4 Gaya Parenting, Yang Mana Pilihan Anda?

Loading...

gaya parentingAyah dan anak

Ada banyak penelitian – bagaimana kita orangtua dari anak-anak kita memiliki dampak yang besar pada karakter mereka saat dewasa nanti. Jadi apakah ini berarti filosofi parenting dari generasi sebelumnya – dan banyak orang tua saat ini – tidak cukup baik? Haruskah kita berpikir tentang bagaimana kita ingin membesarkan anak-anak kita dan apa gaya parenting yang kita inginkan?

Konsensus umum para ahli parenting, psikolog dan peneliti perkembangan anak tampaknya adalah bahwa mencintai anak dan ingin mereka bahagia merupakan awal yang baik, hanya saja tidak cukup untuk membantu mereka tumbuh menjadi orang dewasa berkarakter.

Para ahli telah menyepakati apa yang mereka yakini sebagai empat gaya parenting yang utama, seperti yang kami lansir dari body+soul berikut:

1. Diktator

Apakah Anda berharap anak-anak Anda untuk mengikuti aturan ketat yang tidak terbuka saat bernegosiasi? Jika mereka gagal untuk tetap berpegang pada aturan ini, akankah hukuman keras dijatuhkan?

Orangtua yang diktator percaya disiplin yang kuat adalah kunci untuk membesarkan anak-anak yang baik. Satu studi mengenai gaya parenting menggambarkannya sebagai: “disiplin keras yang membatasi interaksi dengan anak-anak tanpa memperhitungkan pandangan dan keinginan mereka, dan di mana orangtua merespon perilaku anak yang tidak diinginkan dengan hukuman berat.”

READ:  Apa Saja Dampak Baik dan Buruk Menyekolahkan Anak di Luar Negeri?

Penelitian telah menunjukkan bahwa sementara orangtua dari orangtua yang diktator sering mendapatkan akademis yang baik namun lebih beresiko menjadi remaja dan orang dewasa dengan harga diri dan keterampilan sosial yang rendah.

Cenderung mengatakan: “Karena saya bilang begitu.”

2. Otoriter

Orangtua dengan gaya parenting ini menetapkan aturan (meskipun mereka mungkin akan menyebutnya sebagai “pedoman”), mereka melakukannya dengan lebih demokratis dan karena suatu alasan. Gayanya hangat, memelihara dan responsif terhadap kebutuhan anak-anak mereka, tapi tetap ketat dan sungguh-sungguh bila diperlukan.

Ada beberapa penelitian yang telah menemukan bahwa anak-anak dari gaya orangtua ini melakukannya dengan baik di sekolah, menjadi asertif dan tumbuh menjadi orang dewasa yang berpikiran mandiri.

Cenderung mengatakan: “Mari kita bicarakan solusi yang lebih dapat diterima.”

3. Pemurah

Kadang-kadang disebut “permisif”, gaya parenting yang mengasihi anak-anak mereka secara terbuka dan menikmati menghabiskan waktu bersama mereka. Tapi mereka bisa mengatakan “tidak” dan menetapkan batas-batas.

Penelitian telah menemukan anak-anak dengan orangtua yang memanjakan sering memiliki harga diri yang baik dan keterampilan sosial yang lebih baik. Namun, mereka juga lebih mungkin untuk terlibat dalam perilaku bermasalah dan kurang termotivasi di sekolah karena tidak memiliki tanggung jawab atas perilaku mereka sendiri.

READ:  Dampak Iklan TV dan Pola Makan Tak Sehat Anak

Cenderung mengatakan: “Kita lebih dari sahabat sebagai orang tua dan anak.”

4. Tidak terlibat

Juga disebut lalai. Mereka bukan orangtua yang terlibat dan responsif dan komunikatif.

Sementara orang tua memastikan kebutuhan dasar anak-anak mereka untuk bertahan hidup terpenuhi, mereka secara emosional terlepas dari pengalaman mengasuh anak.

Menurut penelitian, gaya parenting ini memiliki dampak negatif secara keseluruhan pada anak-anak yang cenderung berkinerja buruk di hampir setiap bidang kehidupan. Anak-anak ini mungkin menunjukkan defisit dalam kognisi, kasih sayang, keterampilan emosional dan keterampilan sosial.

Cenderung mengatakan: “Berhenti mengganggu saya.”

Nah, Anda termasuk yang mana?

(photo: parentsociety.com)