Loading...

6 Trik Memotivasi Anak Untuk Belajar Lebih Baik

Penulis: Ulfah Rani Rubrik: Keluarga, Pendidikan

memotivasi anak belajar

TERUSKAN.COM – Motivasi adalah hal yang sangat penting. Dengan motivasi, seseorang dapat mencapai sesuatu dalam hidup. Sementara orang dewasa dapat dengan mudah mengatasi kurangnya motivasi, anak-anak memiliki kesulitan besar dalam mendapatkan inspirasi.

Anda mungkin pernah mendapati anak Anda mendapat nilai C padahal Anda tahu dia bisa mendapatkan nilai A. Kekhawatiran seperti ini dapat dimengerti, mengingat fakta bahwa setiap orang tua ingin memberikan anak mereka masa depan yang baik, pendidikan tinggi dan pekerjaan yang bergaji lumayan.

Loading...

Namun bagaimana bila anak Anda terkesan malas dan tidak tertarik untuk belajar lebih baik?

Berikut adalah beberapa tips, seperti dilansir dari amerikanki, mengenai bagaimana Anda dapat memotivasi anak untuk belajar lebih baik:

1. Membangun hubungan yang baik dan terbuka dengan anak

Orang tua harus menjadi orang yang paling berpengaruh bagi anak-anak mereka. Sayangnya, banyak orang tua yang mengandalkan ancaman, hukuman dan manipulasi untuk mendapatkan otoritas atas anak-anak mereka.

Metode ini pasti hanya akan merusak hubungan Anda. Tidak peduli seberapa marah atau frustrasi Anda, usahakan untuk tidak menampilkan emosi-emosi tersebut di depan anak.

Sesering mungkin lakukan dialog terbuka dengan anak Anda. Percakapan seperti ini akan membuat anak dapat dengan mudah berbagi pikiran dengan Anda tanpa takut dikritik dan dihukum.

Anak-anak sering ingin tahu tentang berbagai hal dan mereka dapat dengan mudah termotivasi ketika mereka memahami segala sesuatunya.

2. Libatkan permainan dalam belajar

Trik ini sangat penting khususnya bagi anak-anak kecil. Mereka hanya dapat berkonsentrasi selama 10 hingga 15 menit dan lebih cepat lelah. Itulah mengapa Anda harus memikirkan bagaimana caranya agar Anda dapat membuat anak untuk belajar lebih baik.

Cobalah menggunakan alat tulis bergambar karakter kartun dengan pena berwarna-warni, ini akan menarik perhatian anak Anda, namun ingat untuk memberi jeda dari waktu ke waktu agar anak tidak bosan.

Membacakan cerita dengan dramatis, ini adalah cara termudah untuk membuat anak terlibat ke dalam cerita.

Cara lain adalah dengan melibatkan game atau permainan sederhana, Anda juga dapat menggunakan Powerpoint untuk membuat anak lebih tertarik. Anda pasti sudah mendengar bahwa visualisasi dapat membuat anak lebih mudah mengingat sesuatu dan berkonsentrasi.

Anak kecil menerima informasi lebih mudah ketika mereka melihatnya, sehingga Anda harus menggunakan ilustrasi sebanyak mungkin. Gaya belajar seperti ini dapat sangat menyenangkan dan memperkuat keinginan anak untuk belajar sesuatu yang baru.

3. Fokus pada poin yang kuat

Sulit untuk menjadi sempurna dalam segala hal bahkan untuk orang dewasa, apalagi bagi anak-anak. Dengan demikian akan jauh lebih cerdas untuk fokus pada hal atau pelajaran yang anak Anda sukai.

Jika anak Anda pandai matematika, beri dukungan agar mereka dapat mendalaminya lebih baik. Namun saat Anda meminta anak berkonsentrasi pada mata pelajaran favoritnya, mereka juga harus terus mempelajari bidang lainnya.

Cobalah untuk tidak mencela dan menghukum anak saat mereka mendapat nilai yang buruk.

4. Meneliti kepribadian anak

Setiap anak membutuhkan pendekatan yang berbeda, itu sebabnya Anda harus memberi perhatian dan mengawasi setiap detail tentang karakter dan temperamen anak Anda. Misalnya, apakah mereka memeiliki kepribadian yang introvert atau ekstrovert.

Anda juga harus memperhatikan periode ketika anak Anda menjadi lebih energik dan ceria. Beri anak waktu yang cukup untuk beristirahat sebelum meminta mereka untuk belajar.

5. Hargai prestasi anak

Orang dewasa bekerja untuk mendapatkan penghargaan berupa gaji, itu adalah motivasi yang baik bagi siapa saja, begitu pula halnya dengan anak-anak.

Bila mereka mendapatkan nilai yang baik, Anda bisa sesekali memberi penghargaan berupa waktu bermain lebih banyak, uang saku tambahan, atau hal lainnya yang dapat membantu anak termotivasi untuk berbuat lebih baik lagi di sekolah.

Namun terkadang senyuman, pelukan dan acungan jempol dapat menjadi penghargaan terbaik untuk anak.

6. Mengajak anak berekreasi

Ajak anak untuk terlibat dalam beberapa kegiatan kreatif, seperti olahraga atau permainan yang dapat mengembangkan keterampilan dan kemampuan baru anak.

Secara fisik, anak-anak yang aktif biasanya akan lebih termotivasi, mereka memiliki kerja tim yang baik dan selalu berpikir positif. Setiap kali Anda menghabiskan waktu bersama, cobalah untuk menghabiskannya dengan cara yang menarik.