Loading...

Tips Terhindar dari Halitosis Saat Berpuasa

Penulis: Nuzulia Rubrik: Kesehatan

Tips Terhindar dari Halitosis Saat BerpuasaTERUSKAN.COM – Halitosis atau yang dikenal dengan bau mulut adalah salah satu masalah kesehatan yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari, terlebih lagi saat berpuasa.

Halitosis merupakan suatu kondisi medis dimana tercium bau tidak menyenangkan saat menghembuskan nafas.

Hal ini dikarenakan saat berpuasa lambung kita kosong, dan meskipun kosong, lambung tetap mengeluarkan enzim untuk mencerna makanan. Karena tidak ada makanan yang dicerna maka cairan ini kemudian menimbulkan bau.

Loading...

Sebab lain yang dapat mempengaruhi terjadinya halitosis adalah adanya bakteri yang berada di dalam mulut atau makanan dengan bau yang tajam. Halitosis bisa terjadi pada siapa saja, baik pada orang dewasa maupun anak-anak.

Istilah medis untuk bau mulut lainnya adalah fetor oris, ozostomia, atau stomatodysodia.

Tentunya jika hal ini terjadi pada kita, akan menimbulkan kesan yang buruk. Lalu, bagaimana agar bisa terhindar dari masalah yang satu ini?

1. Sikat gigi secara teratur setelah makan (sahur)

Dengan menyikat gigi secara teratur, terlebih setelah makan sahur, akan menghilangkan sisa-sisa makanan yang masih tertinggal di dalam mulut.

Jika menunda untuk menyikat gigi, sisa makanan yang terlalu lama tertinggal di dalam mulut dapat menjadi bakteri yang dapat menimbulkan bau mulut.

2. Berkumur dengan obat kumur, setelah sikat gigi

Berkumur dengan obat kumur, dapat membantu mengurangi bakteri penyebab bau di dalam mulut. Jika tidak memiliki obat kumur, bisa menggantinya dengan berkumur menggunakan air garam atau air rebusan daun sirih.

3. Minum setidaknya dua gelas air saat sahur

Salah satu yang bisa menyebabkan bau mulut saat berpuasa adalah mulut yang kering karena kurang minum. Saat mulut terasa kering, bakteri penyebab bau mulut bisa“merajalela.” Maka pastikan Anda cukup minum saat bersantap sahur.

4. Tidak mengkonsumsi makanan yang berbau tajam 

Mengkonsumsi makanan berbau tajam seperti bawang putih, petai, jengkol dan lainnya saat santap sahur, bisa jadi dapat menyebabkan bau mulut. Karena meskipun sisa-sisa makanan di dalam mulut sudah habis, napas bisa tetap bau karena kandungan aktifnya akan diserap dalam darah dan dikeluarkan melalui paru-paru.

5. Banyak mengkonsumsi buah dan sayur

Banyak mengkonsumsi buah dan sayur yang kaya akan serat dan vitamin C sangat baik untuk menghindari halitosis atau bau mulut.

Hal ini dikarenakan makanan yang kaya akan serat dan vitamin C selain akan memperlancar pencernaan, juga dapat memperbanyak produksi air liur, yang mana air liur ini sangat efektif untuk membunuh kuman dan bakteri yang dapat menyebabkan bau mulut.

Buah dan sayur yang dapat dikonsumsi agar bisa terhindar dari bau mulut antara lain apel, strawberry, jagung, kentang, jeruk, anggur, dan lain-lain.

Selain itu, konsumsilah teh hijau agar bisa terhindar dari bau mulut saat berpuasa. Nah, selamat berpuasa.

(photo: http://laser-gum-dentist.com)