Teknik Budidaya Bawang Merah yang Benar

Budidaya Bawang MerahBawang merah adalah salah satu bumbu masak yang paling sering digunakan di dalam masakan sehingga membuat makanan tersebut menjadi lebih lezat.

Selain itu bawang merah juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh anda, salah satunya adalah dapat mengontrol tekanan darah anda. Karena banyak dibutuhkan tak heran bila harga bawang merah juga tinggi sehingga sangat berpotensi untuk dijadikan bisnis anda.

Nah kali ini akan dijelaskan mengenai teknik budidaya bawang merah yang benar.

1. Persiapan  lahan

Bawang merah adalah jenis tanaman yang dapat tumbuh pada daerah dataran rendah dan dataran tinggi mulai dari ketinggian 0 – 1000 meter di atas  permukaan laut.

Namun tempat yang paling ideal untuk pertumbuhan bawang merah adalah tanah dengan ketinggian 0 – 30 meter di atas permukaan laut . Tak heran bila tempat penghasil bawang merah terbesar selalu dari wilayah yang panas dan daerah dataran rendah.

2. Jenis tanah

Tanah yang paling cocok untuk perkembangbiakan bawang merah adalah jenis tanah yang subur, gembur , mengandung bahan – bahan organik, mudah mengalirkan air dan tidak becek. Semakin gembur suatu tanah maka ia akan menghasilkan umbi yang semakin besar pula.

READ:  7 Tips dan Cara Berbicara di Hadapan Ratusan Rekan Kerja dan Atasan

3. Faktor suhu

Selain struktur  tanah, suhu juga sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bawang merah.

Suhu paling ideal bagi bawang merah adalah 25 – 32 derajat celcius, sedangkan bila bawang merah ditanam di bawah suhu tersebut akan mempersulit tanaman bawang merah untuk menghasilkan umbi bahkan tidak menghasilkan sama sekali.

4. Waktu penanaman

Bawng merah sangat membenci tanah yang becek sehingga waktu yang paling pas untuk menanam bawang merah adalah ketika musim kemarau. Tetapi selalu tersedia air untuk pengairan sebab bawang merah sangat membutuhkan air saat membentuk umbi.

Sebaiknya melakukan penanaman antara bulan april sampai oktober sebab saat itu adalah musim kemarau yang disukai bawang merah.

5. Memilih bibit yang baik

Menanam bawang merah menggunakan umbi sebagai  bibitnya. Dalam menggunakan bibit juga tidak dapat sembarangan sebab akan mempengaruhi hasil panen nantinya.

Anda dapat membuat sendiri bibitnya atau membelinya dari tempat pembibitan dengan melihat ciri – ciri fisiknya. Bibit yang terbaik adalah yang telah dibibitkan selama 2 – 3 bulan.

READ:  5 Tips Bangun Pop Up Store bagi Pebisnis Pemula

Selain itu, bibit juga sudah harus memiliki tunas pada umbinya atau biasa disebut titik tumbuh umbi. Pilih bibit yang berukuran sedang, jika terlalu kecil dapat membuat  bibit tersebut mudah membusuk.

6.  Cara menanam bawang merah

Sebelum dilakukan penanaman bawang merah , tanah yang akan digunakan diolah terlebih dahulu untuk membuat tanah menjadi gembur, menghilangkan tanaman pengganggu, dan membuat bedengan untuk system pengairan yang baik.

Ketika tanah sudah siap selanjutnya dilakukan penanaman, jarak antara umbi satu dengan yang lainnya yaitu 15 – 20 cm. Menanam bawang merah sebaiknya tidak terlalu dalam untuk mencegah pembusukan.

Bagian ujung umbi ditutup tanah tipis untuk mempermudah pertumbuhan tunas. Dalam waktu 5- 7 hari tunas akan muncul.

7. Proses pemupukan

Tanah yang ditanami bawang merah sebaiknya diberikan pupuk sebelum ditanam maupun setelah ditanam. Dapat menggunakan pupuk alami maupun buatan. Tujuan pemberian pupuk agar tanah menjadi gembur dan tidak mudah mengeras.

8. Proses pemanenan

Untuk tanaman bawang yang ditanam di dataran rendah sudah dapat dipanen pada usia 55 – 70 hari. Sedangkan yang ditanam pada dataran tinggi antara 70 – 90 hari. Pemanenan dilakukan dengan mencabut batang dan daunnya .

READ:  Tips Sukses Membuka Usaha Toko Kado

**

Melakukan budidaya bawang merah ternyata cukup mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Tertarik mencobanya?

 (Foto : stockisthcs.com)