5 Tips dan Cara Menangani Anak Penderita Sindrom Autisme

Beberapa dari Anda mungkin memiliki anak yang memiliki sindrom autisme atau bahkan sebagian dari Anda mungkin pernah menemui anak yang terkena sindrom ini dalam keseharian setidaknya satu dua kali.

Tak satu pun dari kita yang ingin terlahir dan memiliki anak yang menderita sindrom tersebut. Banyak orang, terutama anak-anak tidak mengerti apa itu sindrom autism dan hanya mengejek anak-anak penderita tersebut  dan pada akhirnya mereka yang menderita sindrom ini akan menjadi bahan olok-olokan teman seusianya yang normal.

Menangani Anak Penderita Sindrom Autisme

Loading...

Autisme bukanlah sebuah penyakit, melainkan suatu kondisi dimana anak tersebut terlalu sensitif terhadap rangsangan dari dunia hingga mereka memilih untuk menyembunyikan diri dari dunia dan takut akan segala hal.

Anak yang menderita sindrom ini tidak lambat, melainkan banyak orang yang percaya mereka memiliki sebuah bakat atau keahlian khusus dalam satu hal. Kekurangan mereka adalah tidak akan mudah untuk berinteraksi dengan banyak orang karena mereka sangat sensitif terhadap sentuhan dan reaksi dari orang-orang.

Nah, untuk Anda yang memiliki anak penderita sindrom ini, berikut akan kami bagikan beberapa tips untuk menanganinya.

READ:  10 Tips Hidup Teratur Tanpa Rasa Gelisah

1. Membentuk Rutinitas Anak

Anak-anak autis akan merespon dengan baik sebuah rutinitas. Jika Anda memiliki anak-anak dengan sindrom autisme atau merawat seseorang dengan penderita seperti ini maka Anda dapat membuat sebuah rutinitas yang akan mereka ingat dan akan dilakukannya sesuai dengan jadwal yang Anda buat.

Anda dapat menetapkan waktu tertentu untuk jadwal makanan, mandi dan kegiatan lainnya. Tentu mereka tidak akan segera berhasil, karena itu diperlukan usaha yang lebih dan kesabaran dalam mengaturnya.

2. Lakukan Kontak Mata Dengan Anak

Jika Anda telah menghabiskan waktu dengan anak-anak penderita sindrom ini, Anda akan menyadari bahwa meskipun mereka menanggapi Anda, mereka tidak akan membuat kontak mata dengan Anda.

Alih-alih memaksa mereka untuk melakukan kontak mata dengan Anda, cobalah cara lain seperti berdiri di hadapan mereka dan duduk sejajar dengan mereka untuk membuat kontak mata dengan mereka. Melakukan kontak mata merupakan bagian penting dari penanganan anak-anak sindrom autisme.

3. Hindari Tempat Keramaian

Seorang anak penderita autisme bisa menjadi sangat terganggu ketika Anda membawanya ke tempat yang ramai. Dia mungkin akan bereaksi sangat buruk terhadap intrusi dari suara, tubuh dan cahaya.

READ:  Memahami Lebih Dalam Seputar Autisme

Jika Anda ingin mengajak mereka keluar, lakukan perjalanan singkat ke tempat-tempat kecil yang kurang dikunjungi orang untuk membuatnya beradaptasi terlebih dahulu terhadap dunia luar.

4. Berbicara

Anda mungkin sering tidak mendapat jawaban saat mengajak penderita sindrom autisme berbicara. Ini bukan berarti anak tersebut tidak mendengarkan Anda, namun ini dikarenakan kesulitan mereka untuk mencerna seperti orang pada umumnya.

Karena itu akan lebih baik jika Anda ingin berkomunikasi dengan mereka, gunakan kalimat pendek dan inti dari apa yang ingin Anda sampaikan. Penderita autisme tidak akan dapat memproses kehalusan atau kalimat yang lebih panjang.

5. Mendorong Bakat Terpendam Pada Anak

Setiap anak, terutama anak penderita sindrom ini pastinya memiliki bakat tersembunyi yang harus dikeluarkan oleh Anda. Cari tahu bakat anak dan lakukan dorongan pada anak untuk melakukan bakat mereka.

Yang perlu Anda ketahui, mungkin akan sedikit sulit untuk mendorong anak penderita sindrom ini karenanya jangan lakukan dengan menggunakan kekerasan melainkan melalui gambaran yang jelas.

READ:  Penyebab dan Gejala Ketoasidosis Diabetik

**

Demikian 5 tips penanganan anak sindrom autisme yang dapat Anda lakukan. Menangani anak penderita sindrom ini membutuhkan banyak kesabaran dan kasih sayang.

Anda juga perlu memahami bahwa kemarahan mereka tidak sengaja dilakukannya tapi itu hanya bentuk refleksi dari ketidakmampuan mereka untuk berkomunikasi akan apa yang mereka rasakan. Bersabarlah dan terus mencoba. Semoga bermanfaat.