Loading...

5 Tips Mengelola Gaji bagi Karyawan

Penulis: Listya Pratiwi Rubrik: Finansial

Tips Mengelola Gaji bagi Karyawan

TERUSKAN.COM – Meskipun besaran gaji seorang karyawan pasti mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, namun bukan berarti anda bisa leluasa menghamburkan uang gaji tersebut, apalagi untuk keperluan tak penting.

Sebagai informasi, Upah Minimum Provinsi (UMP) yang ditetapkan pemerintah selalu lebih tinggi setiap tahunnya yang tentu saja akan berdampak pada kenaikan penghasilan karyawan.

Loading...

Berdasarkan ketentuan Peraturan Tenaga Kerja dan Transmigrasi, penetapan UMP oleh gubernur, paling lambat 60 hari sebelum 1 Januari 2015, dan UMK (Kabupaten/Kota) paling lambat 40 hari sebelum 1 Januari 2015. Kendati, selama ini masih banyak kepala daerah yang telat melakukan penetapan upah minimum.

Seiring penghasilan yang meningkat, tentu juga dibarengi dengan kenaikan biaya hidup. Ingatlah, meskipun karyawan tidak memiliki tingkat risiko setinggi pengusaha yang pendapatannya naik turun, namun risiko tetap saja akan mengintai.

Misalnya, pemutusan hubungan kerja sepihak, entah karena perusahaan merugi, bangkrut dan pelanggaran aturan, atau malah anda yang merasa tak nyaman lagi di lingkungan kerja karena mengalami konflik dengan atasan atau rekan kerja.

Maka itu, teknik mengelola gaji yang baik dan benar agar hidup anda selalu berjalan sesuai rencana adalah hal yang amat penting. Berikut beberapa tips mengelola penghasilan anda di tengah biaya hidup yang makin meningkat pula.

Sisakan gaji bulanan

Sudah semestinya, uang gaji tidak dihabiskan semuanya. Mulailah untuk menyisakan uang sejak awal menerima gaji. Anda bisa menyisihkan 10 -30 persen tergantung masing-masing besaran penghasilan.

Simpan di rekening khusus tabungan, dan upayakan tidak mengambil uang tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.

Buat prioritas

Membuat prioritas dalam pengeluaran. Dahulukan membayar berbagai tagihan sebelum membelanjakan uang untuk keperluan lainnya. Intinya, selain ditabung, anda harus menyisihkan uang di awal untuk membayar sesuatu yang sifatnya wajib, seperti tagihan telepon, listrik, air, internet.

Belanja sesuai kemampuan

Untuk hal yang satu ini, belanjakan uang yang anda punya pada bulan ini, bukan berdasarkan seberapa uang atau bonus yang akan anda dapa di kemudian hari. Jangan, mengeluarkan uang untuk keperluan tidak penting, dan berharap akan mendapat uang tambahan setelahnya.

Batasi penggunaan kartu kredit

Jangan pernah memiliki 2 kartu kredit jika anda tak bisa mengontrol penggunaannya. Cukup satu kartu dan gunakanlah secara bijaksana agar tidak terbebani saat membayarnya.

Tuntaskan semua pembayaran kartu kredit dan dan utang, segera setelah anda menerim gaji.Dengan demikian, di bulan selanjutnya anda tak lagi terbebani dengan utang maupun bunga bank akibat pembayaran yang tidak tepat waktu.

Investasi pos produktif

Bagi anda karyawan swasta yang tak mendapat pensiun, jangan lupa untuk menginvestasikan sebagian gaji anda pada pos-pos produktif, misalnya asuransi, reksadana, atau membuka usaha. Anda juga bisa saja mendapat penghasilan tambahan selain gaji kantor, misalnya dengan membuka usaha kecil-kecilan.

Sebelum berinvestasi, ada baiknya juga anda menganalisa pos-pos produktif yang sudah anda beli atau miliki. Hal ini juga bukan tidak mungkin dilakukan oleh seorang pegawai negeri sipil, mengingat uang pensiun yang didapat mungkin tidak seberapa di kemudian hari.

Jika anda ragu, diskusikanlah rencana keuangan anda ke depan bersama pakar perencana keuangan.