Loading...

Apa saja Komposisi Minuman Bersoda?  

Penulis: Gita Flozia Rubrik: Kesehatan, Sains

minuman bersoda

TERUSKAN.COM – Soft drink atau minuman ringan biasa disebut minuman bersoda atau minuman pop. Jenis minuman ini tidak mengandung alkohol dan ketika minuman ini terpapar udara maka terjadi karbonasi, dimana dikarbondioksida atau lebih dikenal CO2 yang terlarut. Hal ini didukung pula dengan munculnya foaming atau buih sebagai tanda pelepasan senyawa karbon tersebut.

Saat berada di cuaca panas, minuman ini sangat berguna sebagai penyegar dahaga. Tidak mengherankan jika minuman ini banyak digandrungi masyarakat.

Loading...

Oleh karena banyak yang menikmati mengkonsumsi minuman ini, maka para produsen minuman ringan memasarkan produknya dalam bentuk kemasan, baik dalam kaleng, botol, gelas, sehingga lebih praktis mengkonsumsinya.

Berikut adalah beberapa komposisi dasar yang terkandung dalam minuman berkarbonisasi yang menjelaskan kepada Anda kenikmatan tersembunyi dari minuman ini, meliputi:

 Air Karbonat

Bahan dasar minuman bersoda adalah air berkarbonasi. Gelembung CO2 memberikan keunikan tersendiri dalam produk minuman ini.

Tingkat CO2 pada tiap minuman bervariasi.  Apabila terkena udara, tingkat karbonisasi dalam minuman ringan akan semakin menurun dari waktu ke waktu.

 Pemanis

Awalnya, gula digunakan sebagai pemanis dalam pembuatan minuman bersoda. Akan tetapi, saat ini banyak minuman telah banyak menggunakan sirup fruktosa yang diekstraksi dari jagung. Hal ini bertujuan untuk memanfaatkan pemanis yang rendah kalori.

Pemanis sangat penting dalam menciptakan cita rasa yang tinggi pada minuman ini.

 Perasa

Selain pemanis, sebagian besar minuman ringan mengandung bahan-bahan lainnya yang ditambahkan untuk memberi rasa khas.

Asam fosfat adalah perasa yang umum ditemukan sebagai campuran minuman bersoda, sementara minuman rasa buah mengandung asam sitrat.

Perasa lain dapat pula berupa ekstrak nabati, misalnya ekstrak vanili, kayu manis, jeruk nipis, serta perasa sintesis kimia. Tetapi, perasa yang diekstrak dari bahan alami lebih baik dibandingkan perasa sintetik, dimana produk yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi.

 Pewarna

Sejumlah zat lainnya dapat ditambahkan ke minuman ringan. Pewarna dapat digunakan untuk membuat minuman visual menarik.

Beberapa di antaranya adalah sintetis, sementara yang lain adalah zat alami seperti karamel, yang memberikan warna coklat, atau karotenoid, yang menciptakan warna kuning atau orange. Bahan kimia yang disebut saponinbiasa pula ditambahkan ke minuman ringan.

 Pengawet

Bahan pengawet merupakan zat additive atau senyawa yang ditambahkan pada produk pangan, salah satunya minuman. Bahan pengawet ini bertujuan untuk menghambat pertumbuhan mikroba dan menginaktivasi enzim yang dihasilkan mikroba tersebut dalam merusak produk.

Beberapa minuman ringan mengandung bahan pengawet seperti natrium benzoat. Pada penelitian Zentimer (2007) di Universitas Sumatera utara, mengemukakan pemberian konsentrat natrium benzoate mampu mempertahankan mutu minuman sari buah sirsak berkarbonisasi selama penyimpanan.

**

Itulah beberapa komposisi yang ada di dalam minuman karbonisasi. Meskipun terasa nikmat, tapi sebaiknya Anda tidak mengkonsumsi minuman bersoda ini secara berlebih.

Mengapa demikian? Karena beberapa zat yang ada pada minuman ini, baik dari zat pemanis, perasa, pewarna bahkan pengawet mengandung beberapa senyawa yang memberikan dapat buruk bagi kesehatan ketika dikonsumsi dalam jumlah banyak.