Mengenal Edelweiss si Bunga Abadi

bunga edelweissBunga Edelweiss

Bunga adalah alat perkembangbiakan generatif pada tumbuhan. Bentuknya yang unik dan warnanya yang indah membuat banyak orang menyukai bunga terutama wanita. Namun keindahan bunga pada tumbuhan biasanya hanya dapat dinikmati beberapa hari saja. Setelah itu ia akan layu dan menggugurkan bunganya.

Apakah semua bunga cepat layu? Ternyata tidak , justru ada sebuah bunga yang abadi dan tidak pernah layu. Anaphalis javanica adalah nama latin dari bunga Edelweiss, walaupun sudah dipetik bunga ini akan tetap abadi dan tidak mengalami perubahan bentuk dan warna asalkan disimpan di tempat kering pada suhu ruangan.

Ciri–ciri bunga Edelweiss

Kita  mungkin sering mendengar nama bunga edelweiss tetapi tidak pernah melihatnya tumbuh secara langsung. Tumbuhan  Edelweiss  adalah tumbuhan endemik  zona alpina/montana yang hidup pada pegunungan tinggi di Indonesia. Tumbuhan ini dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 8 m, walaupun kebanyakan kita lihat hanya tumbuh dengan tinggi 1 m.

Bunga Edelweiss  sangat cantik,warnanya putih dan bunganya tidak terlalu harum. Bunganya biasanya muncul antara bulan April dan Agustus. Setiap bunga yang jatuh ke tanah akan tumbuh menjadi 1 pohon edelweiss yang baru. Bunga–bunganya sangat disukai oleh serangga, ada sekitar 300 jenis serangga yang akan datang jika tumbuhan Edelweis sedang mengeluarkan bunganya.

Manfaat bunga Edelweiss

Selain bunganya abadi ternyata ekstrask edelweis dapat digunakan untuk mengobati penyakit disentri, diare, serta TBC dan difteri. Para peneliti juga menemukan bahwa ekstrak bunga edelweiss mengandung sejumlah besar antioksidan.

Mitos seputar bunga Edelweiss

Mitos yang beredar dikalangan remaja ialah siapa yang memberikan bunga Edelweiss kepada pasangannya maka cintanya akan abadi. Hal inilah yang membuat banyak orang memburu untuk memetik bunga Edelweiss, walaupun tumbuhnya di tempat yang ekstrim.

Namun sayangnya saat ini bunga Edelweiss telah digolongkan sebagai tanaman langka dan harus kita lindungi sama–sama. Jika tidak, mungkin suatu saat bunga abadi ini akan kehilangan keabadiannya.

(Photo : fromouttheblue.blogspot.com)

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *