Loading...

Kandungan Nutrisi dan Manfaat Kerang Bagi Kesehatan

Penulis: Dewi Maharani Indah Reswari Rubrik: Keluarga, Kesehatan

Manfaat Kerang

TERUSKAN.COM – Kerang adalah salah satu makanan laut yang kerap ditemukan di pasaran, termasuk kerang bambu, kerang hijau, kerang dara, dan masih banyak lagi. Selain dikenal dengan rasanya yang lezat, kerang juga termasuk sebagai makanan yang kaya akan nutrisi.

Dalam 100 gram kerang memiliki kandungan protein tinggi asam amino yang dapat dengan mudah dicerna. Kerang juga memiliki kandungan berupa asam lemak omega 3 rantai panjang.

Loading...

Kerang adalah makanan yang rendah lemak dan kalori namun sumber mineral yang baik. Mineral yang terkandung di dalam kerang adalah yodium, tembaga, zinc, selenium hingga zat besi. Kebanyakan jenis kerang juga mengandung kalium, vitamin A, E dan B kompleks.

Sudah lama orang beranggapan bahwa kerang tinggi kolesterol, tapi pada faktanya kolesterol kerang lebih rendah dari daging sapi serta ayam yang sering Anda konsumsi.

Ahli gizi menyatakan bahwa asupan kolesterol yang masuk ke dalam tubuh Anda per harinya tidak boleh melebihi 300 miligram. Selain itu, lemak jenuh yang anda asup juga sebaiknya tidak melebihi 10 persen dari kebutuhan harian. Nah, 85 gram atau sekitar 15 kerang akan menyediakan asupan 166 miligram kolesterol serta tidak akan menyediakan lemak jenuh.

Kerang adalah makanan yang baik dikonsumsi. Selain banyaknya kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya, kerang juga baik bagi kesehatan tubuh.

Manfaat mengonsumsi kerang

Jantung adalah salah satu organ tubuh manusia yang paling penting dijaga kesehatannya. Nah, dengan mengonsumsi kerang tentunya akan membuat jantung merasakan manfaatnya. Sebuah riset membuktikan bahwa seorang pria yang mengonsumsi kerang sebanyak satu kali dalam seminggu, secara signifikan dapat membantu meminimalisir resiko kematian karena serangan jantung mendadak.

Studi lain juga mengungkapkan bahwa seseorang yang mengonsumsi 280 gram kerang setiap harinya selama tiga minggu akan membantu menurunkan kadar trigliserida atau lebih dikenal sebagai lemak di dalam darah yang akan memicu penyumbatan pembuluh darah. Hal ini dikarenakan di dalam kerang mengandung asam lemak omega 3 yang akan membantu mengendalikan tekanan darah serta mengontrol kadar kolesterol.

Di antara hewan laut yang memiliki cangkang, kerang, kepiting serta tiram adalah makanan yang tinggi akan mineral ini. Kerang juga memiliki kandungan protein yang diperlukan untuk pertumbuhan serta pemeliharaan jaringan.

Selain itu, kerang mengandung kalsium yang diperlukan tulang, zinc untuk kesehatan prostat, dan zat besi yang dapat membantu tubuh dalam memproduksi sel darah merah.

Kerang juga mengandung vitamin B yang baik bagi kesehatan otak. Kerang juga rendah sodium dan kalori yang tidak akan memicu peningkatan tekanan darah serta berat badan.

Risiko kesehatan

Di balik manfaat mengonsumsi kerang, ternyata kerang juga erat kaitannya dengan risiko kesehatan. Para ahli memperingatkan bahwa kerang adalah hewan laut yang sangat cepat menyerap polutan laut, termasuk bakteri yang dikenal dengan nama salmonella, virus hepatitis A.

Tiram mentah juga biasanya memiliki kandungan bakteri vibrio vulnificus yang akan memicu penyakit serius, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit diabetes, jantung, sistem kekebalan tubuh hingga gangguan pada sistem pencernaan.

Kerang juga bisa menyerap polutan berbahaya lainnya seperti merkuri yang jelas saja sangat berbahaya bagi ibu hamil. Kita sendiri sudah menyadari bahwa kondisi perairan saat ini sudah sangat mengkhawatirkan dengan banyaknya sampah dan kotoran, terutama pada perairan yang dekat dengan kawasan industri.

Ibu hamil memang dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung omega 3. Untuk itulah sebaiknya menghindari mengkonsumsi kerang dan memilih alternatif sumber lain yang jauh lebih aman, seperti biji-bijian, kacang-kacangan dan ikan laut.

Tips aman mengonsumsi kerang

Jika Anda ingin mengonsumsi kerang, maka sebaiknya ikutilah sejumlah tips di bawah ini.

1. Masaklah kerang sampai matang. Hindarilah mengonsumsi kerang setengah matang. Sebaiknya masaklah kerang hingga benar-benar matang dengan cara merebusnya terlebih dahulu untuk menghilangkan bakteri dan virus.

2. Belilah kerang yang dijual di supermarket atau tempat terpercaya. Hindarilah membeli kerang di tempat yang tidak terpercaya. Sebaiknya pastikan Anda membeli kerang yang berasal dari daerah yang jauh dari polusi.

3. Langkah selanjutnya yaitu rebuslah kerang terlebih dahulu sebelum anda memasaknya. Anda bisa memasak kerang dengan cara dipanggang, ditumis, bahkan digoreng.

4. Bersihkan kerang dengan air mengalir sampai bersih sebelum diolah.

5. Hindarilah membeli kerang yang berbau logam atau bahan kimia, termasuk kerang yang sudah mengeluarkan aroma tak sedap dan berlendir.