Loading...

Hindari 5 Penyebab Sakit Kepala Berikut Ini!

Penulis: Riyadh Rubrik: Kesehatan

TERUSKAN.COM – Tagihan, tenggat waktu, dan tangisan bayi: semua itu cukup menjamin membuat Anda sakit kepala. Namun sumber lain nyeri otak, seperti postur tubuh atau asupan cairan, cenderung terabaikan.

Penyebab Sakit Kepala

Kurangi penggunaan obat pereda nyeri. Cek lima penyebab sakit kepala berikut sebagaimana diulas oleh Men’s Health, Rabu (26/02/14), sehingga Anda dapat menghindarinya dan menjaga pikiran dalam kondisi terbaik sepanjang hari.

Loading...

1. Anda terlalu stres

Penelitian baru menegaskan stres secara harfiah merupakan sakit kepala. Peneliti Jerman mengikuti lebih dari 5.000 orang selama dua tahun dan menemukan bahwa semakin sering Anda stres, kemungkinan Anda lebih besar menderita baik sakit kepala tipe tegang maupun sakit kepala migren.

Untuk setiap 10-poin kenaikan pada skala stres 100-titik terdapat 6,3 persen peningkatan dalam jumlah orang yang dilaporkan sakit kepala. Apa yang dapat Anda lakukan: jadwalkan pijat, terutama selama masa penuh stres.

Para peneliti di University of Granada menemukan bahwa hanya satu sesi selama 30 menit menggosok dengan teknik trigger point/ titik pemicu -menargetkan daerah penenang respon “lari atau lawan”- dapat menurunkan kecemasan dan ketegangan fisik yang terkait dengan gangguan sakit kepala.

2. Anda tak minum cukup air

Ketika peneliti di Belanda membagi penderita yang sering sakit kepala menjadi dua kelompok -salah satunya diminta mengonsumsi tambahan enam gelas air per hari-sekitar setengah dari orang-orang dalam kelompok penenggak air  ini mengalami penurunan rasa nyeri dan tingkat keparahan sakit kepala mereka, tetapi hanya 25 persen dari kelompok yang bukan peminum air.

Satu teori menjelaskan alasannya: dehidrasi menyebabkan volume darah Anda menurun, yang dapat mengakibatkan pembuluh darah melebar hingga memicu sinyal rasa sakit.

Simpanlah botol air di dekat Anda dan targetkan menyesap minimal delapan gelas per hari.

3. Anda mengunyah terlalu banyak permen karet 

Nafas segar memiliki bayarannya sendiri: ketika para peneliti meminta penderita sakit kepala yang biasa mengunyah permen karet meninggalkan kebiasaan ini selama sebulan, 86 persen melaporkan perbaikan dalam gejala sakit mereka dan banyak yang mengalami kesembuhan sepenuhnya.

Pemanis buatan aspartam dapat memicu denyut-denyut di kepala dan tindakan berulang mengunyah dapat menghasilkan ketegangan otot di rahang dan tengkorak.

Tinggalkan permen karet atau ganti dengan permen bebas aspartam selama satu bulan dan lihat apakah gejalanya membaik.

4. Anda mengalami depresi

Pria lebih cenderung menderita gejala fisik dari depresi -seperti sakit kepala, pusing, dan masalah pencernaan- dibandingkan wanita. Karena perasaan kepala yang tergencet tak sejelas gejala seperti kesedihan ataupun menangis, depresi bisa berlarut-larut tanpa terdeteksi.

Bahkan melebihi itu: peneliti Oxford menunjukkan bahwa depresi dapat mempengaruhi mekanisme sirkuit neural dengan cara yang meningkatkan persepsi rasa sakit Anda.

Menyadari seringnya sakit kepala baru-baru ini? Waspadai tanda-tanda lain dari depresi seperti kesulitan tidur, marah, mudah tersinggung,dan carilah bantuan.

5. Anda terkena penyakit Lyme

Jika Anda baru saja berjalan kaki di luar di daerah hutan atau berumput, penyakit Lyme merupakan kekhawatiran yang beralasan- dan sakit kepala adalah salah satu gejala yang paling umum.

Bahkan, penyakit Lyme jauh lebih umum daripada yang diperkirakan sebelumnya. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, lebih dari 300.000 orang di Amerika Serikat mungkin mengidap penyakit menular melalui kutu setiap tahunnya, yang 10 kali lebih tinggi dari laporan sebelumnya.

Bila tak diobati, bakteri dapat menyebabkan infeksi yang menyebar ke sendi, jantung, dan sistem saraf. Jika Anda merasakan seringnya sakit kepala disertai demam, kelelahan, atau nyeri otot segera hubungi dokter Anda.

(Foto: menshealth.com)