat besar dari jahe, yakni mencegah kanker usus, sebagaimana yang ditulis oleh Catharine Paddock PhD.

Suplemen berbahan jahe tengah diselidiki sebagai bahan yang berpotensi mencegah kanker usus. Hal ini diungkapkan oleh sebuah studi tahap II yang diterbitkan dalam 11 October Edisi Penelitian Pencegahan Kanker.

Para peneliti dari Universitas Michigan Medical School menemukan  bahwa jahe mengurangi tingkat prostaglandin E2 (PDE2) dan biormarker pada kelompok pasien yang mengalami  mengalami perdangan usus.

Para penulis menyebutkan bahwa studi yang menggunakan obat penghambat enzim siklooksigenase (COX) berhasil menunjukkan bahwa adanya eicasanoid, khususnya prostaglandin E2 (PDE2) adalah gejala awal perkembangan kanker usus.

Penelitian tahap II dilakukan untuk menguji efek dari dosis harian suplemen jahe pada 30 relawan sehat. Mereka mendapatkan asupan 2 gram suplemen jahe selama 28 hari.

Kemudian dilakukan biopsi untuk mengambil sampel usus peserta pada hari ke 28. Mereka menemukan PDE2P menurun secara signifikan.

READ:  Delirium dan Demensia, Apa Bedanya?

Para peneliti menyimpulkan nampaknya jahe memiliki potensi mengurangi tingkat eicosanoid, dan kemungkinan dengan cara menghambat sintesis asam arakidonat. Jahe juga dapat ditoleransi oleh tubuh dan aman bagi tubuh.

Salah seorang peneliti, Suzanna M. Zick mengatakan bahwa peradangan usus menjadi gejala awal kanker usus dan diperlukan percobaan lain untuk melihat bagaimana jahe dapat mempengaruhi resiko kanker usus.

Manfaat Jahe

Jauh sebelum ada ilmu kedokteran modern, masyarakat Indonesia mengenal jahe sebagai untuk menjaga kesehatan, khususnya yang berhubungan dengan masalah usus. Beberapa manfaat jahe untuk pencernaan di antaranya:

1. Meringankan Pencernaan

Orang menggunakan minuman jahe untuk mengatasi perut begah sehabis makan. Jahe membantu proses pencernaan, membersihkan usus besar, meningkatkan produksi cairan pencernaan dan memudahkan buang air besar.

2. Meredakan sakit perut

Jahe yang bersifat analgesik dapat menenangkan. Mereka yang menderita sakit perut, seperti diare, dapat mencoba meminum jahe sebagai minuman alternatif, ketimbang menggunakan obat-obatan.

3. Meredakan bengkak, perih dan memar

Sari jahe dikenal dapat menghilangkan rasa sakit dan menyebutkan infeksi. Bersifat anti-inflamasi dan anti-septik. Itulah yang mungkin menyebabkan jahe sangat aman dan bisa digunakan merawat usus.

4. Mengobati batuk dan masuk angin

Sudah bukan rahasia lagi, jahe digunakan selama berabad-abad sebagai obat masuk angin dan batuk. Rasanya yang hangat hingga ke seluruh tubuh mengusir masuk angin, mengobati batuk dan flu.

5. Menurunkan kadar kolesterol

Terbukti berkhasiat menurukan kadar kolesterol dan sifatnya yang membersihkan darah. Selain itu, jahe juga mencegah pembekuan darah dan serangan jantung.

6. Mengatasi migraine

Sakit kepala sebelah tentu sangat menggangu. Jahe dapat digunakan untuk menghentikan prostaglandin, yang menyebabkan rasa sakit kepada sebelah.

Jika Anda tertarik untuk menyertakan jahe dalam diet Anda. Berikut cara mengolahnya secara sederhana:

Sediakan tiga rimpang jahe seukuran ibu jari. Cuci bersih, sikat jika perlu. Rebus di dalam 2 gelas air hingga tersisa satu gelas air. Minum rebusan ini.

**

Dengan adanya bukti penelitian ilmiah tentang manfaat jahe, tentu Anda tak perlu lagi dalam menggunakan jahe sebagai salah satu alfternatif yang dapat mencegah kanker usus dan menjaga kesehatan pencernaan Anda. Anda juga bisa menggunakan jahe merah yang memiliki khasiat lebih banyak ketimbang jahe biasa.

(foto: holisticdad.net)