Loading...

9 Hal Penyebab Gagal Menikah

Penulis: Shabrina Fitzel Rubrik: Keluarga, Wedding

Penyebab Gagal Menikah

TERUSKAN.COM – Menikah adalah idaman setiap orang baik pria maupun wanita. Namun, perjalanan menuju pernikahan itu tidaklah mudah bagi sebagian orang. Ada yang sudah bertunangan, melamar, menetapkan tanggal pernikahan serta menyebarkan undangan tapi kemudian malah batal menikah.

Gagal menikah ini adalah sesuatu yang ditakutkan oleh siapa saja. Sebagai manusia biasa, kekhawatiran itu wajar. Kendati demikian, tak ada salahnya mengetahui berbagai hal yang mungkin akan menghambat mimpi Anda untuk menikah.

Loading...

Dengan mengetahuinya, paling tidak Anda bisa menghindari dan berjaga-jaga agar hal-hal tersebut tidak menimpa Anda bersama pasangan Anda nantinya.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 9 hal yang bisa menggagalkan mimpi Anda untuk menikah bersama orang yang Anda cintai :

Cinta lama bersemi kembali

Salah satu penyebab gagal menikah adalah mantan datang kembali untuk memperbaiki hubungan. Mayoritas orang mengalami hal ini. Ketika sudah menemukan pengganti yang baru, tiba-tiba mantan kembali menghubungi.

Hati-hati ini bisa jadi ujian untuk hubungan Anda yang baru. Jika pasangan Anda yang baru lebih baik, jangan sampai tergoda karena kenangan masa lalu Anda dengan mantan yang telah meninggalkan Anda.

Belum punya pegangan

Kendala lain yang menyebabkan sepasang kekasih tidak jadi menikah adalah calon pria yang belum punya pekerjaan.  Menikah tentunya tidak bisa hanya berdasarkan cinta semata. Baik sebelum maupun setelah menikah, semua memerlukan biaya.

Bila pihak wanita tidak bisa bersabar menunggu pihak pria untuk mencari pekerjaan dan keburu menikah, impian untuk bersama itu tidak akan menjadi kenyataan.

Tidak direstui orang tua

Setiap orang tua berharap anaknya mendapatkan pasangan yang terbaik. Oleh karena itu, mereka kadang menetapkan standar dan kriteria tertentu  untuk calon pendamping anaknya.

Bila kekasih anaknya tidak memenuhi standar atau kriteria seperti yang mereka harapkan, mereka kemudian tidak merestui dan menghalangi hubungan tersebut.

Ketahuan menipu dan berbohong

Sebagian orang menghalalkan segala cara untuk bisa menikah dengan orang yang sesuai dengan impiannya. Tak segan-segan mereka bahkan berani merahasiakan hal-hal penting yang dia takutkan akan membuat pasangan tidak mau menikahinya.

Seperti apapun pintarnya seseorang menyembunyikan, cepat atau lambat kebohongan akan terungkap. Bila kebohongan terungkap sebelum menikah, bisa jadi pasangan dan keluarga sangat kecewa, tidak bisa memaafkan dan membatalkan niat untuk menikah.

Belum percaya diri menjadi suami/isteri

Kadang ada pemuda dan pemudi yang sedang mabuk dilanda asmara. Tanpa berpikir panjang mereka kemudian memutuskan untuk segera menikah.

Namun, tak lama kemudian mereka meninjau kembali dan menyadari bahwa nanti mereka akan memiliki kehidupan yang berbeda dari masa lajang. Mereka kemudian merasa belum siap menjadi suami atau isteri dan masih ingin menikmati masa lajang.

Waktu, tempat dan konsep yang tidak sesuai

Kadang pihak pria dan wanita berada pada kota yang berbeda. Setelah menikah otomatis harus ada salah satu pihak yang berkenan pindah agar nanti bisa bersama. Kalau ada pihak yang bersikukuh tidak mau pindah otomatis pernikahan akan terancam gagal.

Begitu juga mungkin dengan sikap salah satu keluarga yang seenaknya saja menyusun konsep pernikahan tanpa musyawarah dengan keluarga pasangan. Keluarga pasangan bisa jadi merasa dilecehkan dan tidak dihargai sehingga membatalkan pernikahan.

Visi dan misi yang tidak sejalan

Seyogianya, memahami dan mengenali pasangan itu secara menyeluruh butuh waktu yang cukup lama. Kadang belum ada apa-apa dan hubungan baru beberapa minggu seseorang sudah kepikiran menjalin hubungan  serius.

Tak lama setelah itu, ketika mengetahui sisi lain dari calon, baru sadar kalau ternyata mereka tidak memiliki visi dan misi yang sejalan. Akhirnya mengurungkan niat untuk menikah.

Salah satu pihak dijodohkan

Selain kembalinya mantan, keinginan menikah dengan pasangan yang Anda cintai juga bisa gagal bila dia dijodohkan oleh orang tuanya. Orang tua tetap ngotot dengan perjodohan tersebut dan pasangan Anda juga tidak bisa menolak keinginan orang tua karena tidak ingin dianggap anak durhaka. Sebaliknya, mungkin Anda yang dijodohkan.

Perbedaan keyakinan

Meskipun sekarang sudah banyak orang yang menikah berbeda agama tapi mayoritas orang memilih menikah dengan orang yang seagama atau satu keyakinan. Jika Anda dan sekeluarga memiliki keyakinan yang kuat dan pasangan tidak mau pindah agama, gagal menikah tidak bisa dielakkan.

**

Selain masalah takdir, berjodoh juga harus diusahakan. Salah satu usaha adalah dengan menghindari berbagai hal yang bisa menghalangi pernikahan Anda. Dibutuhkan kelapangan dada, pikiran, rendah hati dan mau bermusyawarah mencari jalan terbaik agar sebuah pernikahan tetap terwujud.