Loading...

Tips dan Cara Mengubah Pola Pikir Remaja

Penulis: Tim Redaksi Rubrik: Remaja
Tips dan Cara Mengubah Pola Pikir Remaja

Tips dan Cara Mengubah Pola Pikir Remaja

TERUSKAN.COM – Menjadi remaja merupakan pengalaman sekali seumur hidup yang menyenangkan. Masa remaja adalah masa dimana sesoerang mulai bersosialisasi dengan lebih luas dari lingkungan sekitarnya, mulai menanamkan rasa kemandirian dan percaya diri, menambah pengalaman-pengalaman baru dalam hidup.

Akan tetapi, masa remaja dapat juga menjadi masa yang sulit. Para remaja biasanya mulai dihadapi dengan berbagai konflik sosial yang ada dalam lingkaran pertemanannya. Bahkan seringkali para remaja ini memilih jalan yang salah dalam tujuannya mencari jati diri.

Loading...

Banyak dari para remaja cenderung memilih pola perilaku menyimpang seperti mencoba-coba minuman keras, mencoba menggunakan obat, bergabung dengan kelompok tertentu seperti geng motor, hanya untuk mendapatkan pengakuan dari kelompok sosial disekitar.

Remaja Selalu Butuh Pengakuan Lingkungannya Sendiri

Remaja Selalu Butuh Pengakuan Lingkungannya Sendiri

Dengan mendapatkan pengakuan, mereka biasanya merasa lebih percaya diri karena ada rasa bangga menjadi bagian dari satu komunitas tertentu. Kecenderungan para kaum remaja masa kini yang mencari pengakuan demi untuk dianggap hebat, seringkali mengarah ke hal-hal yang buruk.

Pola pemikiran kaum remaja telah mengalami modifikasi sedemikian rupa, baik karena pengaruh dari berbagai film, cerita, ataupun pergaulannya itu sendiri, membuat para kaum remaja berpikir akan menjadi lebih keren bila mereka bergabung dengan suatu komunitas tertentu yang dianggap menakutkan atau disegani oleh masyarakat secara keseluruhan.

Aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh komunitas atau yang lebih lazim disebut geng dengan menambahkan unsur kekerasan didalamnya dianggap lebih keren dan menakjubkan dibanding bergabung dengan komunitas pemuda seperti karang taruna.

Mengubah pola pikir remaja sangatlah penting dilakukan sedini mungkin. Remaja adalah suatu masa dimana seseorang memiliki kelabilan tentang apa yang baik dan apa yang benar. Terutama dijaman modern seperti sekarang ini, para remaja dituntut untuk mencari dan membuktikan jati diri mereka melalui pergaulan sosial sebanyak-banyaknya.

Dalam mengubah pola pikir remaja agar mereka dapat lebih diterima dalam pergaulan dan tidak melangkah dalam suatu kesalahan, dibutuhkan partisipasi sebanyak-banyaknya dari orang dewasa yang ada disekitar remaja tersebut.

Partisipasi orang tua merupakan partisipasi utama dan paling penting dalam membentuk pola pikir anak yang masih remaja. Dalam menghadapi remaja, orang tua tidak bisa menjalankan perannya sebagai orang yang memiliki peranan dan kedudukan lebih tinggi dalam suatu keluarga.

Orang Tua Wajib Berperan Aktif dalam Merubah Pola Pikir Remaja

Orang Tua Wajib Berperan Aktif dalam Merubah Pola Pikir Remaja

Orang tua perlu menurunkan perannya, berusahalan mencapai status kondisi yang dihadapi oleh remaja dengan menjadi temannya. Akan lebih memudahkan baik bagi orang tua ataupun anak remaja untuk saling berkomunikasi satu sama lain bila terdapat suatu keterhubungan antar pola pikir keduanya. Orang tua tidak bisa menuntut anak remajanya untuk menjadi dewasa tanpa menjelaskan secara bertahap tentang apa dewasa itu.

Selain itu, munculnya berbagai film yang memiliki cerita berlatarkan remaja-remaja yang terlalu dewasa, atau bahkan bukan hanya melalui film. Berbagai artis terkenal yang sering membintangi berbagai sinetron di TV nasional, menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana remaja tidak bertindak dan bergaya sesuai dengan umurnya.

Para artis remaja cenderung dibentuk sedewasa mungkin agar dapat masuk kedalam semua peran. Kepopularitasan artis ini dapat turut mengubah pola pikir remaja tentang bagaimana bertindak, bergaya, atau malah pola pikir seperti apa yang harus dilakukan anak seusianya.

Kaum remaja seakan-akan dituntut untuk menjalankan peran dewasa agar dapat diterima dalam pergaulan sosial. Oleh karena itu, partisipasikanlah anak remaja dalam berbagai kegiatan sosial diluar aktivitas sekolahnya, agar anak bisa mendapat pergaulan yang lebih luas namun di jalan yang benar.