7 Tips dan Trik Membeli Produk Elektronik Bekas

Loading...

membeli elektronik bekasHati-hati membeli elektronik bekas

Kita sudah terbiasa membeli barang bekas seperti furnitur bekas, perabotan bekas, mobil bekas, tetapi untuk membeli elektronik bekas biasanya kita berpikir dua kali. Kenapa? Ya karena elektronik termasuk barang beresiko tinggi. Anda mungkin berpikir ketika membeli produk elektronik bekas, bagaimana jika sampai rumah tiba-tiba tidak bekerja.

Sebenarnya, membeli produk elektronik bekas itu dapat menghemat pengeluaran Anda. Tinggal bagaimana Anda memilihnya dengan cermat. Berikut ini tips membeli produk elektronik bekas.

1. Selidiki dulu Jenis Barangnya

Ada produk elektronik yang memang tahan lama, ada pula yang sebaliknya. Untuk itu Anda harus melakukan riset terlebih dahulu. Caranya bisa dengan bertanya kepada teman yang punya produk elektronik yang akan kita beli. Tanyakanlah sudah berapa lama dia memakai produk itu, bagaimana kualitas dan kondisinya. Kemudian Anda juga dapat mencari keterangan produk itu lewat testimoni para pengguna produk tersebut. Dengan membaca testimoni tersebut Anda dapat mengetahui apa kelebihan dan kekurangan produk elektronik bekas yang Anda incar.

READ:  Samsung Juga Akan Memproduksi Smartwatch?

2. Pahami istilah-istilah Produk Elektronik Bekas

Dalam dunia elektronik bekas setidaknya ada 3 istilah yang perlu Anda ketahui. Istilah pertama yaitu second, artinya produk elektronik ini memang bekas pakai orang lain. Istilah kedua yaitu refurbished, biasanya istilah ini dipakai untuk produk elektronik yang dimasukkan kembali ke pabrik untuk diperbaiki beberapa hal, misalnya kemasan dan tampilan. Istilah yang ketiga adalah “rekondisi”, yaitu produk elektronik yang dikembalikan kondisinya menjadi “nyaris” baru lagi. Biasanya produk rekondisi mendapat garansi dari perusahaan penjualnya, tapi tidak dari pabrik pembuatnya. Bisa disebut juga cuma mendapat “garansi toko”.

3. Tanya tentang Perbaikan Produk

Hal yang sangat penting Anda tanyakan ketika akan membeli produk elektronik bekas adalah “apakah produk ini sudah pernah diperbaiki atau belum?”. Jika belum pernah diperbaiki dan kondisinya masih bagus apalagi harganya murah, tentu Anda sangat beruntung. Tapi walaupun produk tersebut pernah diperbaiki, asalkan yang memperbaikinya adalah perusahaan pembuatnya lewat service center resmi maka itu tidak menjadi masalah. Jika produk tersebut pernah diperbaiki bukan oleh service center resmi maka Anda harus berhati-hati.

READ:  6 Tablet Berdaya Tahan Terlama Versi CNET

4. Pastikan Produk disertai Garansi yang Layak

Cari tahu berapa lama garansi yang diberikan pabrik ketika produk tersebut dalam kondisi baru. Sukur-sukur produk elektronik yang Anda incar tersebut masih dalam masa garansi. Biasanya produk yang tingkat kepercayaannya tinggi berani memberikan garansi lebih dari 1 tahun. Produk yang hanya memiiki masa garansi kurang dari 6 bulan mengindikasikan tingkat kepercayaan yang rendah terhadap produk tersebut.

5. Tanyakan tentang Ketentuan Retur Barang

Sebelum Anda memutuskan membeli produk elektronik bekas, tanyakan dulu tentang ketentuan retur barang. Apakah barang boleh dikembalikan dan ditukar? Jika boleh, dalam jangka waktu berapa lama dan dalam kondisi seperti apa?

6. Tes dulu Sebelum Membeli

Ini langkah yang paling penting. Jangan dulu memutuskan membeli sebelum dites operasional produk elektronik bekas tersebut. Tes juga seluruh fitur yang ada dalam produk tersebut, hingga Anda yakin bahwa produk tersebut bekerja dengan baik.

7. Simpan baik-baik Tanda Terima dan/atau Kartu Garansi

Anda harus menyimpan baik-baik kwitansi pembayaran atau–jika ada–kartu garansi produk elektronik bekas yang baru Anda beli. Simpanlah di tempat aman. Karena dokumen-dokumen akan sangat diperlukan sewaktu ada keluhan tentang produk elektronik bekas yang telah Anda beli.

READ:  6 Teknologi Baru yang Saling Berpacu Tahun 2014

Demikianlah tips membeli produk elektronik bekas. Semoga bermanfaat.

(Photo: trade2save.com)