Topik Seputar Cara Menghadapi Psikopat

Tips Menghadapi Psikopat di Tempat Kerja

Tips Menghadapi Psikopat di Tempat KerjaTERUSKAN.COM – Bekerja dengan psikopat bisa sangat menyulitkan. Memahami dan mengenali ciri-ciri mereka dapat membantu Anda bertahan di tempat kerja saat ini.

Seorang psikopat mungkin berpenampilan lumayan menarik, kejam, manipulatif dan impulsif. Selain itu, Ia senang mengintimidasi rekan kerjanya di kantor.

Ia mungkin telah mencuri pekerjaan Anda, menyebarkan desas-desus tentang Anda atau menunjuk jari pada Anda ketika pekerjaannya kacau. Anda mungkin bahkan mengeluh tentang perilakunya tetapi menemukan banyak yang tidak percaya.

Penelitian menunjukkan psikopat di tempat kerja dapat ditemukan di tingkat manapun, dari manajer senior hingga ke tingkat junior , baik di sektor publik maupun swasta.

Jika Anda pernah berpikir untuk melakukan sesuatu yang bisa membahayakan posisi mereka, maka berhati-hatilah.

Ciri Psikopat

Anda tidak paranoid, Anda bisa bekerja dengan psikopat di lingkungan kerja. Dan mengingat diperkirakan bahwa satu persen dari populasi umum adalah seorang psikopat, kemungkinan besar setiap perusahaan besar memiliki satu atau dua orang psikopat.

Anda mungkin tidak selalu mengenal ciri kepribadian psikopat yang merusak. Hal ini disebabkan karena mereka justru biasanya memiliki kemampuan yang menonjol, seperti:

  • Berbakat dalam membaca orang dan mengidentifikasi titik-titik lemah orang lain.
  • Kesiapan untuk bergabung dalam percakapan karena kurangnya inhibisi sosial. (Percakapan mereka mungkin tidak memiliki banyak substansi tapi itu disampaikan dengan cara penuh percaya diri).
  • Kemampuan untuk berbaur dan tampil menyenangkan, terlepas dari keadaan sosial.

Psikopat dapat memanipulasi dan menyakiti orang tanpa merasakan emosi apapun karena sistem limbik mereka –pusat emosi otak– terbatas dalam menanggapi informasi emosional.

Jika Anda berpikir Anda bekerja dengan rekan yang bisa jadi seorang psikopat, jagalah diri Anda terhadap keganasannya, bangun kredibilitas Anda sendiri dan jangan biarkan diri Anda menjadi korban.

Tips Menghadapi Rekan Kerja Psikopat

Ada sejumlah tips yang bisa Anda terapkan ketika menghadapi rekan kerja yang psikopat, antara lain:

Jangan memberi label

Jika Anda mengajukan keluhan, jangan menggunakan label. Anda akan lebih didengarkan jika Anda berbicara tentang perilaku spesifik seseorang, bukannya malah memberi label psikopat.

Jangan menjadi tukang mengeluh di kantor

Dicap seperti ini akan memudahkan bagi psikopat untuk memperkuat apa yang orang lain pikir tentang Anda.

Konstruktif dan senang membantu

Usahakan untuk selalu konstruktif dan senang membantu teman Anda, bagaimana pun statusnya.

Membangun dan memelihara hubungan

Mengembangkan reputasi sebagai orang yang mudah didekati, kompeten dan loyal sehingga rekan-rekan tidak memiliki alasan untuk meragukan Anda jika psikopat menyebar rumor tentang Anda.

Mendidik diri sendiri

Pelajari lebih lanjut tentang strategi yang digunakan psikopat sehingga Anda dapat menghindari mereka dan membuat diri Anda target yang sulit bagi mereka.

Pertimbangkan melaporkan perilaku kasar

Jika perilaku teman psikopat Anda sudah mengarah pada tindakan kasar, Anda perlu mempertimbangkan untuk melaporkannya ke pihak berwenang.

Dokumentasikan perilaku kasar dan ilegal lalu laporkan

Jika Anda tidak merasa mendapat dukungan dari atasan Anda, laporkan pada Sumber Daya Manusia atau laporkan secara anonim.

Pertimbangkan berganti pekerjaan

Jika memang keadaan sudah begitu buruk dan Anda tidak mampu lagi mengantisipasinya, pertimbangkan untuk berganti pekerjaan dan memilih lingkungan kerja baru.

Psikopat tidak mungkin mengubah perilaku mereka

Jika posisi Anda benar-benar tidak dapat dipertahankan, pertimbangkan untuk pindah ke bagian lain atau bahkan ke perusahaan lain. Ini bukan solusi yang adil, tetapi semakin menjauh Anda dari psikopat semakin baik.

Apakah Bos Anda Seorang Psikopat?

Apakah Bos Anda Seorang Psikopat?TERUSKAN.COM – Psikopat ada di mana-mana. Menurut statistik medis, satu persen dari populasi umum adalah psikopat.

Tidak heran jika kita terpesona olehnya. Gangguan mental yang mengerikan dan penuh teka-teki. Jika sifat seorang psikopat adalah menipu, kita justru ingin mengungkapnya. Hanya berbicara tentang kondisi ini cukup untuk membuat Anda berpikir: ‘Apakah saya seorang psikopat?’

Namun, jika Anda mempertanyakannya, kemungkinan Anda bukanlah seorang psikopat, yang didefinisikan dengan kurangnya empati, penyesalan dan mudah tersinggung dalam tes PCL-R yang diakui secara global.

Psikolog industri sekaligus penulis, Dr. Paul Babiak mengatakan bahwa perilaku psikopat sering berarti orang tersebut menunjukkan “topeng.” Mereka juga terkenal karena menarik dan manipulatif. Tapi sementara versi film hampir selalu digambarkan sebagai tokoh kriminal, ada juga versi “sukses” yang mungkin tinggal di antara kita.

“Mereka berhasil mendapatkan pekerjaan dalam organisasi, melecehkan dan mengacaukan staf dan mendatangkan malapetaka pada kinerja. Saya juga mewawancarai banyak korban yang dipenuhi dengan cerita pelecehan emosional, psikologis dan keuangan,” kata Dr. Babiak.

“Sayangnya, media menggambarkan psikopat sebagai pembunuh berantai atau “psiko” yang telah melakukan banyak hal merugikan dengan menyesatkan publik dengan berpikir Anda dapat mengenal mereka bahkan dari ber-mil jauhnya.”

Dan sementara diperkirakan sekitar satu persen dari populasi adalah psikopat, Dr. Babiak mengatakan dalam posisi manajemen bisa hampir mencapai empat persen.

“Psikopat di tempat kerja termotivasi oleh kebutuhan untuk gairah, keinginan untuk bermain “permainan pikiran” dengan orang-orang, dan tidak akan berhenti sampai mereka menang, dengan cara apapun.”

“Psikopat bergerak menaiki tangga karir dan memasuki situasi bisnis dan manajemen daya tinggi karena mereka begitu mahir meniru kualitas yang kita asosiasikan dengan seorang pemimpin besar,” katanya.

Cara mengidentifikasi jika bos Anda adalah psikopat
Dr Babiak mengatakan sementara sebagian besar bos yang baik ” ideal” atau ” tidak terampil , ” bos psikopat berbahaya bagi pekerja .

Bagaimana mengenali jika atasan Anda seorang psikopat?

Dr. Babiak mengatakan sementara sebagian besar bos masuk dalam golongan “ideal” atau “tidak terampil,” bos psikopat berbahaya bagi pekerja. Mereka menyedot Anda untuk mendapatkan apa yang iaa inginkan, menusuk dari belakang, berbohong, mengambil kredit untuk pekerjaan Anda, dan menyalahkan Anda atas kesalahan mereka sendiri.”

“Sebuah perusahaan yang mempekerjakan seorang psikopat hampir selalu senang dan bersemangat ketika mereka pertama kali mulai tampil sebagai penyelamat atau ksatria berbaju baja – siap, bersedia dan mampu untuk menyelamatkan perusahaan dari jurang kehancuran,” katanya. Namun mereka juga dapat menyalahgunakan rekan kerja, mengabaikan aturan, mengambil resiko yang tidak perlu dan merusak rasa keterbukaan dan kepercayaan.

Tips Menghadapi Atasan Psikopat

Dr. Babiak mengatakan psikopat mungkin sangat sulit untuk dihadapi, tapi ada hal penting yang dapat Anda lakukan untuk membuat situasi lebih baik untuk diri sendiri, dilansir dari News.com.au.

– Gunakan setiap proses yang tersedia dan sistem sumber daya manusia untuk mendokumentasikan kinerja mereka dan bertindak cepat dan tegas untuk menangani mereka.
– Jangan melabeli mereka.
– Temukan faktanya, buat catatan kinerja dan taktik kasar.
– Waspadai politik. Dr. Babiak mengatakan bahwa psikopat sering menggunakan metode “membagi dan menaklukkan” dengan menarik pekerja secara terpisah. Sadari hal ini dan jangan terjebak.

Walaupun sulit bekerja dengan psikopat, Dr. Babiak mengatakan ada pelajaran berharga bagaimana seorang psikopat bisa mencapai posisi yang kuat. “Psikopat unggul dalam membangun hubungan pribadi dengan hampir semua orang yang mereka temui dan membuat presentasi yang sangat baik, sehingga memenangkan orang ke pihak mereka,” katanya.

Waspadai Psikopat di Sekitar Anda!

menghadapi PsikopatPernahkah Anda mengenal seseorang yang berperangai baik di depan Anda namun secara mengejutkan tiba-tiba Anda merasa dirugikan dan bahkan dicelakai secara sengaja oleh orang yang selalu tersenyum pada Anda tersebut?

Waspadalah! Mereka adalah psikopat, predator yang menjelma sebagai manusia.

Perbincangan mengenai psikopat sendiri sudah berlangsung sangat lama. Penelitian lebih mendalam mengenai psikopatpun tidak hanya ditelusuri dari sisi kejiwaan melainkan juga dari kacamata dunia kriminal.

Bila seorang pembunuh membunuh seseorang dari fisiknya, maka seorang psikopat akan membunuh seseorang dari dalam dirinya.

Kenyataan mengejutkan lain adalah jumlah psikopat yang bebas berkeliaran jauh lebih banyak dibandingkan yang terpenjara di balik jeruji besi.

Lebih menakutkannya lagi, psikopat ternyata banyak berada di sekitar lingkungan kerja Anda. Mereka mungkin teman kerja, karyawan baru, bos, bawahan atau seseorang yang sering mengamati Anda dari kejauhan.

Psikopat di lingkungan kerja adalah mereka yang akan melakukan hal apapun demi mencapai kesenangan karir dan tujuan mereka dengan tangan bersih, tanpa seorangpun yang mengetahui atau menaruh curiga.

Penyebab Seseorang Menjadi Psikopat

Menurut penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan di Universitas Chicago, dinyatakan bahwa seseorang dapat menjadi psikopat karena mengalami kerusakan komunikasi syaraf ke otak terutama pada bagian yang memproses empati dan kasih sayang.

Penelitian dilakukan terhadap 80 orang tahanan berusia 18-50 tahun yang memiliki ciri seorang psikopat. Para tahanan diperlihatkan video berisi adegan kekerasan dan pembunuhan sementara otak mereka dipindai menggunakan alat.

Hasil dari pemindaian itu pun menunjukkan minimnya aktivitas otak pada bagian amigdala yang berfungsi mengolah emosi seperti rasa takut, marah dan senang. Oleh sebab itu banyak sekali psikopat yang mampu membunuh dengan cara sadis tanpa rasa bersalah.

Ciri-ciri Psikopat

Ada beberapa ciri psikopat, antara lain:

  1. Psikopat selalu berpenampilan rapi, berwibawa dan memesona. Seringkali Anda bahkan terpikat dengan karisma yang mereka miliki.
  2. Psikopat selalu mementingkan dirinya sendiri.
  3. Ingin memiliki segalanya.
  4. Suka menipu dan memanipulasi.
  5. Tidak pernah merasa menyesal atau bersalah.
  6. Hanya memiliki emosi sesaat.
  7. Tidak memiliki belas kasihan.
  8. Tidak pernah bisa bertanggung jawab atas keputusan yang diambil.
  9. Selalu membutuhkan tantangan dan mudah sekali bosan.
  10. Mereka hidup menjadi parasit dengan memanfaatkan kebaikan dan kelebihan orang lain.
  11. Tidak dapat mengendalikan tingkah laku mereka.
  12. Tidak memiliki tujuan jangka panjang yang realistis.
  13. Sering membicarakan apa yang terjadi di masa lampau. Umumnya bercerita tentang makan, minum dan uang.
  14. Impulsif, meledak-ledak dan sulit mengendalkan diri.
  15. Biasanya memiliki IQ yang tinggi.

Tips Menghadapi Psikopat

Mungkin saja Anda sedang bernasib sial karena harus mengenal atau mungkin dekat dengan seseorang yang memiliki ciri seorang psikopat. Lantas jika demikian, apa yang harus Anda lakukan guna melindungi diri Anda tanpa mengundang curiga?

Berikut ini tipsnya:

  1. Jangan Menjalin Hubungan yang Terlalu Akrab

Mengapa demikian? Karena psikopat bisa saja memanfaatkan kebaikan dan niat tulus Anda untuk bersahabat dengan mereka. Para psikopat umumnya mendekati orang-orang yang dirasa lemah dan mudah untuk ditipu.

  1. Jangan Terpancing Emosi

Kerapkali para psikopat melakukan hal yang tidak menyenangkan bagi Anda, tetapi mereka tetap memasang wajah innocent dan dapat tersenyum lebar pada Anda.

Ketahuilah bahwa psikopat tidak memiliki rasa bersalah dan sulit mengendalikan emosi. Tahan emosi Anda dan menghindari perkelahian dengan psikopat adalah jalan keluar terbaik.

  1. Cari Kesibukan Lain

Bila Anda sudah terlanjur menjalin hubungan dengan seseorang dan kemudian ingin menghindar setelah mengetahui bahwa dia adalah seorang psikopat, carilah kesibukan lain guna mengurangi waktu Anda bersamanya. Carilah teman baru, berpura-puralah bekerja atau ke toilet.

  1. Gunakan cara halus untuk menolak dan menjauhi mereka

Jangan menjauhi mereka secara ekstrem dan blak-blakan karena akan membuat mereka sangat marah. Menjauhlah perlahan, sedikit demi sedikit. Gunakan bahasa yang halus dan seperti biasanya untuk menghindari kecurigaan.