Ternyata Balita juga Bisa Stres, Kenali Gejalanya!

Ternyata stress tidak hanya menyerang orang dewasa saja, balita dan anak-anakpun bisa dilanda stres.

Banyak dari kita yang tidak tahu dan tidak dapat mendeteksi apakah anak balita kita sedang stres atau tidak, karena gejala stres pada balita tidak sama dengan gejala stres pada orang dewasa.

Terkadang malah kita justru tertipu dengan tingkah polah anak yang sebenarnya stres karena masih dianggap rewel dan cengeng yang wajar-wajar saja.

Loading...

stres pada bayi

Untuk itu perlu diketahui bagi para orangtua untuk selalu memperhatikan perubahan perilaku dan sikap si anak.

Dengan demikian anda bisa dengan cepat mendeteksi apakah si anak sedang tertekan atau tidak, sehingga ini tidak berlarut-larut dan akan merubah mental si anak di masa depannya nanti.

Mari kita kenali penyebab dan tanda-tanda stres pada anak yang sering kali terlewatkan begitu saja oleh orangtua.

Penyebab Stres pada Balita

Penyebab stress pada balita antara lain:

1. Perubahan lingkungan dan suasananya, seperti pindah rumah baru dan lingkungan bermain baru, ini akan memicu anak overreaktif terhadap lingkungannya dan akan dilampiaskan di rumah
2. Perceraian orangtua juga bisa jadi pemicu stres anak
3. Berkelahi dengan teman bermain
4. Kena marah di sekolah
5. Kematian hewan kesayangan
6. Perpisahan, baik itu akibat kematian, perceraian dan lainnya

READ:  Makanan dan Minuman Penyebab Sakit Maag

Hal-hal yang memicu anak untuk tertekan dalam menjalani kehidupan ini akan diperlihatkan anak dengan reaksi berlebihan terhadap segala sesuatu, baik itu marah, ketawa, menangis ataupun reaksinya saat bermain dan berada di dalam rumah.

Gejala Stres pada Balita

Berikut tanda-tanda tersembunyi balita sudah mulai merasa tertekan dan stress terhadap lingkungan sekitarnya:

1. Susah makan, terlalu banyak alasan dan penghalang untuk memulai makan
2. Menggigit-gigit kuku jika suasana hatinya kurang tenang atau gugup
3. Lebih mudah rewel, segala hal menjadi biang masalah baginya
4. Tidur yang tidak nyenyak dan sering bermimpi buruk
5. Lekas marah
6. Gampang ngambek
7. Suka berteriak
8. Ketawa yang berlebihan

Sebagai orangtua, anda tentu paham apa yang memicu balita anda melakukan hal-hal tersebut,. Mungkin ada sesuatu yang membuat balita merasa kurang nyaman, membuat marahdan  membuat kebiasaan mereka terganggu.

Inilah yang perlu diajarkan kepada balita bagaimana dapat berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada, karena tidak semua kehendak dapat dipaksakan.

READ:  6 Tips Meminimalisasi Ancaman Radiasi Ponsel

Mengatasi Stres pada Balita

Berbeda dengan orangtua yang bisa meluapkan perasaan, balita tidak mengerti terkadang apa yang mereka rasakan, sehingga konsekuensinya mereka lampiaskan pada kemarahan, rewel dan sifat cengeng yang berlebihan.

Anda cukup melakukan beberapa hal sederhana agar stress pada balita ini bisa pulih dan perlahan menghilang:

1. Lakukan komunikasi dua arah, mulai bertanya kepada anak anda dengan cara yang biasa anda lakukan untuk berkomunikasi dengannya. Tanya mereka ingin apa, dan anda ingin apa.

Untuk balita yang sudah masuk usia 4 tahun, mereka akan mengerti dan akan mau bernegosiasi dengan anda. Cukup terangkan bahwa lingkungan tidak bisa mengikuti semua apa yang dikehendakinya, jadi mereka harus berusaha menyesuaikannya perlahan tanpa paksaan

2. Jika anda sudah tahu apa permasalahan utama yang membuat balita stres, cari solusi yang membuat balita merasa tenang.

Misalnya anak marah karena anda terlalu sibuk, maka anda bisa mengurangi kesibukan dengan mengajaknya bermain namun dengan perjanjian main dengan batas waktu.

3. Ajak anak untuk beristirahat dengan tenang dengan tujuan menenangkan pikirannya.

Ajak mereka duduk atau berbaring sambil memejamkan mata, ajak mereka berkonsentrasi untuk membayangkan hal-hal yang menyenangkan. Hal ini untuk mengajarkan anak agar terbiasa menenangkan diri di saat mereka sedang merasa tidak tenang.

READ:  6 Alasan LDR Bisa Berhasil

4. Anda juga bisa mengajarkan balita anda untuk menarik nafas dalam-dalam di saat mereka sedang marah, hingga mereka terbiasa untuk mengontrol emosi dan perlahan psikis mereka akan stabil kembali.

5. Ajak anak untuk tertawa, bercanda dan bermain bersama

6. Biarkan anak anda mendengar musik yang mereka sukai sambil bergoyang bersama untuk menenangkan hati mereka

7. Jangan larang anak anda untuk mencoret-coret. Cukup siapkan kertas, bolpen atau pensil warna, ini akan menyalurkan imajinasi mereka di bandingkan mereka dimarahi dan diceramahi.

8. Ajak balita anda untuk berolahraga ringan di rumah,seperti peregangan, lari-lari kecil, berenang untuk mengasah fisik dan emosi mereka, karena tubuh sehat berasal dari jiwa dan mental yang kuat.