Loading...

7 Cara Mengatasi Kemarahan Anak

Penulis: Mayrani Rubrik: Keluarga

TERUSKAN.COM – Balita memang seringkali marah. Ia mencoba untuk mengekspresikan kemarahannya di dunia yang kompleks melalui rengekan. Orang tua harus tetap tenang dan sabar selama episode ini.

Apa yang harus dilakukan orangtua? Ada metode yang telah terbukti untuk mengarahkan atau mengalihkan perhatian anak tanpa hukuman. Tips ini akan membantu orangtua melewati tahun-tahun yang penuh gejolak hingga masa pubertas kemudian tiba.

7 Cara Mengatasi Kemarahan Anak

Loading...

1. Hentikan sebelum dimulai

Biarkan anak tahu lebih dulu apa yang akan terjadi. “Sepuluh menit lagi waktunya tidur.” Atau “Satu putaran lagi sebelum waktu makan malam yaa.” Dengan cara ini, anak sudah mampu mengantisipasi tanpa terkejut.

Bicarakan seluruh kegiatan dengan anak. Misalnya, membahas item yang sedang dibeli, makan apa untuk makan malam, atau hari anak. Dengan cara ini anak memiliki lebih banyak hal untuk dipikirkan alih-alih menjadi marah atau frustrasi.

2. Alihkan dan alihkan

Untungnya, anak-anak sangat mudah dialihkan.

Taruh beberapa beras atau kacang dalam Pringles, tutup, dan biarkan anak mengocoknya. Berikan anak sendok kayu dan panci dan wajan untuk dipuku. Buka majalah dan tunjukkan gambar-gambar yang cerah.

Buku bergambar dapat menjadi distraksi yang bagus. Berikan anak permainan gelembung dan bermain air. Ajak ia berjalan-jalan di halaman belakang.

3. Berikan pilihan sederhana

Membiarkan anak membuat pilihan sendiri membantu mereka merasa lebih mandiri dan terkendali.

Batasi pilihan hanya dalam dua hal. Tanyakan, “Apakah kamu ingin memakai sepatu merah atau biru hari ini?,” bertelanjang kaki tidak termasuk dalam pilihan. Atau tanyakan, “Mau susu atau jus apel untuk makan siang hari ini?,” ini menghilangkan soda sebagai pilihan.

Ingat! Spesifiklah dan batasi pilihan mereka.

4. Tetap tenang dan tarik napas

Berurusan dengan kemarahan yang meningkat tentu sulit bagi setiap orang tua. Tarik napas dan hitung sampai sepuluh sebelum menghadapi masalah ini.

Jika orang tua yang marah, anak bisa menangkap emosi dan menjadi mudah frustrasi. Jika biasa, berjalanlah ke luar ruangan. Lebih baik lagi jika Anda menyuruh anak tidur selama beberapa saat, sehingga Anda bisa menyendiri dan tenang menghadapi situasi.

5. Biarkan anak menangis

Membiarkan anak menangis dan mengeluarkan rasa frustrasinya adalah semacam katup pelepasan dalam situasi ini. Hal ini terutama terjadi ketika kemarahan belum berhenti pada waktunya.

Kadang-kadang lebih baik mengabaikan anak dan biarkan ia meneriakkan kemarahannya. Anda mungkin ingin  mencoba untuk tidak berbicara dengan anak sampai ia selesai mengamuk dan kemudian libatkan anak dalam kegiatan yang menyenangkan.

6. Berikan pelukan

Meskipun ada kemungkinan bahwa anak Anda mungkin terlibat dalam beberapa perilaku yang tidak baik, berikan sebuah pelukan.

Para ilmuwan mengatakan bahwa pelukan membantu anak merasa lebih memegang kendali. Langkah ini membantu anak merasa lebih baik seketika ketika mereka mungkin merasa tidak berdaya dan tidak bahagia.

Sebuah pelukan sederhana juga merupakan cara untuk membiarkan anak tahu bahwatak mengapa untuk sesekali marah.

7. Tawarkan cemilan

Merasa lapar atau lelah berada dalam daftar atas balita yang mengamuk. Sediakan secangkir buah, yogurt, atau cemilan sehat lainnya dan biarkan anak makan dengan tenang.

Ini semacam time-out untuk kedua orang tua dan anak, karena anak diberikan sedikit ruang untuk bernapas atau memikirkan semuanya.

(photo: http://missionalmotherhood.com)