Loading...

Mendeteksi Penyakit Gagap Sejak Dini

Penulis: Dian Anastasia Rubrik: Wanita

TERUSKAN.COM – Gagap merupakan suatu gangguan berbicara yang terjadi akibat bawaan. Dapat terindikasi dengan tersendatnya pengucapan kata-kata atau rangkaian kalimat ketika diucapkan.

Sulitnya berbicara dari kehilangan ide untuk mengeluarkan kata-kata, pengulangan beberapa suku kata, kesulitan mengeluarkan bunyi pada huruf-huruf tertentu, dan ketidakmampuan mengeluarkan kata-kata sama sekali.

Gagap biasanya berhubungan dengan masalah kepercayaan diri dan mudah gugup. Bukan hanya bawaan sejak kecil, penyakit gagap juga terjadi saat berbicara dengan orang lain yang baru dikenal.

Loading...

Cara Mendeteksi Penyakit Gagap

Penderita gagap yang berhadapan dengan situasi dan seseorang yang membuatnya gugup, maka reaksi pada tubuh yang sering terjadi adalah ketegangan yang terlihat saat berbicara yang dibarengi oleh gerakan-gerakan wajah, gerakan kaki, tangan, dan sebagainya sehingga suara tidak terdengar nyaring.

Penyebab Penyakit Gagap

Penyakit gagap disebabkan oleh faktor fisik maupun psikologis. Penyebab fisik, yaitu berasal dari keturunan yang menyebabkan ketidaksempurnaan secara fisik seperti gangguan pada syaraf bicara, gangguan alat bicara, keterbatasan lidah.

Biasanya terjadi pada balita dan sebaiknya orangtua mulai memperhatikan keanehan anak-anaknya. Alat-alat bicara, seperti lidah dan bibir ada baiknya dilatih sejak umur 12 bulan untuk menghindari kegagapan pada balita.

Penyebab penyakit gagap lainnya adalah psikologis, yaitu suatu ketegangan yang berasal dari reaksi seseorang terhadap lingkungannya, stres mental, gugup, tidak mudah tenang. Akibatnya sesuatu yang dirasakan tidak dapat dilakukannya. Pada dasarnya penyebab psikologis ini terjadi kepada siapa pun dan di manapun.

Ketenangan adalah salah satu kuncinya, karena pada dasarnya seorang penderita gagap tidak mudah mendapatkan ketenangan dari lingkungannya. Justru kepanikanlah yang cepat muncul.

Berdasarkan penelitian yang ada, penderita gagap lebih banyak disebabkan karena faktor psikologis dibanding fisiologis. Misalnya, rasa trauma yang berlebihan, ketakutan yang memuncak, kecemasan disertai keringat dingin, dan kesedihan pada masa kecil bisa menyebabkan seseorang menjadi gagap sampai dewasa.

Cara Mengatasi Penyakit Gagap

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi gagap bicara, yaitu salah satuya dengan menjalani terapi dengan aromaterapi yang diformulasikan khusus untuk mengobati gagap bicara.

Cara tradisional lainnya juga ada, seperti memberikan minum kepada penderita gagap dari air yang ditaruh semalaman. Kepercayaan ini masih digunakan beberapa daerah, mereka percaya air embun dapat mengatasi kegagapan.

Akan tetapi, cara lain yang lebih efektif adalah membawa ke dokter.

Jenis-jenis Penyakit Gagap

Perlu diketahui bahwa penyakit gagap terdapat beberapa jenis, yaitu :

  • Gagap Perkembangan

Perkembangan penderita gagap biasanya pada usia 2-4 tahun. Kondisi ini tergolong wajar terjadi, karena sebuah rangkaian proses perkembangan bicara anak. Hal ini terjadi karena ketidaksinkronan emosi dengan pengaturan alat bicara.

Selain itu anak usia 2-4 tahun sedang belajar untuk berbicara. Perkembangan gagap akan hilang, setelah bertambahnya usia anak itu sendiri.

  • Gagap Sementara

Penderita gagap ini terjadi sekitar 5-8 tahun, karena faktor psikologis dari lingkungan. Psikologis anak yang terjadi biasanya kepanikan, kecemasan, ketakutan, dan keraguan. Gagap sementara ini akan lenyap sendiri, tanpa proses terapi tertentu.

Hanya saja sebagai orang tua, diperlukan kesabaran ekstra dan jangan mudah memarahi anak saat menunjukkan gejala gagap. Jika orangtua memaki anak yang gagap sementara secara beruntun, tidak menutup kemungkinan gagap menetap akan terjadi.

  • Gagap Menetap

Usia 8 tahun sampai dewasa adalah usia penderita gagap menetap. Jika sementara ini tidak disembuhkan tuntas, biasanya akan berlanjut sampai usia tua. Penyebab yang sering terjadi karena faktor psikologis, seperti cemas, stress, tidak percaya diri, takut akan dunia luar, jarang bergaul dengan orang lain, takut salah bicara, merasa rendah diri, merasa suaranya kurang enak didengar, dan lain-lainnya.