Loading...

Hati-Hati, Jus Buah Juga Bergula Tinggi

Penulis: Riyadh Rubrik: Kesehatan

Siapa yang tak suka minum jus buah? Apalagi buah favorit seperti alpukat, pisang, stroberi, dan banyak pilihan lainnya. Namun tahukah Anda, jus buah tak bisa diminum sembarangan begitu saja?

Dua peneliti medis menuliskan dalam salah satu jurnal The Lancet, dimana mereka berpendapat bahwa dikarenakan tingginya kandungan gula, jus buah bisa seburuk minuman bergula lainnya seperti minuman berkarbonasi dan soda.

Jus Buah

Loading...

Naveed Sattar, profesor dari Metabolic Medicine, dan Dr. Jason Gill, keduanya dari Institut Kardiovaskuler dan Sains Medis, Universitas Glasgow di Skotlandia, mengajukan pada pemerintah Britania Raya untuk mengganti panduan kesehatan dengan mengecualikan seporsi jus buah dari daftar penyajian buah dan sayur yang ada.

Jus Buah Sebagai Minuman Harian Berpeluang Kontra-Produktif

Dalam makalahnya, yang dipublikasikan dalam The Lancet Diabetes & Endocrinology, sebagaimana dilansir dalam Medical News Today, Selasa (11/02/14), mereka berpendapat memasukkan jus buah dalam panduan menu sehat harian sebagai hal yang  “berpeluang kontra-produktif,” karena hal tersebut mengarahkan orang beranggapan bahwa jus buah sama sehatnya dengan makanan sehat lainnya sehingga tak perlu dibatasi, sebagaimana halnya kasus kurangnya makanan sehat.

Mereka juga mendesak perusahaan makanan untuk meningkatkan label kemasan jus buah agar menginformasikan konsumen mereka tak boleh minum lebih dari 150 mililiter per harinya dari produk tersebut.

Jus buah mesti disoroti karena pakar medis baru-baru ini mulai mengamati lebih dekat kaitan antara asupan gula yang tinggi dengan resiko penyakit jantung.

Pada tahun 2012, periset di Harvard melaporkan dalam jurnal Circulation bahwa konsumsi harian minuman bergula meningkatkan resiko penyakit jantung pada pria. Dua tahun sebelumnya, peneliti mempresentasikan dalam  konferensi American Heart Association mengatakan bahwa konsumsi gula orang-orang Amerika telah membawa pada lebih banyak kasus diabetes dan penyakit jantung selama satu dekade ini.

Jus Buah Bukan Lagi Alternatif Rendah

Dr. Gill mengatakan “agaknya terdapat mispersepsi yang nyata bahwa jus buah dan smoothies merupakan alternatif rendah gula dibandingkan minuman berpemanis.”

Prof. Sattar menjelaskan:

“Jus buah memiliki kepadatan energi dan kandungan gula yang sebanding dengan minuman manis lainnya, sebagai contoh: 250 ml jus apel biasanya mengandung 110 kkal dan 26 gram gula; dan 250 ml kola biasanya mengandung 105 kkal and 26.5 gram gula.”

Ia mengatakan riset ini merupakan permulaan untuk menunjukkan tak seperti asupan buah utuh, dimana konsumsi tinggi buah utuh nampak dikaitkan baik dengan pengurangan atau netralnya resiko terhadap diabetes, asupan jus buah yang tinggi dikaitkan dengan meningkatnya resiko diabetes.

“Segelas jus buah pada hakekatnya mengandung gula lebih banyak dibandingkan sebiji buah asli; sebagai tambahan, banyak kebaikan pada buah – sebagai contohnya serat – tak ditemukan pada jus buah atau ada padanya dalam jumlah yang lebih kecil,” tambahnya.

Selain itu, meskipun jus buah mengandung vitamin dan mineral yang kebanyakan tak ada pada minuman berpemanis, tingkat nutrien pada jus buah kebanyakan tak akan cukup untuk menutupi efek tak sehat yang dimiliki konsumsi berlebihannya pada metabolisme, ujar Dr. Gill.

Dalam makalahnya mereka mengacu pada percobaan dimana sukarelawan meminum setengah liter jus anggur asli setiap hari selama 3 bulan. Dan hasilnya menunjukkan bahwa meskipun jus anggur kaya khasiat jus anggur,  jus buah membawa pada peningkatan resistensi insulin dan pinggang yang lebih besar pada orang dewasa yang kelebihan berat badan.

Buruknya Kesadaran Publik

Peneliti melaporkan polling online terhadap lebih dari 2.000 orang dewasa yang menguji kesadaran publik akan kandungan gula pada jus buah. Responden diminta untuk melihat gambar kemasan berisi minuman non alkohol dan memperkirakan seberapa banyak gula dalam takaran sendok teh yang terkandung di sana.

Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun semua minuman mengandung kandungan gula yang sama, rata-rata responden menilai kandungan gula pada jus buah dan smoothies 48 persen lebih rendah, dan menilai minuman berkarbonasi rata-rata lebih tinggi 12 %.

Prof. Sattar mengatakan terdapat alasan kesehatan publik yang kuat untuk mematok pajak atau menarget minuman berpemanis dengan cara tertentu, sebagai cara untuk mengurangi konsumsinya. Namun ia dan Dr. Gill tidak sampai menyerukan anak-anak untuk tak meminum jus buah sama sekali, yang mana beberapa orang telah menyuarakannya di AS.

Meski begitu, mereka mendesak pembuat kebijakan kesehatan publik untuk memasukkan jus buah dalam isu perdebatan (dampak kesehatan) minuman manis.

Menilai temuan studi ini, sebaiknya Anda membatasi meminum jus buah tak lebih dari 150 mililiter.

(Foto: medimanage.com)