Loading...

Tips Meningkatkan Harga Diri Anak

Penulis: Mayrani Rubrik: Keluarga

TERUSKAN.COM – Harga diri yang sehat adalah sesuatu yang kebanyakan orang tua berusaha untuk tanamkan dalam diri anak-anak mereka. Memiliki “harga diri yang sehat” berarti mampu mengakui aspek positif maupun negatif dari diri seseorang tanpa merasa superior ataupun inferior.

Sifat ini telah dikaitkan dengan hasil yang lebih baik dalam hubungan, karir, dan kesejahteraan umum. Jadi bagaimana bisa orang tua membantu anak-anak mereka mencapai harga diri yang sehat?

Tips Meningkatkan Harga Diri Anak

Loading...

1. Lakukan kontak mata dan tersenyum ketika anak Anda masuk ke ruangan

Tunjukkan bahwa kehadirannya anak Anda sangat berarti dan menyenangkan bagi Anda.

2. Berikan pujian spesifik atas usaha anak

Katakan padanya bahwa Anda bangga ia berolahraga setiap pagi, bukan hanya berfokus pada kenyataan bahwa ia mendapatkan tempat pertama dalam lomba atau memberitahunya bahwa ia melakukan “pekerjaan besar.”

3. Dengarkan anak

Pertimbangkan pikiran dan perspektif anak Anda untuk dipertimbangkan, bahkan dan terutama ketika Anda tidak setuju.

4. Berikan perhatian penuh setiap hari

Anak Anda berharga bagi Anda, dan waktu yang dihabiskan bersamanya harus diprioritaskan dan dinikmati.

5. Berikan tugas/tanggung jawab sesuai dengan usia anak

Anak Anda adalah bagian penting dari keluarga.

6. Berempati pada anak ketika ia marah atau sedih

Tunjukkan empati Anda bahkan dan terutama ketika anak tidak berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan.

7. Biarkan anak Anda tahu bahwa normal untuk merasakan hal yang ia rasakan

Dengan kata lain, sahkan perasaan-perasaannya daripada mencoba untuk memberitahu bahwa ia tidak perlu merasa seperti itu.

8. Ketika disiplin diperlukan, bimbing dan simpulkan dengan pelajaran di balik sikap disiplin, bukan dengan marah dan hukuman

Jelaskan kepada anak Anda mengapa mengatakan yang sebenarnya sangat penting, dan bahwa konsekuensinya bukanlah hukuman tetapi untuk membantu ia mengingat untuk tidak berbohong.

9. Jangan memecahkan masalah anak

Biasakan untuk menanyakan pada anak Anda apa atau saran untuk menangani kekecewaan dan pemecahan masalah. Tawarkan ide-ide Anda sebagai konsultan, bukan penyelamat.

10. Biarkan anak Anda gagal dan bangkit kembali

Ketika anak Anda kehilangan barangnya, ia dapat menangani dengan menabung uang jajannya untuk membeli yang baru, daripada harus Anda menggantinya.

Anak Anda dapat menangani kesulitan dalam belajar dengan mengambil pelajaran tambahan, bukan Anda yang harus menghadap guru untuk mengatur agar nilainya cukup.

11. Setelah anak Anda kecewa, bertindak, atau membuat kesalahan, disiplin dan lainnya, dan biarkan berlalu

Tawarkan kritik, pengalihan, dan konsekuensi dengan fakta menyangkut masalah. Disiplin adalah untuk dididik, bukan untuk menunjukkan penghinaan, menghilangkan frustrasi, dan menyimpan dendam.

12. Hindari bertemu dengan anak hanya untuk membuatnya merasa seperti orang bodoh

Jika anak Anda berjuang dengan tugas saat membersihkan kamarnya, dengan tenang membuat grafik. Jika anak Anda berjuang dengan pembagian sederhana, tapi masih ada setumpuk hal yang harus diperlajari, bersabarlah.

13. Berbagi cerita tentang masa muda Anda

Berikan pelajaran pada anak dengan menceritakan masa muda Anda, saat Anda membuat banyak kesalahan.

14. Katakan maaf ketika Anda membuat kesalahan

“Ketidaksempurnaan” adalah hal yang biasa bagi orang tua dan tidak apa-apa bagi anak Anda.

(photo: www.lifehack.org)