Bagaimana Kafein Membahayakan Otak Remaja

Loading...

pengaruh kafein pada remajaPenelitian baru pada kafein dan otak muda menunjukkan bagaimana soda dan minuman energi dapat menghambat perkembangan anak.

Kafein tersedia dalam berbagai produk – mulai dari permen karet hingga minuman energi – dipasarkan untuk anak-anak dan dewasa muda. Namun, efek jangka panjang kafein, terutama pada orang muda, masih belum diketahui.

Kita tahu kafein dapat mempengaruhi tidur, tentu saja. Orang dewasa sering meminumnya karena dapat membantu kewaspadaan. Tapi ketika hal itu mempengaruhi tidur pada anak – semakin banyak bukti bahwa itu kritis terhadap perkembangan otak mereka.

Bagaimana Kafein Memperlambat Perkembangan Anak

Sebuah studi baru dalam jurnal PLoS ONE mengenai kekhawatiran konsumsi kafein pada tikus laboratorium puber.

Para peneliti menemukan bahwa tikus muda yang mengkonsumsi kafein setara ukuran tikus dalam tiga atau empat cangkir kopi setiap hari mengalami penurunan tidur nyenyak dan perkembangan otak tertunda.

Dampak kafein terhadap perkembangan dengan mengganggu pembentukan hubungan kunci dalam otak, kata penulis studi Dr. Reto Huber, seorang pakar tidur di University of Zurich, dan lain-lain di University of Zurich Children’s Hospital. Selama masa remaja, otak Anda memiliki koneksi yang paling neural (berkaitan dengan saraf) selama hidup Anda.

READ:  Apa itu Alergi Kafein?

“Otak anak-anak sangat elastis karena banyak koneksi,” kata Huber dalam sebuah pernyataan yang menyertai penelitian. “Optimasi ini mungkin terjadi selama tidur nyenyak. Sinapsis kunci memanjang, yang lain dikurangi, ini membuat jaringan lebih efisien dan otak menjadi lebih kuat.”

Dari Pikiran Ingin Tahu Menjadi Waspada

Tim peneliti Zurich memberikan dosis kafein pada tikus berusia 30 haru selama 5 hari dan mengukur impuls listrik di otak mereka.

Gelombang otak tikus lambat selama fase tidur nyenyak berkurang dari hari 31 sampai hari 42, atau hampir satu minggu setelah mereka berhenti menerima kafein.

Dibandingkan dengan tikus yang hanya diberi air, tikus yang diberi kafein memiliki koneksi saraf lebih sedikit, dan ini mempengaruhi perilaku mereka: tikus, seperti anak-anak, menjadi lebih ingin tahu sesuai dengan usia, tetapi tikus yang diberi kafein tetap takut dan berhati-hati.

Saat otak berkembang, sel-sel mulai membuat koneksi untuk memperkuat hal-hal yang pikiran anggap penting. Ketika proses terganggu, masalah bisa timbul. Huber memperingatkan orang tua untuk memantau jumlah kafein yang diberikan kepada anak-anak dan remaja mereka.

READ:  Alergi dan Kafein

Perbedaan Dalam Minuman Energi

National Sleep Foundation merekomendasikan anak-anak usia sekolah mendapatkan setidaknya 10 jam waktu tidur di malam hari.

Sebuah studi dalam jurnal Nutrition Research menunjukkan bahwa setiap 10 miligram kafein yang anak laki-laki 13 tahun minuman per hari meningkatkan peluangnya untuk mendapatkan kurang dari 8,5 jam tidur sebesar 12 persen.

Delapan ons dari tipikal minuman energi komersial – seperti Red Bull atau Monster – mengandung 76-80 miligram kafein, 12 ons Mountain Dew memiliki 55 miligram, dan dua ons minuman 5-Hour Energy mengandung 207 miligram, menurut Mayo Clinic.

Semua orang tua tahu bahwa anak-anak mereka tidak bisa tidur nyenyak jika mereka meneguk kafein. Tapi perhatian yang lebih besar adalah bagaimana jam tidur mereka yang hilang dapat menghalangi mereka mencapai potensi akademik.

(foto: policymic.com)