5 Strategi Memulai Usaha Baru

memulai usaha baruMemulai usaha baru

Andai saja menjadi bos dari usaha sendiri itu seperti membalikkan telapak tangan, maka orang-orang pasti akan berbondong-bondong membangun usaha sendiri. Tapi nyatanya tidak. Menjadi pemimpin untuk usaha yang dirintis sendiri ternyata tidaklah mudah.

Apalagi untuk mereka yang sudah memiliki pekerjaan tetap. Sebuah dilema untuk memisahkan diri dari pekerjaan lama sebagai karyawan untuk mencoba peruntungan di bidang wirausaha.

Loading...

Keuntungan menjadi bos bagi diri sendiri memang ada banyak. Namun, akan diimbangi juga dengan semua resiko yang ada di belakangnya. Tapi jika Anda memang sudah bosan menjadi pegawai, dan benar-benar ingin memulai sebuah usaha baru dengan tangan sendiri. Ada beberapa tips yang patut Anda perhitungkan dalam meninggalkan pekerjaan lama untuk memulai usaha baru.

1. Pahami Sikon Keuangan

Memahami keuangan untuk melangkah ke jenjang yang baru merupakan langkah paling penting dari semuanya. Bagaimana Anda akan mengelola pendapatan dan pengeluaran sebagai modal usaha baru. Pendapatan Anda setiap bulannya apakah layak untuk diputar pada langkah awal. Usaha baru wajib mendapatkan perhatian sejak awal dirancang. Semuanya perlu Anda perhitungkan baik-baik. Berapa banyak anggaran, biaya operasional, dan kemampuan finansial dari usaha yang akan Anda garap ini.

READ:  7 Kiat Membangun Bisnis Souvenir Pernikahan yang Sukses

2. Managemen dan Disiplinkan Diri Sendiri

Menjadi tuan bagi usaha sendiri bukan hanya soal bagaimana memanajemen sistem keuangan. Faktor internal, utamanya diri sendiri menjadi faktor yang tidak bisa disepelekan. Bagaimana sikap Anda nantinya menghadapi setiap tekanan-tekanan dari pekerjaan itu. Ketahui diri Anda, apakah mahir nantinya dalam bisnis itu. Dukungan dari keluarga dan teman dekat sangat penting. Menanggung dua beban artinya harus siap mengeluarkan banyak tenaga. Intinya bahwa Anda harus disiplin dalam hal waktu, proyek Anda, dan uang.

3. Rancangan Kerja Wajib Matang

Salah satu strategi dalam memulai usaha baru adalah kerangka kerja atau rancangan kerja. Rancangan kerja meliputi banyak hal. Mulai dari karyawan, bagaimana prosedur kerja mereka nantinya. Usaha Anda juga nantinya fokus ke mana, sudah harus ada pangsa pasarnya. Tidak boleh usaha itu sudah berdiri, dan Anda baru akan membuat rencana bisnis. Pokoknya segala sesuatu yang terkait dengan usaha Anda nantinya, harus sudah memiliki rancangan yang matang.

4. Manfaatkan Waktu Lowong

Membagi waktu untuk pekerjaan kantor dan mengurus usaha baru beda-beda tipis seperti kalau istri ngambek. Suami pilih mana, istri atau ibu. Memulai usaha baru pun demikian. Mungkin saat menjadi karyawan kantor, waktu Anda benar-benar tersedot dengan pekerjaan itu. Namun bila Anda benar-benar ingin menjalankan bisnis sendiri, artinya wajib bagi Anda untuk memanfaatkan setiap waktu kosong yang ada. Saat akhir pekan mungkin bisa. Mulailah dengan perlahan-lahan.

READ:  3 Pelajaran Penting Untuk Menjadi Seorang Pengusaha

Lalu mengapa harus begitu? Ingat, mobil tidak pernah start berjalan dari gigi 5, selalu dimulai dari gigi 1. Usaha Anda pun demikian. Pelan-pelan membangun semuanya, dan pastikan klien dan keuangan dijalankan dengan totalitas. Awalnya memang waktu dan tenaga Anda sangat terkuras, tapi dengan perlahan Anda akan belajar membagi waktu.

5. Selalu Jalin Relasi dengan Tempat Kerja Lama

Keputusan untuk mengakhiri pekerjaan Anda di tempat yang lama bukan berarti Anda harus meninggalkan dan memutuskan hubungan dengan mereka. Beralih ke usaha Anda yang baru, Anda harus tetap bisa menjalin hubungan dengan mereka-mereka yang ada di tempat kerja lama. Hal ini secara tidak langsung bisa membantu perkembangan bisnis Anda ke depannya.

Semoga strategi memulai usaha baru ini bermanfaat untuk Anda dan membantu Anda dalam memutuskan untuk membuka usaha sendiri.

(photo: easyaz.com.au)