Pengobatan Menjanjikan Untuk Gagal Jantung

Loading...

pengobatan gagal jantungPengobatan gagal jantung

Orang dengan gagal jantung kronis mungkin mendapat manfaat dari kombinasi “gelombang kejut” ke jantung dan infus sel sumsum tulang mereka sendiri, studi awal menunjukkan seperti yang kami lansir dari webMD.

Terapi ini masih eksperimental, dan para ahli mengatakan lebih banyak pekerjaan yang menunggu. Hasilnya yang menjanjikan dilaporkan dalam Journal of American Medical Association edisi 17 April.

Studi, yang mencakup sekitar 100 pasien, menambahkan benang baru untuk terapi penyakit jantung di mana peneliti telah mencoba selama sekitar satu dekade – menggunakan sel dewasa dari sumsum tulang pasien sendiri untuk mencoba membantu kerusakan otot jantung.

Telah ada beberapa keberhasilan dalam membantu penderita serangan jantung baru-baru ini. Secara keseluruhan, penelitian menunjukkan terapi sel dapat mengurangi resiko serangan jantung berulang, dan bahkan memperpanjang hidup.

Tapi ia tidak bekerja dengan baik pada gagal jantung kronis – di mana kemampuan jantung memompa menurun dari waktu ke waktu, menyebabkan kelelahan, sesak napas dan cairan menumpuk di kaki.

READ:  4 Mitos Tentang Penyakit Jantung

Salah satu teori mengenai hasil yang terbatas untuk gagal jantung adalah bahwa sel-sel sumsum tulang pasien tidak bertahan di jantung untuk waktu yang cukup lama.

Jadi dalam studi baru, para peneliti Jerman lebih dulu melakukan perlakuan awal pada pasien dengan apa yang disebut terapi gelombang kejut, yang menerapkan ultrasound dosis tinggi ke dada. Untuk pasien, rasanya mirip dengan USG diagnostik jantung, kata peneliti senior Dr. Andreas Zeiher, dari Goethe University di Frankfurt.

Sehari setelah terapi gelombang kejut, jantung pasien telah diresapi dengan dosis sel sumsum tulang mereka sendiri.

Gagasan ini, Zeiher menjelaskan, adalah bahwa gelombang kejut mungkin memacu jantung untuk memproduksi bahan kimia yang menarik lebih banyak sel-sel sumsum tulang ke bagian otot jantung yang rusak.

Setelah empat bulan, timnya menemukan peningkatan sebesar 3% pada fraksi ejeksi ventrikel kiri pasien – persentase darah yang didorong keluar dari jantung pada setiap kontraksi.

Itu kemajuan yang cukup memuaskan, kata Dr. Eduardo Marban, direktur dari Cedars-Sinai Heart Institute di Los Angeles. Dan mungkin itu bisa diterjemahkan ke dalam manfaat jangka panjang – seperti rendahnya resiko serangan jantung berulang atau hidup lebih lama, menurut Marban.

Namun, katanya, studi lebih besar diperlukan untuk membuktikannya.

READ:  8 Fakta tentang Penyakit Jantung

(photo: shnews.co)