3 Tanda Siaga Persalinan!

Loading...

Ciri MelahirkanIbu hamil yang berada pada trimester akhir pasti sudah mulai mempersiapkan berbagai macam kebutuhan calon bayi dan kebutuhan pada saat melahirkan nanti.

Selain mempersiapkan berbagai macam pernak pernik dalam menyambut sang buah hati, Ibu hamil juga harus mulai mencari informasi tentang tanda-tanda persalinan.

Proses persalinan  bisa terjadi pada trimester terakhir. Oleh karena itu, biasanya  seorang ibu yang sudah memasuki usia kehamilan 7-9 bulan, akan dianjurkan untuk kontrol ke dokter atau bidan setiap 1-2 minggu sekali.

Pada masa-masa ini, seorang ibu juga harus mulai mempersiapkan dirinya, mulai dari persiapan mental dan fisik. Ibu hamil harus menjaga kekuatan fisiknya agar nanti pada saat proses persalinan, mampu mengejan dengan baik. Melakukan olahraga ringan secara rutin dan menjaga asupan makanan sehat  dapat membantu menjaga daya tahan tubuh sang Ibu.

Faktor mental pun juga sangat berpengaruh bagi persiapan seorang ibu dalam menyambut kehadiran buah hatinya.  Ibu hamil sebaiknya banyak membaca buku tentang proses persalinan, bergabung dengan komunitas ibu hamil , dan kalau perlu dapat pula melakukan hypnobirthing agar pada saat persalinan nanti,  si Ibu merasa lebih tenang dan yakin.

READ:  Jin Shin Jyutsu, Terapi Sentuh Pereda Nyeri

Jika sang Ibu sudah mempersiapkan segalanya dengan baik, maka sang Ibu pun juga akan lebih siap dalam menghadapi proses kelahiran bayi. Hal penting yang juga tidak boleh dilupakan saat berada pada usia kehamilan 9 bulan adalah sang Ibu harus sudah mengetahui tanda-tanda dari proses melahirkan. Berikut ini adalah informasi tentang apa saja tanda-tanda dari Ibu yang akan melahirkan. Simak penjelasan berikut.

1. Muncul flek atau lendir darah

Biasanya, jika sudah mendekati masa-masa persalinan, akan keluar flek darah yang berwarna merah, pink maupun kecoklatan. Hal ini menandakan bahwa  “sumbat” ketuban yang selama ini menjaga bayi tetap steril saat di dalam kandungan telah lepas.

Hal ini juga berarti bahwa beberapa jam kemudian, sang Ibu harus bersiap-siap karena akan memasuki proses persalinan.

2. Kontraksi

Kontraksi sebenarnya sudah muncul dari dua bulan sebelumnya. Namun, biasanya kontraksi muncul tidak teratur dan tidak terasa sakit. Ketika sang Ibu akan melahirkan, secara perlahan intensitas kontraksi akan terasa semakin kuat, makin sering dan kemunculannya pun  secara teratur.

READ:  Kalimat Biasa yang Memberikan Perubahan Besar Pada Anak

Pada mulanya, rasa sakit akibat kontraksi akan terasa pada punggung bagian bawah. Kemudian bergeser ke bagian bawah perut. Saat mulas bergerak ke bagian perut biasanya bagian perut tersebut terasa mengeras.

Yang terpenting adalah jika si Ibu mulai merasa kontraksi makin sering dan teratur, sebaiknya segeralah ke rumah sakit atau ke bidan yang akan menangani persalinan.

3. Pecahnya Air Ketuban

Dalam beberapa kasus melahirkan, ada ibu hamil yang mengalami pecah ketuban dini atau ada juga yang baru pecah pada saat akhir tahap pertama persalinan. Air ketuban yang keluar ada yang berwarna jernih, keruh atau pun merah jambu.

Yang jelas, jika anda sudah merasakan ada air rembesan yang keluar, maka sebaiknya anda harus segera periksakan ke dokter atau bidan karena bisa saja proses melahirkan akan berjalan dengan singkat. Keluarnya air ketuban juga menandakan adanya tekanan dari kepala bayi yang bergerak menuju mulut rahim.

(dari berbagai sumber)