Mengenal Biotin

Loading...

suplemen biotinSuplemen biotin

Biotin adalah koenzim dan vitamin B, juga dikenal sebagai vitamin H. Sebagai suplemen, biotin kadang-kadang digunakan untuk diabetes, kuku rapuh, dan kondisi lainnya.

Manfaat Biotin

Biotin memainkan peran kunci dalam tubuh. Mendukung kesehatan kulit, saraf, saluran pencernaan, metabolisme, dan sel. Biotin juga dapat membantu untuk mengobati beberapa jenis patologi saraf, seperti neuropati perifer yang dapat terjadi akibat gagal ginjal atau diabetes.

Dilansir dari webMD, suplemen biotin telah diteliti sebagai pengobatan untuk beberapa kondisi. Pada orang dengan diabetes tipe 2, penelitian awal menunjukkan bahwa kombinasi biotin dan kromium dapat meningkatkan gula darah. Biotin sendiri juga dapat menurunkan resistensi insulin dan gejala saraf yang berhubungan dengan diabetes tipe 2.

Lebih banyak penelitian perlu dilakukan. Beberapa bukti awal menunjukkan bahwa biotin dapat membantu memperkuat kuku rapuh. Kegunaan lain dari biotin – untuk kondisi seperti cradle cap (suatu kondisi kulit yang kadang-kadang terlihat pada bayi, ditandai dengan sisik di bagian atas kepala), hepatitis, rambut rontok, dan depresi – yang tidak didukung atau belum teruji.

READ:  7 Tips Perawatan Untuk Kulit yang Terkena Rosacea

Namun, kebanyakan orang tidak memerlukan suplemen biotin. Kita mendapatkan biotin dalam makanan alami. Tubuh kita juga mendaur ulang biotin yang sudah digunakan. Defisiensi biotin cukup jarang terjadi.

Wanita hamil terkadang memiliki biotin dalam kadar rendah, sehingga beberapa mengambil suplemen biotin. Manfaat dan resikonya tidak jelas.

Dosis Biotin

Institute of Medicine telah menetapkan asupan memadai untuk biotin. Mendapatkan jumlah ini dari makanan, dengan atau tanpa suplemen, harus cukup untuk mendukung kesehatan yang baik.

0-6 bulan: 5 mikrogram/??hari
7-12 bulan: 6 mikrogram/hari
1-3 tahun: 8 mikrogram/hari
4-8 tahun: 12 mikrogram/hari
9-13 tahun: 20 mikrogram/hari
14-18 tahun: 25 mikrogram/hari
19 tahun ke atas: 30 mikrogram/hari
wanita hamil: 30 mikrogram/hari
wanita menyusui: 35 mikrogram/hari

Bahkan pada kadar tinggi, biotin tampaknya cukup aman. Para peneliti tidak tahu pada dosis berapa biotin mungkin mulai menimbulkan resiko kesehatan.

Sumber Alami Biotin

Biotin terbentuk secara alami dalam banyak makanan. Bibit gandum, sereal gandum, roti gandum, telur, produk susu, kacang, salmon, dan ayam merupakan sumber biotin. Biotin dalam makanan biasanya menempel pada protein dan memiliki daya serap yang relatif buruk.

READ:  6 Tips dan Ide Snacking yang Menyehatkan

Resiko dan Efek Samping Biotin

Efek samping. Biotin tampaknya aman dan ditoleransi dengan baik, bahkan pada kadar yang cukup tinggi. Dosis maksimum yang aman dari biotin tidak diketahui.

Resiko. Jika Anda memiliki kondisi medis apapun – atau sedang hamil atau menyusui – periksakan dengan dokter sebelum menggunakan suplemen biotin. Jangan memberikan biotin kepada anak kecuali dokter anak menyarankannya.

Interaksi. Jika Anda mengambil suatu obat secara teratur, konsultasi dengan dokter sebelum Anda mulai menggunakan suplemen biotin. Biotin mungkin melemahkan efek dari beberapa obat kolesterol. Sebaliknya, banyak obat-obatan dapat menurunkan kadar biotin, termasuk beberapa antibiotik dan obat-obatan untuk jerawat.

Beberapa obat epilepsi dapat menurunkan penyerapan biotin dari makanan. Suatu suplemen, asam lipoat, juga dapat meningkatkan kebutuhan biotin. Makan putih telur mentah secara teratur juga dapat menurunkan kadar biotin dalam tubuh.

(photo: livestrong.com)