Topik Seputar Produk Rumah Tangga Berbahaya

Waspadai dan Kenali Produk Rumah Tangga yang Bisa Menyebabkan Kanker

radiasi microwaveAnda mungkin berpikir bahwa rumah Anda telah aman dan terjamin karena menggunakan produk terbaik untuk membersihkan furnitur dan benda dalam rumah Anda.

Tapi sedikit yang mengetahui bahwa suatu produk rumah tangga rupanya bisa sangat berbahaya dan mengganggu kesehatan Anda. Ada sejumlah produk rumah yang bisa menyebabkan timbulnya kanker dan mungkin Anda tidak menyadari ancaman ini.

Para wanita berpikir bahwa mereka telah menggunakan larutan pembersih terbaik untuk peralatan mereka, tetapi rupanya pilihan tersebut justru mengandung bahan-bahan tertentu yang menyebabkan penyakit mematikan, seperti kanker.

Produk rumah tangga tertentu mengandung karsinogen seperti formalin, nitrobenzena, metilen klorida, dan napthelene yang berbahaya bagi tubuh manusia. Racun reproduksi dan pengganggu hormon yang hadir dalam produk pembersih juga berbahaya.

Untuk menjaga rumah Anda agar tetap bersih, sebaiknya menggunakan pembersih alami seperti cuka, jeruk nipis atau baking soda. Meninggalkan produk-produk yang mengandung karsinogen adalah langkah pertama dalam menjaga rumah Anda tetap bersih dan aman.

Hal ini juga penting untuk dicatat bahwa beberapa produk rumah dapat menyebabkan kerusakan hati, ginjal dan otak, alergi serta asma. Oleh karena itu Anda harus berhati-hati dalam memilih produk-produk rumah tangga.

Berikut adalah sejumlah produk rumah tangga tidak sehat yang dapat menyebabkan penyakit berbahaya:

Penyegar Ruangan

Dengan ini, bau dari rumah Anda akan lenyap seketika. Namun seiring dengan aromanya yang wangi, ternyata dapat berisiko menyebabkan kanker. Penyegar ruangan mengandung napthalene dan formaldehida, suatu bahan yang tidak baik bagi paru-paru Anda.

Jadi jika ingin menghilangkan bau tak sedap dari dalam rumah Anda, wewangian alami dari minyak esensial merupakan pilihan terbaik.

Karya Seni

Siapa yang tahu bahwa lukisan dapat berbahaya bagi kehidupan? Cat mengandung bahan berbahaya seperti Epoxy serta lem karet semen. Selain itu pelarut cat akrilik dan spidol permanen juga seringkali mengandung karsinogen di dalamnya.

Oleh karena itu, meskipun Anda seorang pecinta seni, sebaiknya kurangi jumlah karya seni dalam rumah Anda.

Lilin Aromaterapi

Kita semua menyukai lilin aromaterapi dan kebanyakan dari kita menggunakannya pada setiap bagian di dalam rumah. Lilin aromaterapi dianggap mampu menghilangkan stres dan menenangkan pikiran, namun lilin ini bisa menyebabkan alergi pada Anda.

Alasan terbaik untuk menghindari lilin artifisial beraroma adalah karena lilin ini menghasilkan pembakaran oleh-produk yang termasuk jelaga.

Perlengkapan Otomotif

Mengunjungi sebuah bengkel untuk mendapatkan pasokan otomotif akan lebih baik, daripada menyimpan alat otomotif tersebut di dalam rumah.

Pasokan otomotif ini dapat menyebabkan kanker karena kebanyakan dari mereka beracun. Isi yang ditemukan dalam perlengkapan otomotif dapat menyebabkan kanker kulit.

Dry Cleaners

Jika Anda sering membersihkan pakaian Anda pada sebuah binatu, pastikan bahwa binatu tersebut menggunakan C02 cair atau pembersih yang terbuat dari jeruk.

Dikatakan bahwa jika seseorang menggunakan perkloroetilena untuk membersihkan pakaian, Anda akan lebih rentan untuk mendapatkan kanker kulit.

Pestisida

Bagi Anda yang memiliki hewan peliharaan di rumah, yang terbaik adalah untuk menghindari pestisida berbasis lindane yang umumnya ditemukan di loak dan obat kutu. Sebaiknya gunakan cara alami untuk menyingkirkan kutu-kutu pada hewan Anda agar kesehatan tetap terjaga.

Microwave

Penggunaan konstan microwave untuk memanaskan makanan tidak sehat bagi tubuh Anda. Orang tidak harus memanaskan makanan dalam wadah plastik. Bahan yang digunakan dalam pembuatan plastik dapat bocor ke dalam makanan dan menyebabkan kanker perut.

Membersihkan karpet

Metode terbaik untuk membersihkan karpet Anda adalah dengan melakukan cara alami. Baking soda dan cuka putih adalah pilihan alami yang dapat digunakan untuk membersihkan karpet, dan menghilangkan noda.

(foto: timeinc.net)