Petunjuk Praktis Budidaya Buah Pepaya

Loading...

tanaman pepaya

Pepaya, si orange manis yang sangat digemari oleh semua kalangan mulai dari anak-anak sampai orang tua yang tidak punya gigi sekalipun sangat menyukainya.

Tahukah anda bahwa pepaya ini memliki kandungan nutrisi yang kompleks yakni mengandung air, protein, lemak, karbohidrat, serat, kalsium, fosfor, besi, kalium, dan vitamin A. Karena kandungan gizi tersebut, maka apa salahnya kita ketahui bagaimana cara membudidayakannya. Mana tahu, ke depannya Anda akan tertarik untuk membuka usaha budidaya pepaya.

Berikut adalah cara membudidayakan pepaya:

1. Pemilihan bibit

Memilah-milah bibit sangat perlu untuk memperoleh kualitas pepaya yang baik. Bibit pepaya bisa didapatkan di toko-toko penjualan bibit yang sudah dikemas dalam bungkusan tertentu.

Tapi bagi anda yang tidak menjangkau tempat penjualan bibit pepaya yang sudah dikemas karena lokasi yang terlalu jauh, bisa membuat bibit langsung dari pepaya.

Pilihlah jenis pepaya yang buahnya sudah sangat masak. Pisahkan biji pepaya dengan buahnya lalu kemudian dikeringkan.

Satu hal yang perlu digarisbawahi adalah biji pepaya harus betul-betul kering. Jika biji pepaya tidak benar-benar kering maka pada saat tumbuh nanti pohon pepayanya akan menjadi pohon yang steril (mandul) atau tidak bisa berbuah.

READ:  9 Langkah Mendulang Sukses dari Usaha Kecil

2. Penyiapan tempat pembibitan

Untuk menanam biji pepaya yang sudah dikeringkan sebelumnya, sebaiknya jangan langsung ditanam pada lahan yang sangat luas. Dibibitkan terlebih dahulu untuk menghindari serangan serangga yang tidak diinginkan dan agar mudah mengontrolnya.

Siapkan tanah gembur yang merupakan campuran antara tanah, pupuk organik dan kotoran ternak pada wadah seperti baskom kecil. Setelah itu benamkan biji pada tanah gembur tersebut sekitar 1-2 cm.

Kontrol pembibitan selama kurang lebih 10 hari. Pada saat tanaman berumur 2 minggu dan kondisinya bagus, barulah dipindahkan ke lahan yang luas karena kondisi akarnya sudah sangat kuat dan tanaman pun tidak mudah layu.

3. Pemindahan lahan

Bibit yang sudah tumbuh di wadah pembibitan dibuatkan lubang sekitar 25 x 25 cm. Di dalam lubang tersebut diberikan pupuk organik yang dimaksudkan agar kondisi tanah menjadi gembur.

Selain itu, pada saat ditanam pepaya akan lebih leluasa menjalarkan akarnya karena memperoleh asupan nutrisi dari tanah yang gembur sehingga akarnya lebih mudah merambat mencari air.

READ:  Manfaat Buah Pepaya untuk Kesehatan Tubuh

Sebaiknya tanaman yang sudah dipindahkan diberikan sedikit pelindung berupa pagar yang melindungi tanaman dari jangkauan hewan-hewan seperti ayam atau hewan lainnya sehingga tanaman bisa terlindungi. Tapi jangan lupa jahwa tanaman itu butuh cahaya matahari untuk proses fotosintesisnya jadi pagarnya jangan sampai menutupi seluruh permukaan tanamannya.

4. Pemupukan

Pemupukan juga sangat perlu untuk menghindarkan tanaman dari hama. Hal itu bisa dilakukan pada saat tanaman mencapai tinggi sekitar ½ meter. Masa-masa pertumbuhan tanaman yang sangat produktif.

Pemupukan bisa dilakukan dengan cara menaburkan pupuk di sekeliling batangnya dan tidak perlu disentuhkan langsung ke bagian batang. Bila pupuk terkena air maka akan merembes ke semua bagian akar tanaman di dalam tanah.

5. Perawatan

Diperlukan perawatan tanaman pepaya hingga masa panen tiba, yaitu pada saat berumur minimal 7 bulan. Cara merawat tanaman pepaya tidaklah sulit. Anda hanya perlu menyiangi gulma, semak atau rumput liar  yang tumbuh di sekitar batang pohon pepaya.

Jangan lupa untuk memberikan pupuk organik setiap dua bulan sekali agar tanaman pepaya tumbuh subur dan dapat menghasilkan buah yang lebat.

READ:  4 Hal yang Perlu Dikontrol Ketika Menjalankan Bisnis

Selain itu, Anda juga harus mewaspadai hama penyakit seperti ulat dan jamur yang dapat menyerang batang, daun ataupun buah pepaya.

**

Itulah sekilas mengenai pembudidayaan pepaya yang cukup simpel dan tidak memerlukan biaya yang cukup mahal. Menanamlah sekarang agar bisa menuai buahnya di masa mendatang. Semoga artikel ini memberikan manfaat.

(foto: teknikdiet.com)