Loading...

Hindari 5 Kebiasaan Buruk Ini Saat Menyetir

Penulis: Listya Pratiwi Rubrik: Otomotif

Kebiasaan Buruk Saat Menyetir

TERUSKAN.COM – Sangatlah mudah bagi seseorang untuk terjebak pada kebiasaan-kebiasaan buruk saat menyetir kendaraan, khususnya mobil. Berbagai sikap seperti, tidak serius dalam menyetir, tak peduli pada aturan lalu lintas, atau tidak bertoleransi dengan pengemudi lain di jalan adalah beberapa hal yang menjadi faktor membahayakan.

Agar tidak terjadi hal-hal tak diinginkan dan perjalanan anda pun tetap aman dan nyaman, berikut adalah beberapa kebiasaan buruk saat menyetir yang harus anda hindari, seperti dilansir dari allwomenstalk.com.

Loading...

Ketik SMS dan sejenisnya

Mengetik sesuatu entah SMS, Whats App, atau aplikasi lainnya saat anda sedang menyetir bisa menjadi hal ilegal di banyak negara, karena dinilai sangat mengganggu konsentrasi saat berada di jalan. Maka, kegiatan tersebut juga dianggap sangat membahayakan.

Berdasarkan studi, kegiatan mengetik dan menyetir yang dilakukan bersamaan selama 6 kali dinilai lebih berbahaya ketika anda minum sambil menyetir.

Tak ada hal lain yang bisa dikatakan selain membahayakan hidup si pengemudi sendiri juga membahayakan hidup orang lain. Maka, tetaplah berkonsentrasi saat berada di jalan raya.

Multitasking

Tak jauh beda dengan bahaya di awal, multitasking atau melakukan banyak hal saat menyetir juga menjadi salah satu risiko membahayakan yang dapat memicu terjadinya kecelakaan. Di beberapa negara, kegiatan multitasking saat menyetir juga dinilai ilegal.

Berdasarkan studi, termasuk di dalamnya, yakni kegiatan makan dan minum kopi di dalam mobil akan meningkatkan risiko terjadi kecelakaan sebanyak 80 persen. Upayakanlah untuk menepi sebentar, jika anda benar-benar butuh melakukan sesuatu, sehingga anda bisa  menghindari melakukannya saat sedang menyetir.

Langgar aturan

Ada banyak alasan mengapa seorang pengemudi melanggar aturan ketika perjalanannya sudah hampir sampai tujuan atau dekat rumah.

Berdasarkan studi polling yang diambil dari 11.ooo petugas lalu lintas, 69 persen melaporkan bahwa kecelakaan kerap terjadi di saat si pengemudi sudah dekat sekitar 10 mil dari tempat tinggalnya. Agaknya memang menjadi alasan logis, bahwa ketika sudah dekat rumah, orang cenderung mengabaikan aturan lalu lintas.

Pelanggaran lainnya, adalah berhenti di tengah jalan untuk berbicara dengan seseorang, atau saat jalanan sibuk mengabaikan lampu lalu lintas serta berbagai pelanggaran lainnya.

Abaikan lampu merah

Sebagian pelanggaran yang sering terjadi juga adalah tetap melewati jalan saat lampu merah sudah menyala, dan hal ini menjadi salah satu faktor utama penyebab kecelakaan.

Banyak orang beralasan terburu-buru, tak ada waktu dan lainnya, belum lagi pengemudi yang mendapat giliran lampu hijau untuk berjalan akan memaki si pelanggar saat terjadi penyalipan di jalan raya. Hal ini tentunya akan membuat riuh dan tak bersahabat saat di  jalan raya.

Berdasarkan studi, pengendara sepeda motor bisa mengabaikan lampu merah dan tetap berjalan setiap 20 menit sekali. Di AS sendiri, terjadi sekitar 800 kasus kematian tiap tahunnya akibat kasus pelanggaran lampu merah ini.

Berjalan terlalu lamban

Tak ada hal yang lebih menjengkelkan selain berhadapan dengan pengemudi yang tiba-tiba bingung sendiri lalu berjalan di bawah kecepatan rata-rata, misalnya karena mereka merasa melewati alamat yang dituju atau sedang mencari tempat tertentu.

Jadi, berupayalah untuk menepikan kendaraan anda, dan biarkan kendaraan-kendaraan lain lewat dengan leluasa. Dengan demikian, anda pun bisa lebih nyaman melakukan pencarian atau buka peta jalan melalui alat elektronik yang anda punya, seperti tablet atau ponsel pintar untuk mempermudah pencarian.