Gejala dan Perawatan Infeksi Pada Telinga

Loading...

TelingaTelinga

Air yang masuk ke telinga biasanya menjadi katalis untuk infeksi yang terjadi pada telinga. Telinga terhubung ke hidung melalui tabung Eustachio dan berperan untuk mengeringkan cairan yang masuk ke telinga.

Eustachio juga berperan untuk mempertahankan tekanan di dalam telinga pada kesetimbangan yang benar. Bila cairan tidak mengalir atau tekanan tidak sesuai dapat mengakibatkan terjadinya infeksi pada telinga.

Meniup hidung bisa memaksa lendir masuk ke dalam tabung Eustachio sehingga dapat mengakibatkan terjadinya pertumbuhan bakteri.

Gejala dan Infeksi Telinga Pada Orang Dewasa

Rasa tidak nyaman dan rasa sakit yang dirasakan pada telinga jelas sudah menjadi gejala awal. Gejala lain yang harus diperhatikan yaitu, berkurangnya kemampuan mendengar, penyumbatan pada telinga, adanya cairan di telinga serta pembengkakan pada kelenjar gondok. Adenoid adalah kelenjar atau jaringan limfoid yang terletak di tenggorokan di bawah hidung.

Bagaimana Cara Mengobatinya?

Hal ini tergantung pada apakah infeksi bakteri atau virus. Namun, infeksi virus jauh lebih sulit untuk di obati. Dalam beberapa kasus hanya memerlukan operasi kecil. Tekanan pada telinga bisa membangun perasaan lega dengan menempatkan sesuatu yang berbentuk seperti tabung di gendang telinga, ini tidak akan permanen.

READ:  Waspadai 4 Gejala Batuk 100 Hari pada Anak

Infeksi bakteri jauh lebih mudah untuk diobati. Dokter biasanya akan memberikan resep antibiotik yang bisa bertahan sampai 10 hari (namun di eropa antibiotik biasanya penggunaannya lebih diawasi terkait peningkatan resistensi antibiotik diseluruh dunia). Khusus hal ini, konsultasikan kepada dokter.

Bagaimana Mencegah Agar Tidak Terjadi Infeksi Pada Telinga?

Metode pencegahan biasanya dengan cara mengunyah permen karet karena permen karet direkomendasikan untuk mengurangi tekanan yang terjadi pada telinga. Makanya banyak orang yang mengunyah permen karet ketika mereka sedang bepergian dengan menggunakan pesawat.

Semprotan hidung bisa menghilangkan setiap polutan dan meningkatkan infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Tanyakan pada dokter Anda untuk lebih jelas mengenai semprotan telinga, karena ada juga beberapa semprotan telinga yang bisa mematikan bakteri yang ada di telinga.

Anda harus hati-hati dalam menggunakan cotton buds! Kita kadang menyukai mengorek serta membersihkan telinga dengan cotton buds.

Bila Anda kurang berhati-hati, cotton buds akan menyentuh gendang telinga atau bahkan malah mendorong masuk kotoran sehingga akan menyebabkan bakteri bertumbuh dan menyebabkan infeksi di telinga Anda. Datanglah ke dokter THT untuk pembersihan telingan yang lebih aman.

READ:  Tips dan Cara Mengatasi Kecanduan Gula

(photo: bedpressuresores.com)