Mengetahui Plus Minus Tradisi Perjodohan

dijodohkan orang tuaMasihkah Anda ingat dengan tradisi perjodohan? Tradisi ini mengikat dua manusia secara terencana dan terukur.

Para orang tua memilih bibit, bebet dan bobot terbaik yang bisa mereka dapatkan. Bila saat ini tradisi perjodohan sudah banyak berkurang, tetapi masih banyak dari masyarakat Indonesia yang menjalani tradisi perjodohan.

Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi terjadinya suatu perjodohan seperti ingin meneruskan garis adat, memberikan pasangan terbaik bagi sang Anak atau menyatukan garis kekerabatan.

Yuk kita lihat plus minus tradisi perjodohan berikut ini:

Nilai Plus Tradisi Perjodohan

1. Tidak Perlu Mencari

Sudah berapa kali Anda menjalani hubungan dengan seseorang lalu berakhir dengan perpisahan? Pernahkah Anda merasa lelah menjalani hal yang menyakitkan berkali-kali dan mulai kehilangan minat untuk mencari pasangan baru?

Ingatlah bahwa tidak semua manusia dapat menerima kekurangan Anda dan membutuhkan banyak sekali penyesuaian dalam menyatukan dua pribadi yang berbeda.

Salah satu keuntungan dari tradisi perjodohan adalah Anda tidak perlu repot-repot mencari dan membangun hubungan yang belum tentu berakhir di pelaminan. Orang tua Anda mencarikan calon pasangan untuk Anda dan Anda dapat memutuskan untuk meneruskannya di pelaminan atau tidak.

READ:  Ketimun, Si Hijau yang Berguna

2. Seseorang yang Baik di Mata Orang Tua

Semua orang tua memberikan yang terbaik bagi anak mereka, apalagi urusan percintaan dan pernikahan dimana moment istimewa tersebut hanya akan terjadi satu kali seumur hidup.

Selain urusan fisik, kebanyakan orang tua memilihkan pasangan bagi anak mereka dengan mempertimbangkan adat, pendidikan dan juga latar belakang keluarga mereka. Jadi bagi Anda yang dijodohkan, siapapun yang  diperkenalkan kepada Anda adalah yang diyakini baik oleh kedua orang tua Anda.

Nilai Minus Tradisi Perjodohan:

1. Sesuatu yang Instan, Belum Mengenal Secara Dalam

Seseorang yang dijodohkan dengan Anda bisa saja langsung dinikahkan dengan Anda setelah dipertemukan dengan Anda hanya dalam beberapa bulan. Tentu saja dalam waktu sesingkat itu, Anda belum mengenal karakter calon pasangan Anda secara dalam.

Biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama bagi seseorang untuk menunjukkan karakter dan sifat asli mereka kepada orang lain. Jika waktu perkenalan bagi Anda dan calon pasangan terlalu singkat, maka penyesuaian karakter akan terjadi setelah pernikahan dan Anda bisa melihat sendiri karakter asli pasangan Anda.

READ:  6 Tips Mengajak Pasangan Menemani Anda Berbelanja

2. Tidak Bisa Memilih

Anda tidak bisa lagi memilih pasangan Anda jika Anda sudah menyetujui untuk dijodohkan.  Anda tidak lagi bisa mencari seseorang dengan tipe Anda di sembarang tempat dan Anda tidak bisa lagi memiliki gebetan.

Anda sudah memberikan kepercayaan kepada kedua orang tua Anda untuk mencarikan pendamping hidup yang baik untuk Anda. Satu-satunya hal yang bisa Anda lakukan adalah menerima dengan apa adanya, tidak banyak mengeluh dan berusaha menjalani hubungan tersebut sebaik mungkin.

Tips Mengatasi Dilema Ketika Dijodohkan:

Percayalah bahwa dijodohkan atau tidak, pasti akan terdapat dilema atau masalah dalam suatu hubungan percintaan. Bedanya, ketika Anda dijodohkan, Anda harus memahami bahwa apa yang orang tua Anda lakukan dan pilihkan adalah yang terbaik bagi Anda.

Penyesuaian dalam suatu hubungan sangatlah penting sehingga Anda dapat menyatukan sifat dan karakter Anda dengan pasangan. Ingatlah bahwa tidak ada manusia yang sempurna, Anda pun tidak sempurna. Inti dari suatu hubungan adalah mempertahankan kelanjutannya meskipun banyak sekali perbedaan yang menghadang.

READ:  6 Tips Menjaga Kulit Tetap Sehat selama Musim Dingin

Sebelum Anda menyetujui dan bersedia dijodohkan, siapkan dahulu mental Anda karena jika Anda sudah menentukan komitmen maka Anda tidak bisa mundur lagi.