Penyebab dan Pengobatan Batuk Pilek pada Bayi

Loading...

batuk pilek pada bayi

Batuk pilek pada bayi, amankah? Mungkin sering kita mempertanyakan kepada dokter dan teman-teman sekitar kita tentang hal ini. Karena menyangkut bayi kita, perkara kecil pun sudah menjadi hal yang sangat penting bagi orangtuanya.

Penyebab Batuk Pilek pada Bayi

Sebenarnya apakah penyebab batuk dan pilek pada bayi? Bayi pilek sebenarnya diakibatkan karena sistem imun tubuh bayi yang masih belum matang.

Ada lebih dari 200 buah virus yang berbeda jenisnya yang mungkin saja menyerang bayi anda. Dan kemungkinannya menjadi semakin besar mengingat sistem imun bayi yang masih belum sepenuhnya matang.

Banyak hal yang belum diketahui orang tua, salah satunya adalah bahwa bayi perlu mendapatkan semua virus tersebut. Hal ini dimaksudkan agar bayi menjadi kebal nantinya terhadap virus tersebut, karena sistem imun yang perlahan mulai berkembang dan semakin kuat.

Pengobatan Batuk Pilek pada Bayi

Akan lebih baik untuk tidak memberikan obat pada bayi anda di saat dia flu. Dokter sangat tidak menganjurkan hal ini karena obat flu dan batuk tidak efektif diberikan kepada bayi di bawah 6 bulan. Ada resiko efek samping yang dikhawatirkan akan berbahaya.

READ:  Obat Pilek Aneh yang Mungkin Bekerja

Jadi jangan menyalahkan dokter anak jika memang tidak memberikan obat pada anak anda yang sedang batuk dan pilek.

Pengobatan alternatif bisa menjadi pilihan. Namun juga harus diperhatikan obat alternatif yang aman bagi bayi di bawah 6 bulan. Misalnya dengan memberikan tetesan menthol untuk melegakan pernafasan, kayu putih, ataupun minyak pinus yang berfungsi melancarkan pernafasan akibat hidung tersumbat karena pilek.

Jika batuk pilek menyerang bayi anda yang masih berusia di bawah 3 bulan,  segera hubungi dokter anak anda tepat pada saat pertama sakit apalagi jika anak demam tinggi.

Sedangkan untuk pencegahan, anda bisa mengingatkan seluruh orang di rumah untuk terlebih dahulu mencuci tangan jika ingin memegang bayi anda dan jauhkan dari orang yang sedang sakit untuk mengurangi resiko tertular.

(foto: shutterstock)