Inilah 9 Tanda Dokter Yang Buruk

Berada dalam penanganan dokter yang tidak sejalan dengan anda sangatlah berbahaya, hal ini sama seperti berada dalam hubungan yang buruk namun lebih mudah dijalankan karena anda takut membuat perubahan.

Inilah 9 Tanda Dokter Yang Buruk

Bila anda berada dalam posisi ini, akan lebih baik bila anda mengambil keputusan untuk berpisah atau mencari dokter lain yang lebih baik. Berikut ini adalah 9 tanda yang dapat menjadi indikator untuk segera “memecat” dokter yang merawat Anda:

Loading...

1. Anda tidak saling mengerti satu sama lain

Hubungan dokter dan pasien yang baik seharusnya berada dalam kondisi dimana keduanya dapat bekerja bersama, mengerti, dan saling membantu satu sama lain.

Seperti dalam kasus dimana anda membutuhkan dokter yang mengerti bukan hanya memberikan pernyataan dan resep yang harus diikuti tanpa bisa dibantah. Atau bila anda mengharapkan dokter yang lebih kekeluargaan, maka dokter yang bersifat terlalu formal tidak dapat menjadi dokter anda.

Di Washington D.C, Kenny Lin, dalam pernyataannya dalam blogs untuk U.S. News, menyatakan bahwa beberapa pasien tidak dapat tahan dengan tipe dokter yang terlalu langsung dan berterus terang karena pasien menilai bahwa dokter tersebut tidak memiliki rasa empati dan tidak memberikan pilihan lain. Ketidakcocokan ini bukanlah salah keduanya, tapi bisa dijadikan alasan untuk menghentikan hubungan tersebut.

2. Dokter tidak menghormati waktu pasien

Bila anda seringkali telah menunggu dokter untuk waktu yang lama, namun merasa tidak mendapatkan perawatan seperti seharusnya dalam kunjungan tersebut, atau bila dokter tersebut tidak memberikan anda waktu dan kesempatan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang menjadi kekhawatiran anda, maka ini sudah menjadi tanda masalah.

Komunitas medis seharusnya memiliki sensitivitas pada waktu berharga yang diluangkan oleh pasiennya. Ketika dokter telat dari janji yang telah disepakati, beberapa dokter justru malah memberikan kompensasi pada pasien dengan uang atau hadiah untuk menunjukkan rasa bersalah mereka.

READ:  Cara Mengatasi Penyakit Sesak Napas Dengan Pengobatan Alami

Bila dokter anda selalu telat dan tidak menunjukkan rasa bersalah apapun, untuk apa terus mempertahankan dokter seperti itu?

3. Dokter yang tidak memberikan kejelasan

Seorang dokter seharusnya bersifat terbuka dan jelas tentang pengobatan yang dia rekomendasikan atau test yang pasiennya harus jalani. Semua hasil pengobatan dan tes harus dibahas bersama-sama bukan hanya secara sepihak.

Kenny Lin, menyatakan bahwa,“Bila dokter tidak menjelaskan dirinya atau tidak memberikan jawaban yang memuaskan bagi anda, maka dokter itu sangatlah buruk”.

Terdapat dokter yang melakukan beragam tes hingga mengambil sampel darah tanpa memberikan penjelasan pada pasiennya tentang apa dan tujuan dari kegiatan yang dilakukan. Seorang dokter memiliki kewajiban untuk membuat anda sebagai pasien mengerti tentang posisi kesehatan anda dan bukan sekedar memberikan jawaban yang tidak berarti atau sulit untuk dimengerti dengan bahasa pada umumnya.

4. Dokter yang tidak pernah mendengar

Apakah dokter anda mendengarkan keluhan anda tanpa menginterupsi? Hubungan yang baik selalu diawali dengan komunikasi yang berjalan dari dua arah. Carolyn Clancy, direktur Healthcare Research and Quality Agency, menceritakan pengalamannya tentang mengunjungi seorang dokter untuk mendapatkan opini kedua tentang harus atau tidaknya ia melakukan prosedur yang direkomendasikan oleh dokter giginya.

Clancy menjelaskan bahwa dokter giginya sempat menyuruh ia melakukan sebuah langkah yang cukup berani, dan terus menjamin bahwa prosedur itu bebas dari rasa sakit. Padahal bukan itu yang Clancy tanyakan dan menjadi masalahnya. Setelah tiga kali pertemuan, Clancy mengambil keputusan bahwa ia tidak akan mendapatkan sebuah perawatan yang produktif dan tidak pernah kembali ke klinik tersebut.

READ:  Migrain, Lebih dari Sekedar Sakit Kepala

5. Staff klinik tidak professional

Resepsionis adalah penghubung antara pasien dengan dokternya. Bila staff resepsionis tidak mengindahkan anda dan bahkan membiarkan pesan anda tidak tersampaikan pada dokternya, seperti ketika anda sebagai pasien mengeluhkan tentang efek samping dari pengobatan yang baru dimana kesehatan anda bisa saja berada dalam resiko, hal ini mengindikasikan bahwa anda harus mulai mencari klinik pengobatan lainnya meskipun anda menyukai perawatan dari dokter tersebut.

6. Merasa tidak nyaman dengan dokter

Merasa tidak nyaman atau bahkan meragukan kompetensi seorang dokter adalah wajar. Bila pasien tidak merasa nyaman untuk memaparkan detail-detail kesehatan tubuhnya yang bersifat personal maka ini berarti bahwa dokter tersebut tidak cocok dengan pasien.

Rasa tidak nyaman tentang keputusan dan rekomendasi yang diberikan seorang dokter walaupun tanpa alasan yang jelas, merupakan hal yang sah untuk menghentikan hubungan tersebut.

Don Powell, presiden American Institute for Preventive Medicine, juga menyadari tentang keteledoran kesalahan perawatan. Jika dokter tersebut memberikan resep obat yang mana menyebabkan alergi pada pasiennya, dan hal itu telah tercatat dalam riwayat pengobatan pasien, maka perpisahan adalah jalan terbaik.

7. Tidak ada koordinasi dengan dokter lain

Dokter pribadi yang dipilih oleh pasien adalah anggota utama dalam tim kesehatan anda dengan selalu mengatur dan memperhatikan setiap langkah dalam proses perawatan. Kesehatan biasanya saling berkaitan antara bidang yang satu dengan lainnya.

Memperhatikan laporan, instruksi dan rekomendasi dari dokter ahli lainnya merupakan tugas seorang dokter pribadi untuk membahasnya kembali dengan pasien. Jika dokter pribadi pasien tidak teliti, bisa jadi dokter tersebut juga telah melewatkan bagian penting terkait aspek kesehatan pasien.

8. Dokter yang tidak mudah dijangkau

Dokter yang baik adalah dokter yang mudah untuk dihubungi dan selalu melakukan follow-up terkait pertanyaan dan kekhawatiran pasiennya.

READ:  Manfaat Kulit Pisang untuk Wajah Cantik dan Kulit Sehat

Trisha Torrey, seorang advokat pasien, menceritakan tentang kondisi suaminya saat mengalami rasa sakit gigi yang luar biasa diwaktu akhir minggu. Torrey kemudian menghubungi dokter giginya, yang masuk pada voicemail dengan janji bahwa akan menjawab secepatnya, namun tidak pernah ada panggilan kembali pada Torrey. Hingga akhirnya Torrey harus mengunjungi klinik darurat.

Di zaman sekarang ini, banyak dokter yang dengan sangat mudah untuk dihubungi dan selalu membuat dirinya available untuk pasien baik lewat email, sms, facebook, twitter maupun skype. Dan yang paling penting adalah bahwa dokter yang anda percayai harus selalu siap sedia terutama dalam keadaan darurat, bukannya menggantung anda tanpa kejelasan.

9. Dokter yang kasar atau merendahkan

Ketika anda sebagai pasien telah melihat hal ini, maka sudah waktunya anda meninggalkan dokter tersebut. Ciri-ciri ini sangat mudah terlihat, seperti ketika dokter malah berjalan pergi keluar ruangan saat anda sebagai pasien masih berbicara.

Clancy pernah mengalami hal ini, ketika saudara perempuannya bertemu dengan ahli bedah untuk memutuskan apakah anaknya harus mengikuti prosedur atau tidak, dokter tersebut malah menghilang. Ini mengindikasikan bahwa anda harus mencari dokter yang lain, atau pada akhirnya menyesal sendiri.

Nah, bagaimana? Apakah Anda pernah menemui dokter yang memenuhi kriteria di atas? Ayo, share pengalaman Anda di sini.