Loading...

Pesawat Kepresidenan RI dari Masa ke Masa

Penulis: Nanie Rubrik: News

TERUSKAN.COM – Sebagai pemimpin sebuah negara, Presiden akan sering melakukan kunjungan ke berbagai daerah ataupun negara.  Seringnya kunjungan kerja ke daerah yang jauh dari pusat pemerintahan, mengharuskan pemimpin negara memiliki alat transportasi khusus. Dalam hal ini adalah pesawat kepresidenan.

Hampir semua pemimpin memiliki pesawat yang khusus digunakan untuk kegiatan kunjungan ke daerah atau ke negara lain. Demikian juga dengan negara kita, Indonesia.

Hanya 3 tahun sejak merdeka, di era Presiden Soekarno, negara kita sudah memiliki pesawat kepresidenan hasil sumbangan rakyat Aceh. Setelahnya, kita banyak menyewa pesawat untuk dijadikan pesawat kepresidenan. Kini di akhir era Presiden SBY, sejarah baru tercipta dengan adanya pesawat kepresidenan yang dibeli khusus untuk tugas tersebut.

Loading...

Apa saja pesawat kepresidenan yang pernah mengangkut pemimpin Republik Indonesia ini?

Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini pesawat-pesawat yang digunakan oleh RI1 :

I. Presiden Soekarno (1945-1967)

1. DC-3 Dakota

DC-3 Dakota

Pemerintah Indonesia membeli Douglas DC-3 Dakota Bernama “Seulawah” yang uangnya merupakan sumbangan dari saudagar Aceh. Direktorat Penerbangan Sipil AURI memberikan registrasi RI-001 pada pesawat tersebut sebagai identitas pesawat kepresidenan.

Ironisnya, RI-001 tidak pernah tidak pernah sekalipun mengangkut Presiden Soekarno. yang sempat diterbangkan hanya Wakil Presiden Mohammad Hatta untuk acara kunjungan ke wilayah Sumatera selama sebulan. Meski demikian,  pesawat ini menjadi modal bagi Indonesia dalam perjuangan melawan Belanda dengan membentuk pesawat charter bernama Indonesia Airways di Burma.

2. DC-8 PANAM

Pesawat yang disewa Pemerintah RI dari Pan American World Airways (PanAm) Amerika Serikat (AS) untuk keperluan pejalanan Presiden Soekarno ke luar negeri.

Kisah menarik terjadi ketika melawat ke Moskow pada Oktober 1960, Soekarno memilih menggunakan pesawat DC-8 PANAM. Nikita Khrushchev (Sekjen Partai Komunis Uni Soviet) sempat berang karena tidak ada satupun pesawat komersial AS memiliki route ke Uni SOviet.

Usul menjemput Soekarno dengan pesawat buatan Uni Soviet ditolak mentah-mentah karena pesawatnya dianggap kurang nyaman  oleh Presiden RI yang pertama itu. Uni Soviet akhirnya menyerah. Tapi, agar tak kehilangan muka, DC-8 PANAM yang diparkir sengaja diapit oleh dua unit Tupolev Tu-114, milik Aeroflot yang waktu itu menjadi pesawat komersial terbesar di dunia.

3. Boeing 707 PanAm

Boeing 707 PanAm

Pada April 1961, ketika berkunjung ke AS dan bertemu dengan presiden Kennedy, Soekarno  menyewa pesawat Boeing 707 milik Pan American World Airways (PANAM), lengkap dengan crew-nya. Sebab, pada waktu itu Garuda belum memiliki pesawat komersial untuk penerbangan jarak jauh.

4. Lockheed C-140 Jetstar

Lockheed C-140 Jetstar

Sekembali Presiden Soekarno dari AS, pemerintah negara tersebut menghadiahi Indonesia dengan pesawat Lockheed C-140 Jetstar yang diberi nama Saptamarga, Irian, dan Pancasila.

Salah satu pesawat ini sempat dijadikan sebagai pesawat kepresidenan yang stand by di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma untuk mengevakuasi presiden manakala bila terjadi ancaman.

5. Ilyushin Il-18

Ilyushin Il-18

Tidak mau kalah dengan AS, Presiden Uni Soviet Nikita Kruschev menghadiahi dua unit pesawat Ilyushin Il-18 untuk Presiden Soekarno. Pesawat ini kemudian menjadi salah satu pesawat kepresidenan RI dan diberi nama Dolok Martimbang.

Pesawat bermesin propeller ini digunakan Presiden Soekarno untuk melakukan kunjungan di dalam negeri dan ke kawasan regional Asia Tenggara.

6. Convair 990 Garuda Indonesia Airways

Convair 990 Garuda Indonesia Airways

Tahun 1963 Garuda Indonesia Airways membeli Convair 990. Kehadiran pesawat jet Convair 990A menjadi pesawat kepresidenan untuk terbang ke luar negeri, di antaranya saat kunjungan ke negara – negara Asia seperti Kamboja, Korea Utara, dan Jepang, serta saat emnghadiri konferensi Asia-Afrika di Aljazair pada tahun 1965.

II. Presiden Soeharto (1967-1998)

1. C-130 Hercules TNI AU

C-130 Hercules TNI AU

Di awal pemerintahannnya di tahun 1967, Presiden Soeharto menggunakan C-130 Hercules untuk berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia. Memang Hercules untuk keperluan Presiden ini tidak sama dengan Hercules biasa. Kabinnya dibuat nyaman untuk mengangkut VVIP.

2. DC-8 Garuda Indonesia Airways

DC-8 Garuda Indonesia Airways

Presiden Soeharto juga sempat menggunakan pesawat yang disewa Pemerintah RI dari maskapai Garuda Indonesia ini untuk berkunjung ke luar negeri di masa awal pemerintahannya.

Sejarah mencatat, bahwa pada 1967, pesawat Douglas DC-8 milik Garuda Indonesia Airways menjadi pesawat Kepresidenan setelah Presiden Soeharto melakukan kunjungan pertama ke luar negeri (Tokyo) untuk mengambil pinjaman dari pemerintah Jepang.

3. Avro RJ-185 dan Fokker 28 Pelita Air Service

Presiden Soeharto kerap menggunakan 2 pesawat yang disewa dari anak perusahaan Pertamina ini untuk kunjungan di dalam negeri sampai era 80-an dan 90-an awal. Avro RJ-185 kelak masih dipakai 3 presiden setelah Soeharto yaitu Habibie, Gus Dur dan Megawati untuk perjalanan di dalam negeri.

4. DC-10 Garuda Indonesia

DC-10 Garuda Indonesia

Di era 80an, Presiden Soeharto menggunakan pesawat DC-10 yang disewa pemerintah dari Garuda Indonesia. Pesawat bermesin tiga buatan McDonell Douglas, AS ini sering menjadi trademark Soeharto kala berkunjung ke luar negeri.

5. MD-11 Garuda Indonesia

MD-11 Garuda Indonesia

Memasuki era 90-an, Garuda Indonesia mengganti armada DC-10 nya dengan MD-11. Masih model mesin 3 seperti halnya DC-10 namun dengan mesin yang lebih kuat dan adanya winglet di ujung-ujung sayapnya.

Tampaknya Presiden Soeharto atau pemerintah saat itu menyukai pesawat model 3 mesin untuk fasilitas presiden. Bahkan MD-11 beregistrasi PK-GIM menjadi saksi bisu bagi perjalanan terakhir Soeharo dari Mesir ke Jakarta sebagai presiden RI di tengah kerusuhan Mei 1998.

III. Presiden BJ. Habibie (1998-1999)

1. Avro RJ-185 Pelita Air

Presiden Habibie hanya sebentar menjabat presiden. Dia menggunakan pesawat milik Pelita yang pernah digunakan Soeharto saat jadi presiden.

Sebagai presiden, Habibie hampir tidak pernah ke luar negeri. Menurut catatan, saat menghadiri KTT ASEAN di Singapura, Habibie berangkat pagi dan pulang malam dengan menggunakan pesawat Avro RJ-185 Pelita Air.

IV. Presiden Abdurrahman Wahid (1999-2001)

1. Boeing 707 TNI AU

Boeing 707 TNI AU

Presiden yang akrab dipanggil Gus Dur ini pernah menggunakan pesawat Boeng 707 VVIP TNI AU untuk perjalanan keluar negeri.

Namun ada satu kisah saat Presiden Gus Dur hendak berkunjung ke Australia. Sampai di atas Darwin, pesawat mengalami kebocoran oli sehingga harus mendarat darurat di Pangkalan AU Australia di Darwin.

2. MD-11 Garuda Indonesia

Presiden Gus Dur masih menggunakan pesawat MD-11 yang disewa dari Garuda Indonesia untuk perjalanannya ke luar negeri.

3. Avro RJ-185

Pesawat milik Pelita Air ini sering dipergunakan Presiden Abdurrahman Wahid untuk perjalanannya di dalam negeri.

V. Presiden Megawati Soekarnoputri (2001-2004)

1. MD-11 Garuda Indonesia

Presiden Megawati Soekarnoputri melanjutkan masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. Megawati tidak terlalu sering mengadakan kunjungan ke luar negeri. MD-11 yang disewa dari Garuda Indonesia adalah pesawat yang dipergunakan.

2. Avro RJ-185

Seperti halnya Soeharto, BJ.Habibie, dan Abdurrahman Wahid, pesawat milik Pelita Air ini sering dipergunakan Presiden Megawati untuk perjalanannya di dalam negeri.

VI. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2014)

1. Airbus A330-300 Garuda Indonesia

Airbus A330-300 Garuda Indonesia

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kerap menggunakan pesawat Airbus A330-300 yang disewa dari maskapai Garuda Indonesia.

2. Boeing 737 Garuda Indonesia

Untuk perjalanan di dalam negeri atau regional, Presiden yang kerap dipanggil SBY ini menggunakan Boeing 737 yang juga disewa dari Garuda Indonesia. Dimensi dan kapasitas pesawat ini memang lebih kecil daripada Airbus A330.

3. BBJ2 Indonesia One

Dengan kedatangan pesawat kepresidenan yang diberi nama “Indonesia One” pada awal april 2014, bisa dipastikan Presiden SBY masih bisa menggunakan pesawat tersebut di ujung masa jabatannya.

Dengan pesawat kepresidenan yang dipesan khusus oleh Sekretariat Negara seharga Rp. 847 Milyar ini, diharapkan dapat menghemat anggaran perjalanan dinas Presiden dan tidak menganggu jadwal penerbangan komersial Garuda jika Presiden tiba-tiba membutuhkan pesawat.

Standar keamanan dan kenyamanan pesawat  baru ini pun dibuat layak untuk seorang presiden. Pesawat akan dimiliki oleh Sekretariat Negara RI dan operasional serta perawatannya akan diserahkan kepada TNI AU.