Tindakan P3K Diare Pada Bayi

Loading...

diare pada bayi

Diare pada bayi sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kematian karena bayi akan sangat mudah dan cepat kekurangan cairan tubuh. Apalagi kasus kematian bayi terbesar di Indonesia masih menjadi pembunuh nomor satu.

Untuk itu diperlukan penanganan yang tepat agar diare tidak lagi menyerang bayi. Bahkan bila perlu, angka diare pada bayi bisa diminimalisir semaksimal mungkin.

Sebagai orangtua, kita juga harus melek terhadap bagaimana cara menangani bayi yang terserang diare di rumah. Solusi yang bisa dilakukan orangtua sesegera mungkin setelah terjadi diare pada bayi sangat menentukan kondisi bayi ke depannya.

  1. Berikan terus asupan cairan pada bayi. Jika masih ASI, susui terus bayi. Jangan biarkan sampai kondisi bayi menjadi demam, karena demam pada bayi adalah pertanda bahwa bayi anda sudah dehidrasi.
  2. Berikan larutan oralit. Jika anda tidak punya larutan oralit yang bisa dibeli di toko obat, anda bisa membuat larutan oralit sendiri di rumah, dengan memberi campuran air, garam dan gula pada bayi anda. Sehingga kadar garam alami tubuh bayi bisa segera tergantikan dan tubuh bayi tetap terhidrasi. Diare akan menguras cairan tubuh bayi anda.
  3. Jika bayi anda sudah mulai makan, berikan terus makanan yang mudah di cerna agar bayi tetap berenergi. Jangan dulu memberikan makanan yang terlalu berat seperti sereal karena akan susah dicerna oleh tubuh bayi.
  4. Jika ibu berani, lakukan pijat gusi pada bayi. Terkadang diare diakibatkan akan tumbuh gigi. Ibu bisa memijat gusi bayi yang akan ditumbuhi gigi secara perlahan. Bisa juga dengan memberikan mainan yang aman untuk digigit dan dikunyah oleh bayi.
  5. Jika bayi anda sudah bisa minum air putih, berikan air pada bayi anda untuk meredakan sakit perut. Saat diare, biasanya perut bayi mengandung gas yang membuat kembung. Dengan memberikan air hangat akan membantu melepaskan gas dari perut sang bayi.
  6. Jangan khawatir berlebihan, karena umumnya dalam waktu 3 hari diare bayi akan membaik, seiring dicukupkannya cairan dan makanannya.
READ:  Phthalate Dan Bahayanya

(foto: webmd.com)