Loading...

Rahasia Sukses Tembus Psikotes Seleksi Kerja

Penulis: Farah Yuanita Rubrik: Dunia Karir

TERUSKAN.COM – Mendengar kata psikotes, sebagian orang mungkin merasa tes tersebut adalah momok yang menakutkan karena membuat mereka beberapa kali gagal dalam melamar pekerjaan.

Namun, saat membaca artikel ini, Anda juga jangan berharap akan menemukan segebok jawaban soal-soal psikotes yang akan membantu Anda lolos psikotes. Hal itu pasti tidak mungkin terjadi, karena sudah menjadi kode etik bagi setiap psikolog untuk menjaganya sebagai dokumen rahasia.

Lalu, apa yang Anda temukan dan pelajari dari sini?

Loading...

psikotes

Anda perlu tahu, untuk lolos psikotes bukan berarti Anda harus ber-IQ  jenius. Karena psikotes bukan melulu masalah IQ, meskipun tak bisa dimungkiri bahwa IQ adalah satu item yang memang diukur.

Tapi yang sebenarnya dicari adalah kesesuaian antara kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan dengan kualifikasi yang Anda miliki. Serangkaian tes yang disajikan dalam psikotes meliputi berbagai parameter untuk mengukur kesesuaian tersebut.

Jadi, bukan berarti bila Anda gagal psikotes artinya Anda orang yang bodoh. Tidak berarti juga kualifikasi Anda pasti lebih rendah, tapi, bisa jadi kualifikasi yang Anda miliki tidak sesuai dengan kualifikasi yang dipersyaratkan oleh perusahaan.

Misalnya Anda memiliki kemampuan berhitung dan tingkat ketelitian yang tinggi, namun memiliki kemampuan berkomunikasi yang rata-rata. Sedangkan yang dibutuhkan perusahaan adalah kemampuan persuasi yang tinggi karena posisi yang ditawarkan adalah manager komunikasi, tentunya perusahaan akan lebih memilih pelamar lain yang memiliki kemampuan komunikasi dan persuasi yang tinggi agar optimal menjalankan tugas di posisi tersebut.

Karena itulah dibutuhkan psikotes yang berfungsi mencari kesesuaian antar kualifikasi tersebut agar tidak terjadi kesalahan penempatan orang yang pada akhirnya akan merugikan kedua belah pihak.

Terlepas dari semua itu, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengoptimalkan perfoma Anda saat menghadapi psikotes.

Siapkan Kondisi Fisik

Mengikuti tes selama beberapa jam tentu membutuhkan ketahanan fisik yang bagus. Karena itu, hindari berpergian jauh atau melakukan aktivitas yang berat dan menguras tenaga selama beberapa hari sebelum tes.

Hal ini agar tubuh Anda tetap segar dan terhindar dari kemungkinan sakit. Sebab, menderita sakit saat menjalani psikotes akan benar-benar mempengaruhi performa Anda dalam mengerjakan soal-soal tes dan pastinya akan berpengaruh pada hasil tesnya.

Usahakan sudah makan sebelum tes, sebab mengerjakan soal tes cenderung memungkinkan Anda mengalami stres yang bisa memicu peningkatan asam lambung dan perut kosong akan makin memperparah kondisi tersebut.

Hindari “Demam Panggung”

Karena merasa harus bisa menyelesaikan semua soal tesnya, bisa jadi Anda merasa tertekan. Lalu, soal-soal yang dalam kondisi normal bisa Anda kerjakan dengan mudah, menjadi tampak begitu sulit. Sepertinya otak sulit sekali diajak bekerja sama untuk memecahkannya. Terlebih dalam beberapa tes, Anda dibatasi waktu dalam proses pengerjaannya.

Oleh sebab itu, sikap tenang sangat dibutuhkan dalam menjalani psikotes. Jangan mudah panik. Tarik napas dalam-dalam dan sempatkan berdoa. Hal ini bisa sangat membantu untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan ketenangan dalam diri Anda.

psikotest

Pahami Instruksi

Dalam setiap bagian tes, selalu ada pembacaan instruksi tes dari tester (orang yang mengetes). Pada saat itu, Anda wajib mendengarkannya dengan seksama.

Jangan ragu bertanya bila ada hal-hal yang tidak jelas, agar Anda tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal-soalnya dan mampu menyelesaikannya sesuai dengan durasi waktu yang ditentukan.

Tetap Fokus

Kadangkala saat sedang asyik mengerjakan soal, tiba-tiba saja ada hal yang terlintas dalam pikiran Anda.

Misalnya Anda ingat akan ada janji dengan seseorang  malam nanti. Bila itu terjadi, segera hilangkan pikiran tersebut. Sebab, pikiran seperti itu bisa berkembang dan membuat Anda kehilangan konsentrasi. Dari hanya ingat pertemuannya, lalu  Anda jadi memikirkan akan memakai busana apa dan akan pergi kemana, dan seterusnya.

Padahal, sedetik saja pikiran Anda tidak fokus pada soal yang sedang  dikerjakan, maka bisa jadi Anda tertinggal dan akan sulit menyusul ketertinggalan tersebut.

**

Dengan lebih memperhatikan hal-hal di atas, diharapkan Anda menyiapkan diri dengan baik dalam menghadapi psikotes yang biasanya menjadi tahapan seleksi penerimaan karyawan di suatu perusahaan.