Loading...

Gejala, Penyebab Dan Pencegahan Herpes Pada Pria

Penulis: Ulfah Rani Rubrik: Kesehatan

herpes pada pria

TERUSKAN.COM – Herpes adalah penyakit menular seksual yang mempengaruhi mulut dan daerah genital atau alat kelamin. Ini adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan, tetapi pengobatan dapat mengurangi kemungkinan wabah tersebut kambuh.

Herpes bisa sangat berbahaya karena sebagian besar orang yang tidak memiliki kesadaran bahwa dirinya sedang mengidap virus herpes dan menularkannya pada pasangan mereka tanpa menyadarinya.

Loading...

Pada kenyataannya, herpes simplex virus, juga dikenal sebagai HSV, merupakan virus yang menyebabkan herpes. Herpes kelamin biasanya kurang umum terjadi pada pria. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, 1 dari 4 wanita dan 1 dari 8 laki-laki menderita herpes, khususnya di Amerika Serikat.

Gejala Herpes

Banyak pria dengan herpes kelamin tidak menyadari bahwa mereka mengidap penyakit tersebut. Itu karena pada kebanyakan orang, gejala herpes menunjukkan gejala yang relatif ringan sehingga membuat orang terkadang mengabaikan gejala tersebut.

Namun, jika gejala tersebut timbul, mereka mungkin akan mendapati luka pada alat kelamin, bokong, skrotum, paha, anus atau di dalam uretra. Ini tentu akan menyulitkan bagi para pria saat akan buang air kecil, terutama jika ada luka di saluran kencing.

Gejala lain yang mungkin muncul termasuk nyeri otot, demam, sakit kepala dan pembengkakan kelenjar getah bening di daerah selangkangan.

Penyebab Herpes

Ada 2 jenis virus herpes simpleks, yang pertama adalah HSV-1. Virus ini menyebabkan luka mulut, lebih dikenal sebagai lepuh demam. HSV-1 dapat disebabkan oleh berciuman dan juga melalui seks oral. Ini biasanya mempengaruhi mulut, tetapi dapat pula mempengaruhi daerah kelamin.

HSV-2 ditularkan melalui kontak kulit ke kulit dan melalui kontak seksual. Virus herpes kelamin ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui hubungan intim. Hal ini dapat terjadi bahkan jika orang yang mengidap virus tersebut tidak memiliki gejala atau tanda-tanda infeksi.

Setelah virus masuk melalui kulit, virus melakukan perjalanan sepanjang saraf tubuh. Virus mungkin menjadi tidak aktif di dalam saraf, tetapi virus akan tetap berada di sana selamanya.

Dari waktu ke waktu, virus dapat menjadi aktif. Dan ketika hal itu terjadi, virus akan kembali melalui sepanjang jalur saraf menuju ke permukaan kulit dan menimbulkan luka. Pada titik ini, virus dapat menyebabkan wabah gejala. Atau mungkin saja masih tidak terdeteksi.

Infeksi ini mungkin pula ditularkan apabila seseorang menyentuh penderita herpes dan kemudian menggosok mata mereka sebelum mencuci tangan. Jenis infeksi ini sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan kebutaan.

Pengobatan Herpes

Sayangnya, tidak ada obat penyembuh untuk penyakit herpes. Namun gejala dapat dikurangi dengan melakukan berbagai perawatan dan pengobatan. Pengobatan juga dapat mengurangi risiko herpes tertular kepada orang lain.

Dokter mungkin akan menuliskan resep obat antivirus untuk membantu mencegah atau mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan dari wabah gejala virus herpes. Obat yang diambil setiap hari untuk menekan virus dapat mengurangi risiko menulari orang lain.

Pencegahan Herpes

Cara terbaik untuk menghindari infeksi ini adalah dengan tidak melakukan hubungan seks, atau berhubungan seks hanya dengan satu orang yang Anda tahu tidak sedang terinfeksi virus herpes.

Jika Anda sudah terlibat dalam suatu hubungan dengan orang yang memiliki herpes, cobalah untuk memakai kondom guna melindungi diri sendiri.