Loading...

3 Kata yang Wajib Diajarkan Kepada Anak

Penulis: Bintang Lukitaningrum Rubrik: Keluarga

karakter anak

TERUSKAN.COM – Mendidik anak adalah sesuatu hal yang tidak mudah. Banyak ilmu yang harus dipelajari agar pendidikan yang disampaikan kepada anak-anak kita benar-benar bermanfaat, bukan hanya untuk dirinya sendiri melainkan untuk orang-orang di sekitar mereka.

Hampir setiap hari anak-anak mendengarkan kosa kata baru yang mereka dapat dari lingkungan keluarga, media televisi, internet, radio, tetangga dan sekolah. Dan pada dasarnya anak-anak hanya menerima kosa kata tersebut tanpa mengetahui lebih dulu apa arti dan maknanya.

Loading...

Anak-anak cenderung meniru dan belajar dari pengalaman. Apa yang mereka lihat, dengar dan rasakan adalah proses pembelajaran yang terus-menerus dan melekat pada diri mereka kelak sepanjang hayat.

Apa yang diajarkan dan dicontohkan kepada anak-anak sejak dini adalah dasar pengetahuan mereka dan kelak akan membentuk karakter mereka hingga dewasa.

3 Kata yang Wajib Diajarkan kepada Anak

Ada tiga kata yang penting dan wajib diajarkan kepada anak-anak sejak dini, yang bukan hanya merupakan kata-kata yang mencerminkan kebaikan, melainkan juga bisa membentuk pribadi yang santun dan mulia.

1. Tolong

Biasakan anak-anak mengucap kata ‘tolong’ ketika meminta seseorang melakukan sesuatu. Orang tua bisa mencontohkan kepada anak-anak ketika memberi perintah kepada seorang asisten rumah tangga sekalipun, sebaiknya diawali dengan kata ‘tolong’.

  • “Tolong kakak ambilkan tas ayah di meja!”
  • “Tolong ibu buatkan kopi untuk ayah!”
  • “Tolong bibi rapikan mainan adik!”

Dengan kebiasaan mengucap kata ‘tolong’, maka anak akan bersifat empati, menghargai orang lain, tidak merendahkan siapapun, dan suka membantu.

2. Maaf

Konflik selalu terjadi di antara dua atau lebih individu dalam keluarga, seperti pertengkaran antara adik dan kakak, salah faham antara anak dan orang tua serta perbedaan pendapat.

Kadang-kadang tidak ada penyelesaian masalah karena orang tua yang kurang bijaksana atau adanya rasa gengsi pada individu-individu yang mengalami konflik. Sehingga akhirnya suasana mengalir begitu saja sampai mencair dengan sendirinya karena pada dasarnya mereka saling mencintai sebagai sebuah keluarga.

Sebenarnya kata ‘maaf’ penting untuk diucapkan setiap ada konflik. ‘Maaf’ mencerminkan kebesaran hati, ketulusan dan perasaan sayang yang sesungguhnya. Apabila seorang anak selalu meminta maaf pada kesalahan yang ia lakukan baik disengaja ataupun tidak sengaja, maka ia kelak juga menjadi seorang yang pemaaf, berjiwa besar dan penyayang.

Orang tua jangan malu atau sungkan untuk mengucap kata maaf kepada anak. Orang tua tidak selalu benar dan anak juga tidak selalu salah.

  • “Maaf ya Nak, ayah lupa membeli mainan yang kamu pesan.”
  • “Maaf ya Bu, aku tidak sengaja memecahkan guci di ruang tamu.”

3. Terima kasih

Anak-anak sering diajarkan untuk mengucapkan ‘terima kasih’ kepada orang lain atas pemberian atau bantuan mereka. Tetapi mereka jarang diajarkan untuk berterima kasih kepada orang tua mereka sendiri atau saudara kandung mereka. Hal ini berakibat anak-anak lebih menghargai orang lain dibandingkan dengan keluarganya sendiri.

Anak yang terbiasa mengucap ‘terima kasih’ akan selalu menghargai pemberian siapapun, dan sebaliknya juga suka memberi dengan tangannya sendiri.

**

Tidak peduli usia, lebih muda atau lebih tua, tiga kata tersebut harus dibiasakan kepada anak-anak, agar mereka menjadi pribadi yang santun dan berkarakter.

Semoga kita bisa mencetak generasi penerus yang terbaik dengan cara yang sederhana tetapi berpengaruh besar pada kehidupan.