Preeclampsia dan Eclampsia, Apa itu?

waspadai gejala PreeclampsiaWaspadai gejala Preeclampsia untuk penanganan sejak dini

Preeclampsia dan eclampsia merupakan penyakit kehamilan yang melibatkan memburuknya tekanan darah tinggi selama kehamilan. Simak artikel berikut untuk penjelasan lebih lanjut, dirangkum dari webmd.com.

Preeclampsia dan Eclampsia

Preeclampsia, sebelumnya disebut toksemia, adalah suatu kondisi yang berkembang pada wanita hamil. Hal ini ditandai dengan tekanan darah tinggi dan tingkat protein yang tinggi dalam urin. Wanita dengan pre-eclampsia akan sering mengalami pembengkakan di kaki, betis, dan tangan. Kondisi ini biasanya muncul pada paruh kedua kehamilan, seringnya di bagian akhir dari kedua atau pada trimester ketiga, meskipun bisa saja terjadi lebih cepat.

Jika tidak didiagnosis, preeclamsia dapat menyebabkan eclampsia, suatu kondisi serius yang dapat memberikan resiko pada Anda dan bayi Anda, dan dalam kasus yang jarang terjadi, dapat menyebabkan kematian.

Bahayanya Pada Saat Kehamilan

Tekanan darah tinggi berbahaya selama kehamilan, karena dapat mengganggu kemampuan plasenta untuk memberikan oksigen dan nutrisi ke janin Anda. Bayi Anda mungkin akan lahir dengan berat badan kurang dari normal, mungkin memiliki masalah kesehatan lainnya, dan mungkin perlu dikeluarkan lebih awal atau dengan kelahiran caesar.

Jika tekanan darah Anda terus naik lebih tinggi, ginjal Anda mungkin memiliki masalah dengan fungsinya. Anda mungkin memiliki perubahan dalam susunan darah Anda, seperti penghancuran sel darah merah (menyebabkan anemia), serta fungsi hati terganggu dan menurunnya trombosit (sel darah yang terlibat dalam pembekuan). Trombosit terlalu sedikit dapat meningkatkan resiko pendarahan tak terkendali saat melahirkan, atau bahkan secara spontan.

Jika tekanan darah Anda terus menanjak, Anda dapat mengembangkan kejang. Setelah Anda mulai mengalami kejang, Anda dianggap memiliki eclampsia. Ini adalah situasi yang mengancam jiwa bagi Anda dan bayi Anda. Selama kejang, Anda dan bayi Anda beresiko kekurangan oksigen. Selain itu, tekanan darah tinggi dapat menyebabkan plasenta mulai memisahkan diri dari dinding rahim, disebut placental abruption. Hal ini dapat menyebabkan perdarahan parah dan bahkan kematian janin dan mungkin juga sang ibu.

Pengobatan Preeclampsia

Tidak ada cara untuk menyembuhkan preeclamsia, dan itu bisa menjadi prospek yang menakutkan bagi calon ibu. Tapi Anda dapat membantu melindungi diri dengan mempelajari gejala pre-eclampsia dan dengan berkonsultasi dokter Anda untuk perawatan kehamilan secara rutin. Ketika preeclampsia terdeteksi lebih awal, lebih mudah untuk menanganinya.

(photo: drsoram.com)

Topik Terkait: , , ,

Berikan Komentar