5 Tips Perawatan Kulit Bayi

Kulit bayi yang halus dan lembut memiliki perbedaan dengan kulit orang dewasa, kulitnya lebih rentan, mudah teriritasi, dan lebih sensitif terhadap suhu dan matahari. Meskipun balita sudah lebih tangguh, mereka masih bisa terkena ruam atau bintik-bintik gatal.

Demikian sebagaimana diulas WebMD, Rabu (15/01/14).

perawatan bayi

Loading...

Berikut ini langkah yang bisa Anda ambil untuk melindungi kulit bayi yang halus, lembut dan sensitif.

1.Pertimbangkan waktu mandi

Meskipun asyik memandikan bayi, ketahuilah bahwa Anda tak mesti memandikannya secara penuh lebih dari dua kali sehari kecuali bila ia bermain-main dengan makanan sampai sangat belepotan. Sisanya, cukup lap saja sekitar area popok, mulut, dan semua lipatan kulitnya (sekitar ketiak, paha, dan dagu ganda).

Anda bahkan tak perlu menyabuninya dengan busa. “Sebagai seorang ibu dan ahli dermatologi, saya menggunakan sabun hanya bila diperIukan pada area dengan lipatan,” ujar ahli dermatologi Sonia Badreshia-Bansal, MD, seorang instruktur metode ilmu pengobatan di University of California San Francisco. “Di area lain dengan air saja sudah cukup.”

Pilih cairan pembersih lembut yang  tak membuat kulitnya kering atau melukai mata. “Cairan pembersih yang hendaknya dipilih adalay yang wangi, bebas sabun, serta bebas pewarna,” ujar ahli dermatologi anak Amy Theos, MD, dari Birmingham, AL. “Beberapa dari jenis ini tak terlalu berbusa namun sebagai pembersih tetap efektif.”

READ:  Cemilan Lezat dan Sehat Untuk Pesta Ulang Tahun Anak

Hindari sabun batangan dan mandi gelembung. Ingatlah untuk mengikuti pedoman dasar keselamatan seperti menyokong kepala bayi, dan menguji suhu air dengan bagian dalam pergelangan tangan Anda. Kumpulkan perlengkapan sebelumnya, karena bayi tidak boleh ditinggal walau sedetik pun.

2. Pelindung surya

Jaga bayi Anda terhindar dari matahari sebisa mungkin. Saat ia keluar di siang hari, siapkan baginya dari daftar berikut untuk menutupi dan melindungi kulit lembutnya:

  • Sebuah topi
  • Baju yang tersulam rapat dengan lengan dan celana panjang
  • Kacamata dengan proteksi ultraviolet (UV)
  • Tabir surya berspektrum luas (yang menangkal sinar UVA dan UVB) dengan setidaknya SPF 15.

Bagi bayi kurang dari 6 bulan, oleskan tabir surya hanya pada bagian yang mungkin sulit tertutup pakaian seperti wajah dan tangan. Gosokkan secara merata.

Anda bisa mengoleskan tabir surya ke seluruh tubuhnya tapi berhati-hatilah dengan wilayah sekitar matanya. Kemudian, usahakan tidak membawanya keluar antara pukul 10 pagi hingga 4 sore karena pada waktu inilah matahari bersinar kuat dan bisa membahayakan.

READ:  Tindakan P3K Diare Pada Bayi

Tabir surya blok atau stik dengan titanium dioxide atau zinc oxide kemungkinan lebih lembut pada kulit bayi serta membantu mencegah air mata (karena pedih). Oleskan kembali tabir surya setiap dua jam atau setelah bayi berenang atau berkeringat.

3. Ingat area popok

Kulit yang tertutup popok seringkali basah, terpapar banyak gesekan ditambah lagi dengan kotoran buang airnya. Semua dapat mengiritasi kulit bayi. Untuk menangani area kulit yang sensitif ini, gantilah popok bayi secara berkala. Bersihkan area tersebut secara lembut dengan tisu sekali pakai yang bebas alkohol dan pewangi, atau gunakan kain lap.

Biarkan bayi “mendapat udara” saat memungkinkan, dan gunakan krim penghalang sebelum memasang kembali popoknya.

“Salep penghalang yang mengandung zinc oxide ataupun petroleum jelly mesti dioleskan dengan bebas pada kulit setiap kali ganti popok,” ujar Dr. Theos. Hal itu membantu menjaga kulitnya dari terlalu basah atau terlalu kasar.

4. Berhati-hati dengan pencucian bajunya

Saat mencuci baju bayi, gunakan deterjen yang bebas pewangi dan pewarna.

“Banyak merek dengan produk ‘bebas dan jernih’,” ujar Dr. Theos. “Pelembut kain mesti dihindari dalam bentuk apapun.”

READ:  5 Alasan Mengapa Ipad Buruk Untuk Tumbuh Kembang Anak  

Gunakan pula deterjen jenis ini untuk seluruh keluarga.

“Ruam bisa muncul dimanapun pada tubuh (bayi) yang tertutup pakaian atau pada wajah, seiring kontak dengan selimut atau pakaian orang tua,” ujar Dr. Theos.

5. Gunakan moisturizer

Apakah kulit bayi yang masih halus juga perlu moisturizer seperti ayah ibunya? Benar. Dr. Theos mengatakan untuk menggunakan krim atau salep emollient segera setelah mandi untuk menghindari kulit kering. Oleskan lebih sering moisturizer pada kulitnya jika kering atau terkena eksema.

“Krim dan salep lebih disarankan daripada lotion, yang lebih berpeluang mengiritasi kulit bayi yang baru terlahir,” ujar Dr. Theos.

Dalam iklim sejuk, kering, dingin, Dr. Badreshia-Bansal menyarankan para orangtua untuk menggunakan krim moisturizing ‘berat’ pada bayi mereka setidaknya dua kali sehari. “Semakin berminyak, semakin baik,” ungkapnya.

(foto: nivea.com)