Loading...

Puisi Air Mata Buaya, Puisi Satir Yang Ditujukan Pada Siapa?

Penulis: Tim Redaksi Rubrik: News, Politik
Puisi Air Mata Buaya, Puisi Satir Yang Ditujukan Pada Siapa?

Puisi Air Mata Buaya, Puisi Satir Yang Ditujukan Pada Siapa?

TERUSKAN.COM – Di masa kampanye ini memang sering memberikan cerita – cerita menarik bagi pelaku politik maupun masyarakat. Serangan politik dengan berbagai macam cara dapat dilakukan untuk merebut hati masyarakat atau bahkan menjatuhkan pihak tertentu dalam politik.

Salah satu “agresi” yang dilakukan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon adalah mengirimkan pesan massal melalui jaringan Blackberry Messenger. Tidak seperti biasanya, Fadli Zon kali ini mengirimkan pesan berupa puisi satir yang berjudul “Air Mata Buaya” ke publik.

Loading...

Dalam puisi “Air Mata Buaya” ini. Fadli Zon menulis sindiran kepada sosok yang selalu menampilkan kesederhanaan tapi hobi menghambur – hamburkan uang, mengaku jujur namun berdusta, mengaku nasionalisme tapi menjual asset negara.

Banyak spekulasi tentang kepada siapa puisi ini ditujukan Sayangnya, Fadli masih enggan untuk mengungkap kepada siapa puisi ini ditujukan. Tetapi, isi dari puisi ini mirip dengan sindiran yang sering dilontarkan Prabowo kepada PDIP

PDIP: Sabar!

Menanggapi hal tersebut, ketua DPP PDIP Komaruddin Watubun berpendapat bahwa PDIP memilili hal yang lebih besar untuk diselesaikan daripada menanggapi puisi “Air Mata Buaya” itu. Dia juga heran kenapa Gerindra tak henti – hentinya melempar sindiran ke PDIP.

“Kami lebih berpikir hal yang lebih besar daripada serang menyerang. Kepala boleh panas, hati tetap harus dingin,” ujarnya seperti yang dilansir di detik (26/3/2014)

Berikut puisi “Air Mata Buaya” yang ditulis oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon yang beredar di jaringan BlackBerry Messenger, Rabu (26/3):

Airmata Buaya

Kau bicara kejujuran sambil berdusta

Kau bicara kesederhanaan sambil shopping di Singapura

Kau bicara nasionalisme sambil jual aset negara

Kau bicara kedamaian sambil memupuk dendam

Kau bicara antikorupsi sambil menjarah setiap celah

Kau bicara persatuan sambil memecah belah

Kau bicara demokrasi ternyata untuk kepentingan pribadi

Kau bicara kemiskinan di tengah harta bergelimpangan

Kau bicara nasib rakyat sambil pura-pura menderita

Kau bicara pengkhianatan sambil berbuat yang sama

Kau bicara seolah dari hati sambil menitikkan air mata

Air mata buaya

Fadli Zon, 26 Maret 2014