Alasan Mengapa Anda Harus Mencoba Diet Bebas Gluten

Loading...

diet bebas gluten

Gluten mungkin menjadi salah satu makanan yang sangat sulit untuk dihindari karena terdapat di berbagai macam makanan yang selalu kita makan, misalnya, roti, pasta, sereal, berbagai makanan yang dipanggang.

Makanya banyak yang mengatakan bahwa untuk menemukan makanan yang bebas gluten merupakan hal yang sangat sulit. Bahkan pada minuman, bir misalnya juga memiliki kandungan gluten yang dihasilkan dari fermentasi barley. Namun, itu bukan berarti Anda tak bisa mencoba diet yang bebas gluten.

Berikut adalah alasan mengapa Anda harus mencoba diet bebas gluten demi kesehatan tubuh Anda sendiri.

Meningkatkan Intoleransi Terhadap Gluten

Jumlah orang yang sensitif terhadap gluten makin meningkat. Tapi tidak hanya jenis orang tersebut yang menjalankan diet bebas gluten. Saat ini makin banyak pula yang memilih untuk diet bebas gluten meskipun tubuh mereka bisa menerima gluten.

Mereka meyakini bahwa hal tersebut bisa membuat tubuh mereka lebih baik dan merasa lebih sehat, bahkan beberapa di antaranya percaya bahwa diet bebas gluten bisa membantu menurunkan berat badan.

Diperkirakan orang Amerika sendiri menghabiskan rata-rata sekitar 7 juta dollar pertahun untuk membeli produk yang bebas gluten padahal hanya setengah dari mereka yang benar-benar alergi terhadap gluten.

Dua puluh tahun lalu di AS, penyakit celiac yang diyakini merupakan suatu kondisi yang relatif jarang terjadi, mempengaruhi sekitar 1 dari orang 2.500.

Sementara di Eropa pada waktu itu lebih tinggi, sekitar 1 disetiap 300 orang, sebuah fenomena yang tidak bisa dijelaskan para ilmuwan. Hal ini sekarang dipercaya bahwa tingkat yang lebih rendah di AS yang disebabkan oleh masalah yang tidak terdiagnosis.

READ:  Bagaimana Diet Hibernasi Bekerja?

Namun, tidak hanya karena telah terjadi peningkatan tajam dalam tingkat diagnosis penyakit celiac (dengan perkiraan itu mempengaruhi sekitar 1 dari 130 orang Amerika) dan meningkatnya kesadaran terhadap kondisi yang ada, tetapi juga tampak bahwa orang memang menjadi lebih sensitif terhadap gluten sejak tahun 1950.

Dr, Joseph Murray dan rekan-rekan peneliti dari Mayo Clinic membandingkan sampel darah orang-orang dari tahun 1950-an dengan orang-orang tahun 2000-an dan menemukan bahwa telah terjadi peningkatan empat kali lipat dalam kasus sensitivitas gluten selama 60 tahun terakhir.

Apakah Yang Dimaksud Dengan Penyakit Celiac?

Penyakit Celiac ini berbeda dengan alergi terhadap protein gandum yang biasa terjadi pada anak-anak. Penyakit celiac ini merupakan salah satu penyakit kronis paling umum yang pernah terjadi dan mempengaruhi negara-negara di Barat, terutama mereka yang keturunan Eropa.

Penyakit ini disebabkan oleh alergi gluten, yang merupakan protein yang dapat ditemukan dalam biji-bijian tertentu, paling sering gandum, rye dan barley. Reaksi alergi merusak lapisan usus kecil, yang bertugas untuk menyerap nutrisi dari makanan.

Sedangkan Anda mungkin tidak memiliki penyakit celiac full-blown (di mana Anda memiliki reaksi autoimun terhadap gluten dan peningkatan permeabilitas usus), Anda mungkin termasuk dalam orang yang sensitif terhadap gluten, sebuah kondisi di mana sistem pencernaan Anda bereaksi buruk terhadap gluten.

READ:  Penyakit Mental dapat Memperpendek Hidup

Hal ini menyebabkan gejala yang tidak menyenangkan seperti diare , kembung dan nyeri perut. Juga dapat menyebabkan gejala yang tampaknya tidak berhubungan, seperti sakit otot dan sendi, sakit kepala, depresi, mudah marah dan ruam.

Mengapa Anda Harus Diet Bebas Gluten?

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa sebagian besar dari mereka yang menjalankan diet bebas gluten tidak benar-benar sensitif terhadap gluten.

Beberapa orang merasa bahwa tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung gluten menyediakan lebih banyak energi bagi mereka serta membantu menurunkan berat badan.

Para peneliti percaya bahwa kerusakan yang terjadi pada produk olahan gandum adalah karena cara biji gandum atau grain tumbuh telah berubah sejak beberapa dekade terakhir.

Gandum modern telah dibiakkan untuk menjadi lebih pendek dan lebih kuat dibandingkan dengan gandum yang ada pada jaman dahulu sehingga konten gluten pada gandum juga meningkat.

Terlebih lagi jika mengkonsumsi berbagai macam bahan makanan yang berasal dari olahan tepung gandum, membatasi atau bahkan tidak mengkonsumsi bahan makanan tersebut bisa meningkatkan kualitas kesehatan dan membantu menurunkan berat badan.

Intoleransi gluten yang tidak diobati dapat menyebabkan masalah yang lebih serius seperti penyakit celiac, infertilitas, osteoporosis dan kanker. Jadi pastikan untuk diperiksa jika Anda berpikir Anda mungkin memilikinya masalah tersebut.

READ:  Ini dia 5 Buah dan Sayur yang Mengandung Beta Karoten

Jika hal ini terjadi, Anda dapat meminta dokter Anda untuk melakukan tes toleransi gluten. Namun, pastikan untuk melakukan tes sebelum Anda memulai diet bebas gluten, karena dokter tidak akan mampu untuk memastikan diagnosis jika Anda sudah melakukan diet bebas gluten dan antibodi menunjukkan sensitivitas gluten tidak ada lagi berada dalam aliran darah Anda.

Ketika memutuskan untuk melakukan diet bebas gluten, Anda mungkin harus mengambil beberapa perencanaan sebelumnya, tapi ini akan jadi lebih mudah daripada yang Anda pikirkan. Semakin banyak produk yang keluar setiap hari yang bebas gluten, dan banyak restoran sekarang yang menyediakan fitur item atau makanan bebas gluten di menu mereka.

Saat memasak di rumah, cobalah untuk makan makanan ditampilkan atau termasuk dalam diet mediterania, termasuk sayuran, unggas dan ikan, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, buah dan minyak zaitun. Makanan seperti kentang, beras, jagung dan quinoa juga dapat dimakan.

(foto: villagelivingmagazine.ca)