Benarkah Kacang Menangkal Obesitas?

Sebuah studi mutakhir di Amerika Serikat menambah deretan bukti bahwa kacang-kacangan – yang dulu dinilai terlalu berlemak sehingga kurang sehat  – justru dapat membantu terjaganya berat badan, sebagai tambahan dari manfaat kesehatan lainnya.

Demikian sebagaimana dikutip dari Fox News, Jumat (10/01/14).

Kacang Menangkal Obesitas

Loading...

Terhindar dari Obesitas dan Sindrom Metabolik

Peneliti menemukan bahwa sukarelawan yang paling banyak mengonsumsi kacang-kacangan pohon – seperti almond, kacang Brazil, pistachio, dan walnut – lebih kecil resikonya sekitar 37 sampai 46 persen mengalami obesitas dibandingkan mereka yang paling sedikit konsumsi kacangnya dalam penelitian tersebut

Orang yang paling banyak mengonsumsi kacang juga lebih jarang memiliki resiko yang disebut sindrom metabolik, yang terkait dengan meningkatnya resiko penyakit jantung dan diabetes.

“(Studi) ini merupakan penelitian lainnya yang menunjukkan hubungan antara mengonsumsi kacang dengan terhindar dari obesitas serta kecenderungan yang lebih kecil terkena sindrom metabolik,”

Dr. Joan Sabaté menceritakan kepada  Reuters Health. Sabaté adalah penulis senior penelitian tersebut dari Loma Linda University, Kalifornia.

Penelitian tersebut yang dipublikasikan secara onlie di PLOS ONE, sebagian didanai oleh International Tree Nut Council Nutrition Research and Education Foundation (INC NREF), yayasan internasional terkait edukasi serta penelitian nutrisi kacang-kacangan pohon.

READ:  Hubungan Obesitas dan Paparan BPA

Kacang Memiliki Manfaat Langsung

Dalam studi terbaru lainnya, yang juga didanai oleh INC NREF, peneliti menemukan bahwa orang yang mengonsumsi kacang paling banyak memiliki peluang hidup lebih panjang dibandingkan yang mengonsumsinya paling sedikit dalam penelitian tersebut.

Sementara hasil penelitian tersebut tak dapat menunjukkan bahwa kacang yang menjadi penyebab perbedaan terlihat di antara objek penelitian, ada alasan untuk meyakini “kacang menyajikan manfaat langsung”, ujar Sabaté.

Contohnya, kacang tinggi kandungan lemak tak jenuh, yang diketahui sebagai lemak baik bila dibandingkan lemak jenuh yang ditemukan pada produk hewani. Tingginya kandungan protein juga bisa membuat orang merasa kenyang sehingga hanya sedikit mengonsumsi makanan tak sehat.

Kacang-kacangan juga mengandung nutrien dan zat tanaman yang bermanfaat bagi kesehatan, ujar Sabaté.

Penggemar Kacang Memiliki Indeks Massa Tubuh Lebih Seimbang

Untuk penelitian baru, peneliti menggunakan data dari pola makan 803 pria dan wanita dalam Seventh-day Adventist di Amerika Serikat yang  juga telah terdaftar dalam penelitian lainnya.

Secara keseluruhan, mereka yang banyak mengonsumsi kacang – sekitar 16 gram per hari – hanya rata-rata sedikit saja di atas berat normal, dibandingkan mereka yang makan sedikit atau tidak sama sekali yang justru kelebihan berat badan atau obesitas.

READ:  Resep Dan Cara Membuat Bakso Ikan

Normalnya bagi orang dewasa, Indeks Masa Tubuh (IMT) – ukuran berat badan dibandingkan tinggi badan – berkisar antara 18.5 dan 24.9, demikian menurut U.S. Centers for Disease Control and Prevention. Orang dengan kelebihan berat badan memilik IMT antara 25 sampai 29.9, sedangkan lebih dari itu tergolong obesitas.

Orang yang paling banyak makan kacang-kacangan pohon dalam penelitin tersebut memiliki rataan IMT sekitar 27 sementara yang paling sedikit – sekitar 5 gram per hari – memiliki rata-rata IMT 29 sampai 30.

Kacang dalam Jumlah Wajar adalah Pilihan Sehat

Peneliti juga menemukan bahwa sepertiga sukarelawan dalam studi memiliki sindrom metabolik. Mereka ditetapkan sedemikian karena memiliki tiga atau lebih kondisi berkaitan dengan penyakit jantung dan resiko diabetes. (Termasuk obesitas, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, dan ukuran pinggang yang besar).

Walau begitu, untuk tiap ons penyajian kacang-kacangan pohon per minggunya, resiko seseorang terkena sindrom metabolik menurun 7 persen.

Jeffrey Blumberg, profesor nutrisi Tufts University, Boston, yang tak terlibat penelitian tersebut, mengatakan hasil penelitian itu konsisten dengan sejumlah penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa memasukkan kacang dalam pola makan sehari-hari amatlah bermanfaat.

READ:  Definisi Endometriosis

“Sekarang (kita) benar-benar (telah sampai pada) titik dimana saya pikir sudah ada bukti yang kuat – saya bahkan menyebutnya – (sebagai) sebuah konsensus akan kacang-kacangan sebagai pilihan makanan sehat jika dikonsumsi dalam jumlah wajar,” ujar Blumberg.

Dengan demikian, sertakan kacang dalam menu harian Anda untuk perut yang mudah kenyang dengan makanan lebih sehat.

(foto: envirofood.net)